Empat Point Terobosan Komisi Nasional Saintifikasi Jamu
Tanggal Posting : Kamis, 11 Februari 2021 | 13:35
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 368 Kali
Empat Point Terobosan Komisi Nasional Saintifikasi Jamu
Saat mengkaji Kebijakan Pengembangan Obat Tradisional, mohon diperhatikan Permenkes Nomor 88/Tahun 2013.

JamuDigital.Com- MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Komisi Nasional Saintifikasi Jamu akan memperkuat empat point untuk dijadikan terobosan dalam program- kegiatannya, dalam rangka mengembangkan potensi Jamu Indonesia. Keempat itu, adalah:

  • Pemanfaatan Jamu berbasis evidence based di Pelayanan Kesehatan,
  • Mengajak stakeholders meningkatan pemanfaatan Jamu, termasuk oleh Pengobat Tradisional,
  • Dukungan pemanfaatan obat herbal di Pelayanan Kesehatan melalui Formularium Nasional, 
  • Penguatan Brand Jamu Indonesia.

Demikian dikemukakan oleh Dr. (C) Drs. Budiman Gunawan, Apt., MARS, Ketua Komisi Nasional Saintifikasi Jamu pada saat wawancara dengan Tim Riset dari Direktorat Penelitian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta- yang akan dijadikan Buku Putih "Kajian Kebijakan Pengembangan Obat Tradisional Indonesia", pada Kamis, 11 Februari 2021.

Ikut memperdalam diskusi ini, antara lain: Prof. Dr. Subagus Wahyuono M.Sc, Apt, Ketua Peneliti, Prof. Dr. Mustofa, Apt, M.Kes, Direktur Direktorat Penelitian UGM, Karyanto, Founder JamuDigital, Anggota Tim Peneliti, antara lain: dr. Ulfatun Nisa, dr. Widhi Astana, Arko Jatmiko Wicaksono, Apt., MSc. 

Dr. (C) Drs. Budiman Gunawan, Apt., MARS- Alumni Fakultas Farmasi UGM ini, mengingatkan agar dalam mengkaji Kebijakan Pengembangan Obat Tradisional, memperhatikan Permenkes 88/2013. "Saya sarankan ini dijadikan pedoman dan ditingkatkan," tambahnya.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 88 Tahun 2013 Tentang Rencana Induk Pengembangan Bahan Baku Obat Tradisional.

Pada Pasal 1, disebutkan: Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Bahan Baku Obat Tradisional bertujuan untuk meningkatkan pengembangan dan produksi bahan baku obat tradisional dalam negeri dan mengurangi angka impor, yang dijamin bermutu tinggi.

Kita tunggu Buku Putih "Kajian Kebijakan Pengembangan Obat Tradisional Indonesia", yang sedang disusun oleh Direktorat Penelitian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Semoga menjadi pengungkit penguatan dan pengembangan obat tradisional dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: