Saatnya Indonesia Memiliki Kemandirian Herbal Medik. Dokter Meresepkan OMAI
Tanggal Posting : Selasa, 29 Juni 2021 | 05:44
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 371 Kali
Saatnya Indonesia Memiliki Kemandirian Herbal Medik. Dokter Meresepkan OMAI
Masyarakat semakin paham mencari informasi obat-obatan yang aman, juga kebermanfaatannya. PDHMI juga sudah membantu mensosialisasikan OMAI dengan mengedukasi dokter.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Sudah pada saatnya Indonesia memiliki kemandirian Herbal Medik, para dokter Indonesia harus bangga menggunakan obat herbal Indonesia, dan OMAI (Obat Modern Asli Indonesia) menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Hal diatas dikemukakan oleh Dr. dr. Slamet Sudi Santoso, M.Pd.Ked., Ketua Umum PDHMI (Perkumpulan Disiplin Herbal Medik Indonesia), pada ’Dialog Nasional Kiprah 17 Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) Fitofarmaka,’ Kamis, 24 Juni 2021- diselenggarakan oleh Tempo Media. Acara dipandu oleh Budi Setyarso, Pemimpin Redaksi Koran Tempo.

Para narasumber lain yang tampil adalah:

  • Aris Djunaidi, Direktur Pembelajaran dan Kemendikbudristek RI.
  • Arianti Anaya, Plt. Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI.
  • Reri Indriani, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI.
  • Melkiades Laka Lena, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI.
  • Nyoman Kertia, Ketua Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKKMK UGM
  • Raymond Tjandrawinata, Direktur Pengembangan Bisnis dan Saintifik PT Dexa Medica
  • Iris Rengganis, Ketua PP Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PERALMUNI)

OMAI Mendunia

Berikut ini penjelasan Dr. dr. Slamet Sudi Santoso, Ketua Umum PDHMI- yang menghimpun para dokter yang memiliki atensi terhadap pengembangan herbal Indonesia:

Kita harus bangga melihat Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) mulai bangkit. Sesungguhnya kita melihat selama 17 tahun ini, baru ada 26 produk kategori OMAI.

Kekayaan etnofarmakologi kita jumlahnya sekitar 15.861, ini merupakan resep kesehatan yang dapat digunakan untuk pengobatan.

Memang para dokter dilatih dan dididik dalam konsep pendidikan barat. Jadi kalau tidak berdasarkan evidence based itu tidak ilmiah. Pada Undang-Undang No. 29 tahun 2004 disebutkan bahwa kebermanfaatan, keamanan dan keselamatan pasien diutamakan.

Apapun pengobatan tradisional itu, juga punya kondisi yang sama. Kita melihatnya bahwa, sesungguhnya bangsa Indonesia, terutama organisasi profesi sudah mulai melirik, memang belum optimal.

Jadi 17 tahun hanya 26 produk itu belum optimal. Jadi setahun hanya 1 produk yang saya rasakan. Dan ini yang menjadi PR bersama.

Dan saya juga di asosiasi pendidikan kedokteran sudah saya data yang mengikuti pendidikan herbal ini sekitar 40% dari 92 Fakultas Kedokteran. Mungkin ini suatu hal yang akan kita petik hasilnya sekitar 10 tahun ke depan.

Lulusan Fakultas Kedokteran ini sudah mulai berfikir bahwa saatnya Indonesia punya kemandirian untuk herbal medik.

Jadi perkumpulan dokter herbal medik ini adalah suatu komunitas dokter-dokter yang memang mempunyai atensi untuk menggeluti bidang herbal dalam pengobatan. Untuk pendidikan spesialisnya memang belum ada. Di Fakultas Farmasi UI itu ada S2 Herbal, lalu di UNPAD ada program Magisternya di Fakultas Kedokteran, lalu ada juga di UNAIR.

Jadi belum seluruh Fakultas Farmasi atau Fakultas Kedokteran menyelenggrakan pendidikan herbal medik ini. Dan ini juga menjadi satu kendala. Sebetulnya kalau melihat obat Fitofarmaka itu tidak jadi kendala, karena itu bagian dari suatu obat- yang sudah melalui uji pra klinik dan uji klinik. Jadi yang diresepkan adalah yang Fitofarmaka.

Ada obat antihipertensi yang diproduksi dengan senyawa kimia tapi mempunyai efek seperti ini. Lalu obat herbal yang dibuat seperti ini. Tapi sekarang masyarakat sudah mulai melek. Karena mereka beranggapan bahwa herbal itu aman, jadi sudah mulai bergeser mindsetnya.

Masyarakat semakin paham mencari informasi obat-obat yang aman, juga kebermanfaatannya. Kami juga sudah membantu mensosialisasikan Obat Modern Asli Indonesia dengan mengedukasi dokter.

Dengan melakukan kegiatan seminar dan juga kepada masyarakat keberadaan Obat Modern Asli Indonesia harus kita angkat. Dan seharusnya dokter Indonesia bangga dengan memakai produk Indonesia dan OMAI menjadi tuan rumah di negeri sendiri. *) Program Edukasi Obat Modern Asli Indonesia (OMAI).


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: