Dukungan Kuat Pemerintah untuk Kemandirian Obat. Potensi Penggunaan OMAI di Yankes
Tanggal Posting : Selasa, 9 November 2021 | 03:47
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 206 Kali
Dukungan Kuat Pemerintah untuk Kemandirian Obat. Potensi Penggunaan OMAI di Yankes
Komisi IX DPR RI mendukung identifikasi kekayaan alam Indonesia yang berpotensi sebagai obat tradisional atau OMAI-Obat Modern Asli Indonesia dapat digunakan di pelayanan kesehatan formal.

JamuDigital.Com- Media Jamu, Nomor Satu. Pemerintah memberikan sinyal kuat untuk melakukan terobosan-terobosan agar kemandirian obat nasional terwujud demi ketahanan di bidang kesehatan nasional makin mantap. Penggunaan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) di Pelayanan Kesehatan Formal perlu didukung untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Demikian hal-hal penting yang antara lain mengemuka pada saat "Forum Nasional Kemandirian dan Ketahanan Industri Sediaan Farmasi", Senin, 08 November 2021- yang digelar oleh Kementerian Kesehatan RI. secara luring di Yogyakarta dan secara daring.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan sambutan secara daring menegaskan, terkait hal ini Presiden Joko Widodo pun sudah memerintahkan, bersama Menteri Kesehatan untuk sama-sama melakukan dan membawa industri obat-obat dalam negeri makin mandiri.

"Saya Ketua TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri), saya mendorong ini dan kita buat aturan yang melindungi upaya dan usaha-usaha kita ini. Saya berharap Forum Nasional Kemandirian dan Ketahanan Industri Sediaan Farmasi jangan pernah ragu, kita akan dukung, pasti banyak yang tidak suka, tetapi untuk NKRI jangan pernah kita ragu," Menko Luhut menegaskan dukungan pemerintah untuk kemandirian bidang Farmasi.

Wakil Menteri Kesehatan RI., Dante Saksono Harbuwono dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Indonesia dihadapkan dengan permasalahan kesehatan yang persisten, meskipun pembiayaan kesehatan semakin meningkat.

Kemenkes tengah melakukan transformasi kesehatan, salah satunya terkait ketahanan kesehatan (produk farmasi dan alat kesehatan).

Untuk mendukung transformasi, pemerintah telah menyusun strategi kemandirian produksi vaksin, bahan baku obat, dan Fitofarmaka.

"Dibutuhkan peran lintas sektor, terutama sektor swasta/industri untuk mempercepat realisasi kemandirian produksi tersebut," jelas Wamenkes Dante Saksono Harbuwono.

Sedangkan Agusdini Banun S., Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian, Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. ketika menyampaikan laporan kegiatan Forum Nasional Kemandirian dan Ketahanan Industri Sediaan Farmasi 2021 menjabarkan bahwa:

Tahun ini sudah genap 5 tahun instruksi Bapak Presiden dalam rangka mewujudkan kemandirian dan meningkatkan daya saing industri Farmasi melalui Inpres Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

Kita melihat bahwa industri Farmasi sudah mulai bergerak kearah hulu- produksi pengembangan obat baik dari pharmaceutical ingredient kimia maupun bioteknologi. Namun demikian pandemi COVID-19 telah menyadarkan kita bahwa kita harus berbuat lebih cepat.

"Kegiatan riset perlu dipacu untuk mengembangkan inovasi termasuk kegiatan uji klinik untuk mendukung pengembangan industri Farmasi di Indonesia. Upaya percepatan khusus yang bersifat luar biasa untuk menumbuhkan ekosistem industri Farmasi yang kondusif juga harus terus dilakukan," Agusdini Banun S. menjelaskan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI., Emanuel Melkiades Laka Lena saat menyampaikan paparannya mengatakan demi penguatan Ketahanan Kesehatan Indonesia, Komisi IX DPR RI mendesak Pemerintah untuk memprioritaskan penguatan program dan kegiatan Tahun Anggaran 2022.

Melalui transformasi Sistem Kesehatan salah satunya untuk membangun ekosistem dan peta jalan yang realistis untuk kemandirian obat dan alat kesehatan melalui pembangunan industri dalam negeri dengan dukungan regulasi sehingga dapat digunakan dalam pelayanan kesehatan.

"Komisi IX DPR RI mendukung identifikasi kekayaan alam Indonesia yang berpotensi sebagai obat tradisional atau Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang dapat digunakan dalam pelayanan kesehatan formal untuk meningkatkan derajat kesehatan atau penyembuhan pasien," tegasnya. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: