4 Pilar Strategi Pengembangan Bahan Baku Obat Natural
Tanggal Posting : Senin, 11 Januari 2021 | 07:30
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 209 Kali
4 Pilar Strategi Pengembangan Bahan Baku Obat Natural
Kemenkes RI. mengawal progres pengembangan bahan baku obat dan pendampingan produk sesuai Empat Pilar, yaitu: Bioteknologi, Vaksin, Natural dan Bahan Baku Obat Kimia.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Sebagai dukungan pengembangan bahan baku natural, Kementerian Kesehatan RI. melaksanakan sejumlah hal strategis, antara lain: Fasilitasi Penelitian  Pengembangan Bahan Baku Natural, Penyusunan Formularium OHT dan Fitofarmaka, Hilirisasi Penelitian dan Business Matching pengembangan Bahan Baku Natural dengan industri.

Demikian diungkapkan oleh Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kemenkes, Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt, MARS pada saat wawancara dalam rangka Penyusunan Buku Putih "Kajian Kebijakan Pengembangan Obat Tradisional Indonesia" oleh Direktorat Penelitian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, pada 6 Januari 2021.

Memaparkan makalah berjudul "Kebijakan dalam Mewujudkan Kemandirian Bahan Baku Obat Tradisional," Agusdini Banun Saptaningsih menjelaskan bahwa Strategi pengembangan Bahan Baku Obat (BBO) dengan:

  • Mendorong pelaksanaan transformasi industri farmasi dari industri farmasi formulasi menjadi industri famasi berbasis riset.
  • Menigkatkan priroritas penggunaan bahan baku obat produksi dalam negeri antara lain: dengan penerapan TKDN pada pengadaan obat.
  • Melakukan koordinasi sinergisme ABGCI (Academic-Business, Government-Community-Inovator) terkait pengembangan bahan baku obat dan vaksin di industri farmasi.
  • Memfasilitasi Health Business Forum dan Business matching untuk mendorong hilirisasi produk bahan obat.
  • Mengawal progres pengembangan bahan baku obat dan pendampingan produk sesuai Empat Pilar, yaitu: Bioteknologi, Vaksin, Natural dan Bahan Baku Obat Kimia.

Strategi Bahan Baku Obat Alam

Berita Terkait: Kemenkes Fasilitasi Kemandirian BBOT 

Ikut menggali informasi pada kegiatan diatas antara lain: Prof. Drs. Subagus Wahyuono, Apt., MSc., PhD, Ketua Tim Peneliti, Fouder JamuDigital, Karyanto, Tim Periset, seperti: Prof. Dr. Mae Sri Hartati, Apt., MSi. (Fakultas Kedokteran-Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM), dr. Ulfatun Nisa  (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Tawangmangu), Arko Jatmiko Wicaksono, Apt., MSc. 

Prof. Drs. Subagus Wahyuono menjelaskan nantinya Buku Putih "Kajian Kebijakan Pengembangan Obat Tradisional Indonesia" akan dibagikan kepada stakeholders terkait, agar dapat dijadikan masukan dalam pengembangan obat tradisional, yang potensinya sangat besar. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: