![]() |
| Ilustrasi penderita saraf terjepit. (Better Health Alaska). |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Tulang belakang manusia tersusun dari atas ke bawah, dari leher sampai ke tulang ekor. Antartulang belakang yang berurutan, terdapat bantalan dengan konsistensi seperti gel padat yang bersifat elastis. Bantalan ini berfungsi peredam kejut.
Seiring bertambahnya usia, kebiasaan postur yang tidak benar membuat bantalan ini dapat berkurang sifat elastisnya sehingga menekan struktur yang berada di belakangnya, yaitu saraf tulang belakang. Hal inilah salah satu penyebab keluhan nyeri di punggung.
Saraf terjepit merupakan istilah di mana bantalan ruas tulang belakang menekan saraf yang berada di belakangnya. Dalam dunia medis, saraf terjepit disebut dengan istilah Hernia Nucleus Pulposus (HNP).
1. Gejala Saraf Terjepit
Sebagaimana dikutip dari laman resmi Hermina Hospitals, tidak semua saraf terjepit menimbulkan gejala.
Gejala juga dapat timbul berbeda-beda tergantung lokasinya dan berat ringannya penjepitan. Gejala yang timbul biasanya dipengaruhi oleh ada tidaknya iritasi/peradangan pada saraf tulang belakang.
Lokasi timbulnya nyeri juga dipengaruhi oleh letak atau level terjadinya penjepitan saraf. Lokasi nyeri bisa muncul di mana saja, dari area leher sampai di punggung bawah, tetapi HNP memang paling sering terjadi di daerah punggung bawah, mencapai 90 persen.
Gejala saraf terjepit di daerah leher terjadi nyeri saat leher digerakkan, nyeri leher atau di sekitar tulang belikat, dan nyeri yang menjalar ke arah bahu, lengan atas, lengan bawah dan jari-jari.
Selain nyeri, juga didapatkan rasa kesemutan dan kebas di daerah yang kurang lebih sama dengan rasa nyeri tersebut.
Kemudian juga dirasakan kelemahan dalam menggenggam, selanjutnya kesulitan dalam mengangkat lengan. Dalam aktivitas harian, pasien mengeluhkan kesulitan menggenggam gelas, mengancingkan baju.
Gejalan juga bisa terjadi di daerah punggung bagian bawah. Pada nyeri di daerah pinggang, pantat dan menjalar ke arah betis dan kaki.
Sering juga terasa sensasi kesemutan dan tebal pada salah satu atau kedua tungkai bawah. Rasa nyeri ini diperberat dengan membungkuk, berjalan, atau duduk lama.
- Berita Terkait: Panduan Menyembuhkan Saraf Kejepit
- Berita Terkait: Kisah NOSTEO dan NOKILIR Diperkenalkan Kepada Pendekar SH Terate Jawa Tengah
- Berita Terkait: 15 Khasiat Buah Naga Bagi Kesehatan Tubuh
Rasa nyeri dapat bertambah ketika batuk, bersin atau mengejan. Pada kondisi saraf terjepit yang termasuk kategori berat dapat dijumpai kelemahan anggota gerak.
2. Penyebab Saraf Terjepit
Saraf terjepit disebabkan oleh melemahnya bagian luar (cincin) bantalan tulang belakang.
Bantalan tulang belakang memiliki bagian tengah dengan tekstur gel lembut dan lapisan luar yang lebih kencang.
Seiring dengan waktu, lapisan luar melemah dan bisa retak. Saraf terjepit terjadi ketika gel bagian dalam keluar melalui celah retakan tersebut.
Keluarnya gel ini dapat menyebabkan reaksi peradangan yang menyebabkan nyeri dan gel yang keluar dapat menekan saraf tulang belakang di dekatnya yang menyebabkan gejala seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami saraf kejepit adalah memiliki keluarga dengan riwayat saraf kejepit, berat badan berlebih, mengangkat beban berat dengan posisi dan tumpuan yang salah, melakukan gerakan menunduk dan berputar secara mendadak atau berulang, serta kebiasaan merokok.
3. Pengobatan Saraf Terjepit
Dokter akan menentukan diagnosis penyakit saraf terjepitdari gejala dan riwayat penyakit yang dialami.
Karakteristik nyeri dan aktivitas apa yang memicu dan memperberat nyeri. Pemeriksaan fisik dapat dilakukan untuk memeriksa postur tubuh, refleks, kekuatan otot, kemampuan berjalan, sensasi dari alat gerak seperti nyeri dan kesemutan.
Pemeriksaan penunjang dilakukan untuk memberikan gambaran tulang dan saraf tulang belakang. Pemeriksaan yang sering dilakukan adalah Magnetic resonance imaging (MRI). Tes pencitraan yang paling umum dan akurat untuk mendiagnosis HNP.
Selain itu, dilakukan rontgen tulang belakang. Pemeriksaan ini membantu menyingkirkan penyebab sakit punggung atau leher lainnya. (Sumber Berita: https://www.obatnews.com/healthy/pr-4464026532/awas-saraf-terjepit-atau-hernia-nucleus-pulposus-pahami-penyebab-gejala-dan-proses-pengobatannya?page=3 ). Redaksi JamuDigital.Com








