Dialog Interaktif dalam Rangka Pembinaan UMKM Obat Tradisional di Jateng
Tanggal Posting : Sabtu, 5 Oktober 2019 | 08:26
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 161 Kali
Dialog Interaktif dalam Rangka Pembinaan UMKM Obat Tradisional di Jateng
Foto bersama peserta Dialog Interaktif dalam Rangka Pembinaan UMKM Obat Tradisional oleh Badan POM, di Solo, Kamis, 3 Oktober 2019.

JamuDigital.CoM-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACES JAMU INDONESIA. Badan POM terus berusaha mendukung pengembangan obat tradisional, khususnya UMKM Obat Tradisional dengan mengadakan Dialog Interaktif dalam Rangka Pembinaan UMKM Obat Tradisional oleh Badan POM, di Solo, Jawa Tengah, pada Kamis, 3 Oktober 2019.

Pada kesempatan ini Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, Badan POM, Indriaty Tubagus menyampaikan presentasi tentang Direktorat Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Badan POM, yang membahas: 1. Profil Direktorat Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Badan POM, 2. Mekanisme Pengawasan Obat Tradisional, dan Suplemen Kesehatan, 3. Kebijakan Percepatan Sertifikasi CPOTB dan CPOTB Bertahap.

Pada akhir presentasinya juga dibahas tentang upaya percepatan pengembangan UMKM, yang terdiri dari: Program Pembinaan UMKM Jamu, Pendampingan percepatan UMKM Obat Tradisional dalam mendapatkan sertifikasi CPOTB Bertahap, dan Bapak Angkat.

Juga diadakan Bimbingan Teknis dan Supervisi dalam Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, Keringanan Biaya PNBP dalam Pelayanan Publik untuk UMKM Obat Tradisional.

Selanjutnya,  dialog interaktif yang diikuti oleh 55 peserta ini, dipimpin oleh Mayagustina Andarini, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Badan POM, untuk menggali berbagai masukkan, kendala, dan upaya-upaya perbaikan di masa datang.

Direktur Eksekutif GP. Jamu Jawa Tengah, Stefanus Handoyo Saputro menjelaskan bahwa pada intinya dialog ini untuk menindak-lanjuti kemitraan IOT dengan UKOT tentang Bapak Angkat. Peserta dialog UKOT dari Daerah Loka POM Solo, yaitu Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri dan Kota Surakarta.

"Juga dibahas CPOTB Bertahap untuk UMKM OT perlu adanya pendampingan baik dari Badan POM dengan melibatkan Bapak Angkat UMKM di Jateng yaitu PT Sidomuncul, PT Borobudur dan PT Konimex. Untuk UMKM diharapkan tetap mentaati peraturan Badan POM, baik cara pembuatan dan ijin edarnya," jelas Stefanus Handoyo kepada Redaksi JamuDigital.Com, Jumat, 4 Oktober 2019.

Produsen juga harus dapat membedakan, lanjut Stefanus Handoyo, mana yang bisa ijin PIRT dan TR. Karena masih banyak UMKM OT yang masih memakai ijin PIRT. Harapannya, Badan POM dapat memfasilitasi pemenuhan CPOTB, khususnya untuk UKOT/UMOT, link and match di segala sektor pemerintah dan institusi pendidikan, sinergisme ABG-C, penyusunan pedoman iklan yang disesuaikan dengan perkembangan media sosial.

Bentuk pembinaan Badan POM di Jateng saat ini adalah pendampingan UKOT supaya dapat memenuhi aspek CPOTB Bertahap dan registrasi ijin edar yang setahun diadakan dua kali di Jateng agar tidak perlu ke Jakarta, Pelayanan Prima/Crash program ijin edar, demikian Stefanus Handoyo menambahkan. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2019. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: