Deteksi Penyakit Menular, Jemaah Haji Yang Pulang Terus Diawasi
Tanggal Posting : Kamis, 22 September 2022 | 14:07
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 1708 Kali
Deteksi Penyakit Menular, Jemaah Haji Yang Pulang Terus Diawasi
Kepala Pusat Kesehatan Haji (PKH) dr Budi Sylvana MARS. (Ditjen PHU Kemenag)

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Pusat Kesehatan Haji (PKH) akan terus memantau kesehatan para jamaah haji yang pulang ke tanah air. Pemantauan dilakukan hingga 21 hari sejak tiba di tanah air.

"Jemaah dipantau di daerah masing-masing selama 21 hari oleh dinas kesehatan masing masing. Apabila selama pemantauan ada gangguan kesehatan, diharapkan agar segera melapor ke faskes setempat," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji dr Budi Sylvana MARS, Rabu (13/7/2022).

Budi Sylvana menjelaskan, pemantauan ini dimaksudkan sebagai deteksi dini terhadap penyakit menular, di antaranya adalah covid-19, Mers-Cov, meningitis, polio, dan penyakit yang berpotensi menimbulkan Public Health Emergency of International Concern (PHEIOC).

"Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit No. HK.02.02/C/2782/2022 Tentang Pemeriksaan dan Pengawasan Jemaah Haji di Embarkasi dan Debarkasi," kata dokter Budi.

Untuk memudahkan pemantauan, para jemaah haji akan dibekali Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH). Selama 21 hari masa pemantauan, tutur Sylvana, bila terdapat demam atau gejala sakit lainnya, maka yang bersangkutan segera dibawa ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Jangan lupa membawa K3JH.

’’Tentunya selama 21 hari jika timbul gejala sakit, jemaah harus segera lapor dan berobat ke fasilitas kesehatan terdekat dengan membawa K3JH,’’ kata Kepala PKH ini.

Sebaliknya, bila dalam kurun waktu 21 hari gejala penyakit tidak muncul, maka jemaah tetap diminta untuk menyerahkan K3JH kepada puskesmas terdekat. Dr Budi mengingatkan, jemaah haji agar tetap Menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS).

PHBS misalnya, istirahat yang cukup, konsumsi makanan yang bergizi, dan menjaga kebersihan diri setibanya jemaah di kampung halaman dan selama proses pemantauan kesehatan. ’’Itu dilakukan untuk memastikan jemaah tetap sehat sekembalinya ke tanah air,’’ ujar dr.Budi.

Pemantauan di Debarkasi

Setibanya jemaah haji di Bandara Internasional (debarkasi), mereka langsung mengikuti skrining kesehatan yang standar. Yaitu berupa; pengecekan suhu melalui thermal scanner dan thermal gun, tanda dan gejala serta melakukan observasi terhadap jemaah di asrama haji debarkasi.

Jika didapati jemaah dengan gejala demam atau menunjukkan potensi penyakit menular, petugas kesehatan pun melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan test antigen. Kalau hasil reagen menunjukkan reaktif, maka akan dilakukan pemeriksaan berikutnya.

Selain skrining kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemkes) juga telah menyiapkan posko kesehatan di bandara untuk pelayanan rawat jalan, emergency, dan rujukan. Selain itu juga menyediakan mobil ambulans dan tenaga medis sebagai antisipasi terhadap penyakit menular.

Kemenkes juga menyiapkan sistem surveilans kesehatan terhadap jemaah haji Indonesia yang tiba di tanah air. Sarana ini dikerjasamakan dengan dinas kesehatan kabupaten/kota. 

"Pada tanggal 15 Juli, jemaah haji Indonesia Kelompok Terbang (Kloter) gelombang pertama, akan masuk masa pemulangan ke debarkasi masing-masing," kata Plh Biro Humas, Data dan Informasi Kemenag Wawan Djunaedi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (13/7/2022).

Wawan menjelaskan, data jemaah yang sakit sebanyak 144 orang, dengan rincian; 26 orang dirawat di RSAS, dan 118 lainnya dirawat di KKHI Makkah. Sementara, jemaah wafat bertambah 1 orang atas nama Dana Wijaya Ilung, laki-laki, 48 tahun, nomor paspor C60 87 379, kloter JKS 30, asal Embarkasi  Jakarta Saudia, Bekasi. "Sehingga jumlah jemaah wafat sampai hari ini sebanyak 42 orang," tutur Wawan. (Sumber Berita: https://www.obatnews.com/healthy-tourism/pr-4463890486/deteksi-penyakit-menular-jemaah-haji-yang-pulang-terus-diawasi?page=2 ).


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2024. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: