STOP Gunakan Kosmetik Bermerkuri
Tanggal Posting : Kamis, 17 September 2020 | 05:04
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 188 Kali
STOP Gunakan Kosmetik Bermerkuri
STOP Gunakan Kosmetik Bermerkuri. Badan POM pada Rabu, 16 September 2020 mulai menggulirkan kegiatan Cosmetalk untuk memberdayakan masyarakat.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. STOP menggunakan kosmetik bermerkuri, karena sangat berbahaya untuk kesehatan.  Badan POM mengingatkan tidak ada produk pemutih kulit instan.

Badan POM pada Rabu, 16 September 2020 mulai kegiatan Cosmetalk- rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa webinar untuk mengedukasi dan memberdayakan masyarakat melindungi diri dari bahaya penggunaan kosmetik mengandung bahan berbahaya.

Webinar akan diselenggarakan dalam tiga seri dengan topik yang berbeda, namun tetap mengusung tema besar: STOP Kosmetik Bermerkuri. Kali ini mengangkat sub-tema "Petaka di Balik Putih dalam Sekejap".

Diikuti lebih kurang 3.000 peserta dari seluruh Indonesia. Tidak hanya menghadirkan narasumber dari Badan POM, namun juga hadir pembicara yang merupakan pakar di bidang kosmetik dan public figure.

Kosmetik bermerkuri risikonya sangat tinggi terhadap kesehatan. Pemerintah bahkan telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri.

Sekalipun demikian, kosmetik bermerkuri masih saja dijumpai di pasaran dan umumnya merupakan produk kosmetik ilegal yang tidak terdaftar atau tidak memiliki nomor notifikasi Badan POM.

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito pada sambutannya menyebutkan bahwa penyebab masih ditemukannya kosmetik ilegal bermerkuri ini terutama karena adanya permintaan (demand) dari masyarakat. Masyarakat masih belum menyadari bahaya dari kosmetik mengandung bahan berbahaya yang dapat memberikan efek memutihkan secara instan. Juga adanya persepsi yang belum tepat, bahwa cantik itu harus putih.

"Hal inilah yang menjadi tantangan Badan POM dalam melakukan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran kosmetik ilegal berbahaya ini," jelas Kepala Badan POM sebagaimana dirilis di website Badan POM.

Menurut Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Listya Paramita, produk pemutih tidak dapat digunakan untuk mengubah genetik warna kulit. Produk pemutih yang ada hanya membantu mencerahkan warna kulit hingga batas maksimal yang mungkin berbeda-beda untuk setiap orang. "Jadi tidak mungkin ada kosmetik yang dapat mengubah warna kulit secara instan," jelas dr. Listya Paramita.

Berita Terkait: Daftar Obat Modern Asli Indonesia

Tepy Usia BPOM

Temuan Kosmetik Bermerkuri

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM,  Mayagustina Andarini menambahkan bahwa selama tahun 2003-2019, hasil pengawasan Badan POM menemukan 572 item kosmetik mengandung bahan berbahaya atau dilarang dan 195 di antaranya merupakan kosmetik bermerkuri.

"Tidak sedikit pula kosmetik tersebut merupakan produk yang sudah pernah diumumkan Badan POM dalam list Public Warning Kosmetik yang Mengandung Bahan Berbahaya yang harus dihindari penggunaannya," ungkap Mayagustina Andarini.

Peredaran kosmetik bermerkuri sebenarnya saat ini sudah banyak berkurang. Terlebih dengan adanya pembatasan dari pemerintah terhadap penggunaan merkuri, misalnya dalam alat kesehatan atau bidang pertambangan.

Perlu diwaspadai adalah peredaran produk kosmetik bermerkuri melalui penjualan daring atau e-commerce. Tidak jarang pula peredarannya dilakukan oleh reseller yang merupakan ibu rumah tangga yang tidak memahami mengenai bahaya dari kosmetik ilegal tersebut.

Pada kegiatan ini, ditunjukkan beberapa contoh produk kosmetik ilegal bermerkuri yang masih banyak ditemui beredar di tengah masyarakat. Beberapa merek yang sering muncul di antaranya adalah Krim Natural 99, Widya Temulawak Day & Night Cream, dsb. Selain itu, juga ditampilkan pengalaman dari beberapa orang yang pernah mengalami secara langsung dampak buruk dari penggunaan kosmetik ilegal bermerkuri.

Menyikapi pentingnya memutus rantai supply & demand dari peredaran produk kosmetik bermerkuri ini, Deputi II Badan POM kembali mengingatkan pentingnya masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas.

"Jangan mudah tergiur dengan iklan kosmetik yang overklaim dan hindari membeli kosmetik yang minimalis (tanpa informasi lengkap pada labelnya). Ingat selalu Cek KLIK sebelum membeli produk kosmetik, Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin edar, dan Cek Kedaluwarsa," Deputi II Badan POM menganjurkan. (Sumber Berita: https://www.pom.go.id/new/view/more/berita/19530/Talkshow-Webinar-STOP-Kosmetik-Bermerkuri--Badan-POM-Ingatkan-Tidak-Ada-Produk-Pemutih-Kulit-Instan.html) . Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: