Ini Dia 5 Obat Herbal yang Masuk Formularium Fitofarmaka
Tanggal Posting : Kamis, 2 Juni 2022 | 09:54
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 216 Kali
Ini Dia 5 Obat Herbal yang Masuk Formularium Fitofarmaka
Sejarah baru bagi Obat Herbal Indonesia dengan ditetapkannya Formularium Fitofarmaka oleh Kementerian Kesehatan.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Sejarah baru bagi Obat Herbal Indonesia dengan ditetapkannya Formularium Fitofarmaka oleh Kementerian Kesehatan, sebagai acuan perencanaan dan pengadaan Fitofarmaka, agar tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan.

Ada sebanyak 5 Obat Herbal Fitofarmaka- yang untuk pertama kali masuk di dalam Formularium Fitofarmaka. Apa saja...?

Adalah Wakil Menteri Kesehatan RI., dr. Dante Saksono Harbuwono, SpPD-KEMD, PhD. yang meluncurkan Formulairum Fifofarmaka, di Jakarta, pada Selasa, 31 Mei 2022.

Hal diatas berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia,  Nomor HK.01.07/MENKES/1163/2022 Tentang Formularium Fitofarmaka, yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 19 Mei 2022, oleh Menteri Kesehatan, Budi G. Sadikin.

Dr. Dante Saksono dalam sambutan sebelum peluncuran menjelaskan bahwa saat ini Kementerian Kesehatan sedang melakukan transformasi sistem kesehatan dalam rangka resiliensi sektor kefarmasian. Fitofarmaka merupakan produk natural yang didorong untuk dikembangkan.

Kementerian Kesehatan dan stakeholders terkait sudah menyusun Formularium Fitofarmaka yang merupakan acuan bagi sarana pelayanan kesehatan dalam pemilihan, pengadaan dan penggunaan Fitofarmaka.

"Formularium Fitofarmaka diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan Fitofarmaka yang pada akhirnya akan meningkatkan kegiatan riset dan produksi di Indonesia," jelas dr. Dante Saksono.

1.Tujuan Formularium Fitofarmaka:

  • Tersedianya informasi Fitofarmaka sebagai pilihan alternatif dalam membantu pencegahan, pengobatan, perawatan, dan/atau pemeliharaan kesehatan.
  • Mendapatkan Fitofarmaka terpilih yang tepat, aman, bermutu, berkhasiat, dan terjangkau.
  • Meningkatkan utilisasi atau tingkat pemanfaatan Fitofarmaka sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Salah satu manfaat penerapan Formularium Fitofarmaka adalah sebagai acuan untuk perencanaan dan pengadaan fitofarmaka agar tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan, sesuai dengan kebutuhan di masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK), dana kapitasi, APBD dan sumber dana lainnya sesuai kewenangan.

2.Manfaat Formularium Fitofarmaka:

  • Menetapkan penggunaan Fitofarmaka yang aman, bermutu, berkhasiat, dan terjangkau.
  • Mengoptimalkan pemanfaatan Fitofarmaka.
  • Menjadi acuan untuk perencanaan kebutuhan obat tradisional pada Dana Alokasi Khusus (DAK)

Dr. Lucia Rizka Andalucia, Apt., M.Pharm., M.A.R.S., Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan dalam Kata Pengantar buku Formularium Fitofarmaka menjelaskan Fitofarmaka merupakan hasil pengembangan dari pemanfaatan bahan alam Indonesia, telah melalui standardisasi produk dan dibuktikan keamanan serta khasiatnya secara ilmiah melalui uji praklinik dan uji klinik demi upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Meskipun Fitofarmaka sudah memiliki evidence-based, pemanfaatannya belum optimal. Oleh karena itu, disusun Formularium Fitofarmaka.

Formularium Fitofarmaka berisi Pedoman Penyusunan dan Penerapan Formularium Fitofarmaka, Daftar Fitofarmaka, dan Informasi Produk Fitofarmaka.

Produk Fitofarmaka yang tercantum dalam Formularium Fitofarmaka telah diseleksi oleh Komite Nasional Penyusunan Formularium Fitofarmaka berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

Buku ini digunakan sebagai acuan untuk perencanaan dan pengadaan fitofarmaka supaya tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan serta sebagai acuan penggunaan fitofarmaka.

3.Daftar 5 Fitofarmaka dalam Formularim Fitofarmaka

1.Sistem Kardiovaskular

Kombinasi ekstrak Herba seledri (Apii graveolentis herba) dan ekstrak Daun kumis kucing (Orthosiphonis staminei folium). Tiap kapsul mengandung: 92 mg ekstrak Apii graveolentis herba, 28 mg ekstrak Orthosiphonis staminei folium.

Menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik pada penderita hipertensi ringan hingga sedang tanpa mempengaruhi kadar elektrolit plasma, kadar lipid plasma maupun kadar gula darah.

2.Sistem Metabolik

Fraksi dari ekstrak campuran Daun bungur (Lagerstroemiae speciosae folium) dan Kulit kayu manis (Cinnamomi burmannii cortex). Tiap kapsul mengandung 100 mg fraksi dari ekstrak campuran Lagerstroemiae speciosae folium dan Cinnamomi burmannii cortex (1:3).

Sebagai terapi kombinasi dengan obat antidiabetes oral lainnya pada pasien diabetes melitus tipe 2.

3.Sistem Pencernaan

Fraksi dari ekstrak Kulit kayu manis (Cinnamomi burmannii cortex). Tiap kaplet mengandung 250 mg fraksi dari ekstrak Cinnamom burmannii cortex.

Meringankan gangguan pada lambung.

4.Sistem Imun

Ekstrak Herba meniran (Phyllanthi niruri herba). 1. Tiap kapsul mengandung 50 mg ekstrak Phyllanthi niruri herba. 2. Tiap 5 ml sirup mengandung 25 mg ekstrak Phyllanthi niruri herba.

Memperbaiki sistem imun.

5.Nutrisi

Kombinasi ekstrak Ikan gabus (Ophiocephali striati), ekstrak Buah jeruk (Citri sinensidis fructus), dan ekstrak Rimpang kunyit (Curcumae longae rhizoma). Bentuk sediaan serbuk dalam kemasan saset. Tiap saset mengandung: 5 g ekstrak Ophiocephali striati, 4,5 g ekstrak Citri sinensidis fructus, 0,05 g ekstrak Curcumae longae rhizome.

Membantu meningkatkan kadar albumin pada kondisi hypoalbuminemia.

Kehadiran Formularium Fitofarmaka ini diharapkan memantik semua pihak untuk mengoptimalkan kekayaan biodiversitas Indonesia untuk bahan baku obat, dan kemudian diproduksi menjadi obat herbal Fitofarmaka. (Sumber Berita: https://www.obatnews.com/omai/pr-4463504376/pertama-kali-5-obat-herbal-fitofarmaka-masuk-formularium-fitofarmaka?page=4 ). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: