Kegiatan Sosial Industri Jamu Sido Muncul
Tanggal Posting : Selasa, 27 April 2021 | 09:01
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 456 Kali
Kegiatan Sosial Industri Jamu Sido Muncul
Pemberian bantuan 720 juta rupiah secara simbolik oleh Direktur PT Sido Muncul, Irwan Hidayat kepada Wasakal bapak Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono di Mabesal Cilangkap, Senin, 26 April 2021.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Saya kepikiran sejak berita Nanggala 402 hilang. Terbayang bagaimana Crew Nanggala 402 menghadapi saat terkhir dalam kepanikan. Setiap malam aku mendoakan, supaya mereka selamat sampai hari Sabtu, ternyata semua Crew Nanggala 402 dinyatakan gugur dalam tugas.

Saya sedih, masyarakat Indonesia juga sedih. Mari kita doakan mereka yang gugur dan juga keluarganya. Sekarang ini banyak kalangan yang akan membantu keluarga Crew Nanggala 402. Pak Jokowi akan membantu pendidikan anak mereka sampai S1, Ibu Risma memberi santunan uang dan pendampingan psiokolog.

Pengacara Hotman Paris akan membantu pendidikan dan masih banyak pengusaha lain yang akan membantu. Hari ini tanggal 26 April 2021, Sido Muncul juga ikut menyumbang 720 juta rupiah, yang telah diterima secara simbolik oleh Wakasal bapak Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono di Mabesal Cilangkap.

Realisasi bantuan akan kami serahkan langsung kepada istri dan keluarga Crew Nanggala 402 di Surabaya bersama bapak panglima dan pengusaha lain tanggal 1 Mei 2021.

“Saya dan adik-adik saya lega bisa membantu. Semoga bantuan kami dapat berguna mereka.“ Pada kesempatan ini saya juga menyampaikan rasa belasungkawa kami kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga Tuhan memberkati.

Daftar personel di KRI Nanggala-402: Letkol Laut (P) Heri Oktavian 25 juta, Mayor Laut (P) Eko Firmanto 20 juta, Mayor Laut (T) Wisnu Subiyantoro 20 juta, Kapten Laut (E) Yohanes Heri 20 juta, Kapten Laut (P) I Gede Kartika 20 juta, Lettu Laut (P) Muhadi 15 juta

Lettu Laut (P) Ady Sonata 15 juta, Lettu Laut (P) Imam Adi 15 juta, Lettu Laut (T) Anang Sutriatno 15 juta, Letda Laut (E) Adhi Laksmono15 juta, Letda Laut (P) Munawir 15 juta, Letda Laut (T) Rhesa Tri 15 juta, Letda Laut (T) Rintoni 15 juta, Letda Laut (P) M Susanto 15 juta.

Serka Bah Ruswanto 10 juta, Sertu Bah Yoto Eki Setiawan 10 juta, Sertu Ttu Ardi Ardiansyah 10 juta, Sertu Kom Achmad Faisal 10 juta, Sertu Kom Willy Ridwan Santoso 10 juta, Sertu Eko M Rusdiyansyah 10 juta.

Sertu Eki Ryan Yogie Pratama 10 juta, Sertu Mes Dedi Hari Susilo 10 juta, Serda Bah Bambang Priyanto 10 juta, Serda Kom Purwanto 10 juta, Serda Kom Eko Prasetiyo 10 juta, Serda Ttu Harmanto 10 juta, Serda Ttu Lutfi Anang 10 juta, Serda Atf Dwi Nugroho 10 juta, Serda Ede Pandu Yudha Kusuma 10 juta.

Serda Eta Misnari 10 juta, Serda Saa Setyo Wawan 10juta, Serda Lis Hendro Purwoto 10 juta, Serda Mes Guntur Ari Prasetyo 10 juta, Serda Lis Diyut Subandriyo 10 juta, Serda Lis Wawan Hermanto 10 juta, Serda Lis Syahwi Mapala 10 juta, Serda Lis Wahyu Adiyas 10 juta.

Serda Lis Edi Wibowo 10 juta, Kopda Eta Kharisma D.B 10 juta, Kopda Tlg Nugroho Putranto 10 juta, Kopda Mes Khoirul Faizin 10 juta, Kopda Trb Maryono 10 juta, Klk Eta Roni Effendi 10 juta, KLK Eta Distriyan Andy P 10 juta, KLS Isy Raditaka Margiansyah 10 juta.

KLS Isy Gunadi Fajar R 10 juta, KLS Nav Denny Richi Sambudi 10 juta, KLS Mes Muh Faqihudin Munir 10 juta, KLS Nav Edy Siswanto 10 juta, Kolonel Laut (P) Harry Setyawan (Non ABK) 25 juta, Letkol Laut (E) Irfan Suri (Non ABK) 25 juta, Mayor Laut (E) Whilly (Non ABK) 20 juta, Suheri –PNS (Non ABK) 10 juta.

Kegiatan Sosial Bingkisan Anak Yatim & Dhuafa

Filosofi bahwa kebaikan menjadi akar bagi perbuatan yang bermanfaat selalu menginspirasi Irwan Hidayat dalam melakoni hidup. Tak terkecuali dalam mengelola PT Industri Jamu dan Farmasi Tbk bersama keempat saudara kandungnya (Jonatha Sofjan Hidayat, Johan Hidayat, Sandra Hidayat dan David Hidayat).

Kebaikan untuk kemanfaatan orang banyak itulah yang sering dilakukannya seiring tumbuh dan berkembang perusahaan yang didirikan generasi pertama, Nyonya Rahkmat Sulistio dan diteruskan oleh putrinya, Desy Hidayat.

Saat menyampaikan santunan untuk 10 ribu anak yatim dan kaum dhuafa di berbagai wilayah di tanah air dengan total nilai Rp 1 Miliar, Direktur Sido Muncul ini tak lupa mengenakan kaos putih bertuliskan ’Nothing Can Stand Against Benevolence’.

Pesan dalam narasi ini sungguh bermakna dan inspiratif. Sebuah penegasan bahwa tidak ada yang bisa mengalahkan kebaikan.

Kepada awak media saat meliput kegiatan santunan 10 Ribu anak yatim dan kaum dhuafa, sulung di generasi ketiga SIDO ini mengajak seluruh anak bangsa untuk terus menebar kebaikan mengingat negeri ini sejatinya dilimpahkan energi berbagi, saling menolong, bergotong-royong dan semangat untuk saling kasih mengasihi. Termasuk pula, dia mendoakan agar kapal selam KRI Nanggala 402 yang membawa 53 personel terbaik TNI AL segera ditemukan.

"Ilmu yang paling fundamental adalah filsafat, di atasnya itu psikologi terus di atasnya baru ilmu kesehatan, kedokteran, dan macam-macam ilmu lainnya. Tapi sejatinya akar ini tidak bisa hidup kalau tidak ada tanahnya yang subur (itu adalah kebaikan)," ujar Irwan di Kantor Sido Muncul, Cipete, Jakarta, Sabtu, 24 April 2021.

Dia meyakini kebaikan itu jadi nomor wahid. Pasalnya siapa pun orang yang melakukan kebaikan pasti akan menerima manfaatnya. Jadi kebaikan itu terkadang bisa juga mengubah takdir.

"Saya nulis ini (seperti narasi dalam kaos oblong) supaya orang sadar begitu: benevolence. Tidak ada yang bisa mengalahkan kebaikan, karena kebaikan itu tanah, kalau akar filsafat sebaik apa pun, kalau tidak ada tanahnya yang memberi makanan, tentu tidak bisa hidup," jelas influencer ini.

Dalam pemahamannya, bahwa kebaikan yang dapat mengubah nasib bukanlah hal utama, melainkan kebaikan yang kita lakukan dapat menjauhkan seseorang terhindar dari mala petaka.

"Sedekah itu untuk menghilangkan marabahaya, kita doa sama Tuhan, beri aku rezeki hari ini, bebaskanlah kami dari segala malapetaka, itu yang terpenting. Saya sangat sepakat yang disampaikan Perwakilan Gus Mus, KH. Bisri Adib Hattani dalam doanya tadi bahwa sodaqoh itu bisa nolak bala. Pokoknya kalau kita berbuat baik itu tidak ada ruginya," ucapnya.

Pada Ramadhan 1442 H kali ini, perusahaan peraih The Most Consistent Company in Corporate Action Responsibility Implementation ini kembali berbagi kasih dengan memberikan bantuan untuk 10 Ribu anak yatim dan dhuafa.

Bantuan dengan total nilai Rp. 1 Miliar diberikan kepada anak yatim dan dhuafa di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Saya sangat bersyukur bisa mewakili untuk memberikan bantuan bagi anak yatim dan dhuafa. Setiap Ramadhan, SidoMuncul secara rutin melakukan kegiatan membahagiakan mereka. Menurut saya, ini sangat praktis dan sudah berjalan selama 15 tahun.

Saya minta tolong ke Gus Mus (KH Mustofa Bisri) dari kalangan NU dan Muhammadiyah serta beberapa pihak yang saya kenal. Dari sini muncul-lah usulan di beberapa tempat yang biasa SidoMuncul berikan bantuan. Data anak yatim ada 10 Ribu. Kita bagikan 100 ribu rupiah ke setiap anak yatim untuk uang saku lebaran,” jelas miliarder di urutan 17 orang terkaya Indonesia versi Forbes ini.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan dengan zoom dan disiarkan secara live streaming dari kantor Cipete dan pabrik Sido Muncul di Ungaran, Kabupaten Semarang serta titik-titik lokasi wilayah anak yatim dan dhuafa berada.

Di Jakarta selain Irwan Hidayat dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Yogyakarta Anna Haryadi, turut hadir di lokasi pabrik adalah Preskom SidoMuncul, J Sofjan Hidayat, Bupati Semarang Ngesti Nugraha, KH. Bisri Adib Hattani (mewakili Gus Mus).

Pada kesempatan itu, Ketua GOW Yogyakarta Anna Haryadi mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada SidoMuncul yang telah peduli memberikan bantuan Rp. 170.800.000 kepada kaum dhuafa, khususnya, 1708 anak stunting yang berusia 5 tahun.

"Bantuan akan kita berikan kepada orang tua anak stunting di bawah 5 tahun, sebesar Rp. 100.000 Ribu untuk konsumsi makanan tambahan, vitamin, dan susu anak-anak mereka," ungkap istri Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti ini.

Menurutnya, upaya konkret Sido Muncul ini sangat bermanfaat bagi anak-anak stunting maupun Mustahik (penerima manfaat) untuk terus bersama berjuang berbuat kebaikan dan optimis bisa melawan Covid di masa pandemi ini.

"Karena ekonomi di masa pandemi menurun dan berimbas kepada kelompok marginal serta penyintas stunting, tentu adanya santunan ini diharapkan mereka kembali bangkit dan bersemangat sehingga bisa menjadi berkah karena bangsa ini selalu bisa berdampingan dan tolong menolong di saat sama-sama kesulitan," ucap Anna.

Sementara Perwakilan Ponpes Roudlatut Thalibin Rembang, KH Bisri Adib Hattani (Gus Adib) mengapresiasi santunan yang diinisiasi SidoMuncul kepada anak yatim dan kaum dhuafa.

Gus Adib berharap santunan tersebut dapat menjadi berkah sehingga setiap orang yang memberi atau pun yang menerima bisa mendapatkan ganjaran kebaikan dari Allah SWT dan menjauhkan dari adab dunia.

"Semoga dengan pemberian santunan anak yatim dan dhuafa ini, kita mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Gusti Allah. Bahwa sedekah itu menghilangkan atau menjauhkan seseorang dari bala (marabahaya), dari cobaan dunia maupun di akhirat," ungkapnya.

Dan ini tentu bisa bertambah lagi berkahnya, karena dilakukan pada bulan Ramadan, bulan dimana di anjikan Allah Azza Wa Jalla bahwa kebaikan, kewajiban, kepatuhan, yang dilakukan pada bulan suci ini sama seperti melakukan kebaikan 70 kali di bulan selain Ramadan. Semoga berkahnya berkali lipat," tandas Gus Adib.

Ada pun bantuan yang telah dialokasikan dan langsung diserahkan kepada Mustahik, yakni:
1. Pondok Pesantren Sunni Darussalam, Sleman, Yogyakarta, senilai Rp. 30.000.000 juta yang secara simbolis diserahkan kepada KH. Ahmad Fatah.

2. Majelis Pelayanan Sosial, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Yogyakarta, senilai Rp. 70.000.000 juta yang secara simbolis diserahkan kepada Gita Danu Pranata.

3. Bantuan dengan total nilai Rp. 100.000.000 juta secara simbolis diserahkan kepada Ustadz Mashudi dan akan diteruskan ke beberapa Pondok Pesantren, seperti:

  • Yatama Darul Ulum Banyuanyar, Pondok Pesantren Darul Ulum  Pamekasan
  • Pondok Pesantren Ar Ridha, Pamekasan
  • Perkumpulan Pengkaji Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kebun Sari, Pamekasan
  • Perkumpulan Klepean Centre of Humanity
  • Pusdik (Dusun Plerenan Desa Batubai Timur, Kecamatan Sokobanah Sampang, Madura)

4. Taman Pelajar Islam Roudlatut Thalibin Rembang, senilai Rp. 100.000.000 juta,- dan Panti Asuhan Daarul Hadlonah Rembang senilai Rp. 50.000.000 juta yang secara simbolis diserahkan kepada Hj. Rabiatul Bisriyah,

5. Gabungan Organisasi Wanita Kota Yogyakarta, senilai Rp. 170.800.000 juta yang secara simbolis diserahkan kepada Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kota Yogyakarta Anna Haryadi,

6. Yayasan Nun Bina Muda Indonesia, Baleendah, Bandung, senilai Rp. 50.000.000 juta,- yang secara simbolis diserahkan kepada KH. Ahmad Rofi Usmani,

7. Anak Yatim dan Dhuafa di Kabupaten Semarang, senilai Rp. 150.000.000 juta yang secara simbolis diserahkan kepada Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: