Kabar dari Kamboja, Salam Sompiah: Obat Herbal Indonesia di Phnom Penh
Tanggal Posting : Minggu, 15 Desember 2019 | 09:11
Liputan : Karyanto, Founder JamuDigital - Dibaca : 378 Kali
Kabar dari Kamboja, Salam Sompiah: Obat Herbal Indonesia di Phnom Penh
Founder JamuDigital, Karyanto pada Minggu pagi, 15 Desember 2019, di sudut Kota Kamboja, Jalan Sangkat Tonle Bassac, Khan Chamkarmon, Phnom Penh.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Saya mendarat di Phnom Penh International Airport- Kamboja pada Minggu pagi, 00.15 waktu Kamboja (sama dengan waktu di Indonesia), penerbangan dari The Ninoy Aquino International Airport- Manila- selama tiga jam.

Bagi wisatawan, jika disebut negara Kamboja maka yang terngiang adalah Angkor Wat (dalam bahasa Khmer artinya "Candi Kota"). Angkor Wat- sebuah gugus bangunan candi di negara Kamboja yang merupakan salah satu monumen keagamaan terbesar di dunia.

Berdiri di atas situs seluas 1.626.000 m2 (162,6 hektar), mula-mula dibangun sebagai candi agama Hindu Kerajaan Khmer- namun lambat laun berubah menjadi candi agama Buddha menjelang akhir abad ke-12. Angkor Wat dibangun oleh Raja Khmer Suryawarman II pada permulaan abad ke-12 di Yaśodharapura (bahasa Khmer: sekarang Angkor), ibu kota Kemaharajaan Khmer. Angkor Wat- yang merupakan kompleks candi terluas di dunia, kini sudah masuk dalam daftar UNESCO World Heritage Site.

Nah guys..., masyarakat Kamboja memiliki tata-krama saat memberi salam selamat datang pada orang yang dijumpainya- yang disebut Sompiah: menempelkan kedua tangan di depan dada, sambil sedikit membungkukan badan.

Belum lama ini, Indonesia dan Kamboja pernah menggagas "Engine of Growth"- motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Kawasan ASEAN, dengan meningkatkan hubungan dagang bilateral di kedua negara. Termasuk perdagangan di bidang obat-obatan dan obat herbal.

Menurut data dari Kementerian Perdagangan RI., neraca perdagangan bilateral Indonesia dan Kamboja pada 2018, mencapai USD 558.619 juta (Ekspor Indonesia: USD 525.597 juta, dan Impor Kamboja: USD 33.022 juta). Pada periode Januari-April 2019, neraca perdagangan kedua negara mencapai: USD 196.266 juta (meningkat 10,48% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018).

Neraca perdagangan Indonesia-Kamboja pada 2018 mengalami peningkatan sebesar 3% dibandingkan tahun 2017. Pada periode 5 tahun terakhir ini, trend peningkatan perdagangan bilateral kedua negara ASEAN ini, mencapai rata-rata 7.10%. Peningkatan tersebut, salah satunya dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi Kamboja yang cukup stabil pada kisaran 7% dalam dekade terakhir.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng pada saat konferensi pers Pameran yang mempertemukan pebisnis Indonesia dan Kamboja pada 19-21 Juli 2019 di Preah Reach Damnak Park, Provinsi Siem Reap, Kamboja menjelaskan bahwa pameran ini mempromosikan berbagai produk dari kedua negara.

Produk tersebut, seperti: Otomotif, Makanan & Minuman, Buah segar (Salak), Balsam, Minyak Herbal, Obat-obatan (termasuk obat herbal), Minyak Goreng, Kertas dan alat tulis, kerajinan tangan, dan batik Indonesia.

Produk Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang sudah beredar di Kamboja, antara lain: HerbaKOF, STIMUNO, Disolf, dan Inlacin yang diproduksi oleh Dexa Medica- yang pabriknya di Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia.

Berita Terkait: HerbaKOF: Obat Batuk Herbal Modern, Menggunakan Advanced Fractionation Technology

Ke depan, Indonesia dan Kamboja akan saling mengembangkan potensi bisnis dan kerja sama, sehingga berkontribusi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi (engine of growth) bagi kedua negara. Demikian Duta Besar RI. untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng berharap.

Dengan populasi 15.957.223 jiwa (tahun 2016), Kamboja dapat menjadi pasar yang menarik bagi produk Obat Herbal Indonesia. Kamboja dikenal sebagai negara dengan dua mata uang. Di Phnom Penh berlaku dua mata uang, yaitu: Riel dan USD.

Masyarakat Kamboja- juga sudah familiar mengkonsumsi obat herbal, dan produk obat herbal dari luar Kamboja sudah cukup banyak yang beredar, misalnya: produk obat herbal dari Indonesia, India dan Jerman.

Berita Terkait: STIMUNO: Fitofarmaka Indonesia, Sukses di Pasar Global

Berita Terkait: INLACIN Obat Herbal Diabetes, Fitofarmaka Karya Anak Bangsa

Berita Terkait: DISOLF Obat Herbal Fitofarmaka, Memperbaiki Sirkulasi Darah

Salam Sompiah produk obat herbal Indonesia di Kamboja, selamat datang memasarkan produk obat herbal Indonesia di Phnom Penh sebagai perwujudan perdagangan bilateral yang saling menguntungkan, saling menyehatkan antar Masyarakat Ekonomi ASEAN. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: