![]() |
| Duta Besar Republik Indonesia untuk Pakistan, Adam Mulawarman Tugio saat "International Webinar on Natural Products and Tropical Medicine", Rabu, 2 Juni 2021. |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Dalam upaya mengatasi pandemi global ini, kolaborasi antar negara sangat dibutuhkan, kolaborasi antara Indonesia dengan Pakistan dalam pengembangan obat tradisional.
Peran peneliti, akademisi, pemerintah, LSM, industri dan masyarakat sangat diperlukan untuk bersinergi dalam rangka memperkuat ketahanan dan kesehatan masyarakat. LIPI bekerja sama dengan Committee on Scientific and Technological Cooperation (COMSTECH) menyelenggarakan International Webinar on Natural Products and Tropical Medicine pada Rabu, 2 Juni 2021.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Pakistan, Adam Mulawarman Tugio menyampaikan, dalam keadaan pandemi ini, perlu ada kerja sama dalam penemuan obat-obatan, vaksin, dan produk kesehatan lainnya yang bersumber dari sumber daya alami.
“Indonesia memiliki keunikan dalam hal produk kesehatan seperti jamu, dimana nilai ekonomi produk ini sangat besar yang bisa mencapai lebih dari USD 3 Miliar,” ungkapnya. Adam berharap dengan webinar ini masyarakat akan memahami pentingnya konservasi tanaman obat-obatan yang ada sehingga value ekonomi darinya tetap terjaga.
Sementara Dubes Pakistan untuk RI, Muhammad Hasan menekankan bahwa topik yang diangkat dalam webinar ini sangat menarik dan menantang bagi seluruh negara berkembang yang memiliki banyak tanaman dan bahan obat.
“Pakistan telah menggunakan tanaman obat dan telah menjadi bagian dari warisan budaya yang ditransmisikan dari generasi ke generasi sampai sekarang. Indonesia juga banyak memiliki bahan alami seperti jahe-jahean yang menjadi bagian warisan budaya dari waktu ke waktu,” terangnya.
- Berita Terkait: 8 Catatan Penting Menggarap Potensi Obat Tradisional
- Berita Terkait: Rahasia Sains Islam Tumbuhan Obat
- Berita Terkait: Pelatihan Jamu Gendong
Muhammad Iqbal Choudary, Presiden Direktur COMSTECH dan Direktur The International Center for Chemical and Biological Sciences (ICCBS) Pakistan dalam sambutannya berharap ada pertemuan serupa yang dilakukan di Indonesia nantinya sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini.
Iqbal menjelaskan, Pakistan dan Indonesia menjadi magnet bagi orang asing yang ingin mempelajari pengembangan obat-obatan tradisional yang ada. COMSTECH sendiri memiliki skema research fellowship yang terbuka bagi peneliti dari Indonesia dan negara lain, pusat-pusat penelitian serta pengembangan obat-obatan baik yang berfokus pada neurologi, toksikologi, dan lain-lain.
Plh. Kepala LIPI, Agus Haryono menyampaikan, berkaitan dengan banyaknya SDA yang ada baik di Indonesia dan negara lainnya, Agus mendorong perlunya eksplorasi SDA yang ada untuk dapat dikembangkan menjadi obat -obatan dan produk natural lainnya.
“Alam adalah sumber berkelanjutan dari molekul biologis aktif, dan perkembangan terakhir dalam teknik kromatografi dan spektroskopi memungkinkan untuk memanfaatkan potensi penuh bahan alam ini,” jelasnya. Agus menambahkan, bahwa produk alami dari tumbuhan, organisme darat dan laut, serta mikroorganisme darat dan laut, merupakan sumber kandidat obat terkaya, di mana lebih dari 40% obat yang digunakan secara klinis berasal dari alam.
Sebagai informasi, webinar ini menghadirkan sejumlah pembicara antara lain Prof. M. Iqbal Choudhary dari COMSTECH, Prof. Ibrahim Jantan dari Univeristi Kebangsaan Malaysia dan Prof. Andria Agusta, Peneliti Puslit Kimia LIPI, Dr. Nadeem Khalid-CEO Herbion Pakistan, Kilala Tilaar-Direktur PT Martina Berto Tbk dan Prof. Edi Meiyanto dari Universitas Gadjah Mada. (Sumber Berita: http://lipi.go.id/berita/Indonesia-dan-Pakistan-Kolaborasi-Mengembangkan-Obat-Tradisional/22410). Redaksi JamuDigital.Com








