Badan POM Luncurkan Buku Informatorium OMAI
Tanggal Posting : Kamis, 14 Mei 2020 | 15:00
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 1651 Kali
Badan POM Luncurkan Buku Informatorium OMAI
Kepala Badan POM RI., Penny K. Lukito menunjukkan Buku Informatorium Obat Modern Asli Indonesia, pada FGD, Kamis, 14 Mei 2020.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Badan POM meluncurkan 10 buku informasi di bidang Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan menghadapi COVID-19, yaitu: Buku Informatorium Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) di Masa Pandemi COVID-19, Buku Pedoman Penggunaan Herbal dan Suplemen Kesehatan dalam Menghadapi COVID-19 di Indonesia.

Buku Saku Obat Tradisional untuk Daya Tahan Tubuh, Buku Saku Suplemen Kesehatan untuk Memelihara Daya tahan Tubuh Menghadapi COVID-19 seri vitamin C, vitamin D, vitamin E, Probiotik, Zink, dan Selenium, serta Buku Cerdas Memilih dan Mengonsumsi Herbal, Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan dalam Menghadapi Pandemi COVID-19.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI, Penny K. Lukito saat membuka Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema: "Peran Herbal, Suplemen Kesehatan, dan Probiotik sebagai Upaya Menghadapi COVID-19" dan Peluncuran Publikasi di Bidang Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, pada Kamis ,14 Mei 2020, yang diikuti 452 peserta melalui virtual conference. 

FGD dipandu oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI., Mayagustina Andarini dengan menampilkan, PEMBICARA, yaitu:

  • Penny K. Lukito, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan
  • Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si, Apt, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI
  • Dra. Engko Sosialine Magdalene, Apt., M.Biomed, Dirjen Farmalkes Kementerian Kesehatan
  • Dr. dr. Evy Yunihastuti, Sp.PD-KAI (UI)
  • Prof. Dr. Suwidjiyo Pramono, DEA, Apt. (UGM)
  • Prof. Dr. Ir. Endang S. Rahayu, M.S (UGM)
  • Prof. Dr. dr. Purwantyastuti, M.Sc., Sp.FK (UI)
  • Dr. dr. Cleopas Martin Rumende, SpPD-KP, FINASIM, FCCP (RSCM)
  • dr. Inggrid Tania, M.Si (Praktisi Herbal)

PENANGGAP: Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH., MMB, FINASIM, FACP (Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam, Gastroenterologi-Hepatologi), Dr. Puspita Lisdiyanti, M., Agr., Chem (Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi - LIPI), Raymond R. Tjandrawinata (PT. Dexa Medica), PT. Sanbe Farma, Patrcik Kalona, APSKI, Dwi Ranny Pertiwi Zarman, Ketua GP Jamu.

PESERTA, antara lain: Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, DFM., SH, M.Si.Sp.F(K), Dra. Lucky S. Slamet, M.Sc., Apt , Dr. Ir. Roy Alexander Sparringa, M.App.Sc , Dr. Enade Perdana Istyastono, Irwan Hidayat, PT Sido Muncul, Karyanto, Founder Jamu Digital.

Berita Terkait: Download Buku OMAI

Berita Terkait: OMAI Konsep Bersama Brand Obat Herbal Indonesia

FGD BPOM

Badan POM menyadari bahwa Indonesia memiliki kekayaan dan keanekaragaman hayati yang menjadi peluang besar untuk dikembangkan, dijadikan produk inovasi, dan diteliti sebagai upaya percepatan penanganan COVID-19.

"Beberapa contoh herbal yang bisa dimanfaatkan antara lain kunyit, jahe merah, temulawak, meniran, jambu biji, daun sembung dan sambiloto, yang dapat dimanfaatkan sebagai imunomodulator," ungkap Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito.

"Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh setiap orang agar terhindar dari COVID-19 adalah memelihara atau menjaga daya tahan tubuh, antara lain dengan mengonsumsi suplemen kesehatan dan obat herbal. Karena virus ini dapat dicegah apabila tubuh memiliki daya imun yang kuat, gaya hidup sehat, dan mental yang baik", jelas Kepala Badan POM. Untuk itu Badan POM terus mendorong percepatan penelitian Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) dan Jamu.

FGD yang diikuti oleh para peneliti dan akademisi dari perguruan tinggi dan Lembaga riset, pelaku usaha industri obat tradisional dan suplemen kesehatan, praktisi herbal, perwakilan Kementerian/Lembaga, asosiasi di bidang obat tradisional dan suplemen kesehatan, serta para pemerhati jamu.

"Tantangan obat berbahan alam/herbal sebagai produk untuk kuratif, karena itu FGD ini kami selenggarakan sebagai ajang berdiskusi dan berbagi informasi tentang mekanisme peningkatan daya tahan tubuh dalam menangkal virus COVID-19," ujar Kepala Badan POM. "Dalam FGD ini juga akan dibahas bagaimana uji klinik untuk obat herbal dalam mendorong OMAI dan Jamu sebagai penangkal COVID-19 dalam kemandirian pengobatan yang berperan bagi ketahanan tubuh untuk upaya promotif, preventif, dan kuratif," lanjut Kepala Badan POM.

Kepala Badan POM menegaskan bahwa Badan POM siap memfasilitasi dan mendampingi para peneliti dan pelaku usaha yang ingin berkontribusi dalam pengujian klinik obat herbal dan suplemen kesehatan untuk menangkal COVID-19. "Mari bersama kita lawan COVID-19, sehingga bangsa Indonesia bisa segera pulih kembali." tutup Kepala Badan POM. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: