Ramuan Jamu Saintifik untuk Gangguan Fungsi Hati
Tanggal Posting : Sabtu, 1 Desember 2018 | 06:25
Liputan : Redaksi - Dibaca : 1644 Kali
Ramuan Jamu Saintifik untuk Gangguan Fungsi Hati
Ramuan jamu saintifik gangguan fungsi hati hasil riset Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT).

JamuDigital.Com. Gangguan fungsi hati adalah gangguan atau kerusakan pada sel-sel hati sehingga menyebabkan fungsinya menjadi menurun.

Berdasarkan penyebabnya, gangguan fungsi hati dapat bermacam-macam, yaitu: perlemakan hati, hepatitis (radang hati) karena virus, obat, bahan makanan yang toksik dan sumbatan empedu, pengerasan hati (sirosis hepatis) kanker hati.

Gangguan fungsi hati kadang-kadang tidak menimbulkan gejala-gejala dan diketahui dari pemeriksaan laboratorium SGPT dan SGOT yang meningkat (>2 kali normal).

Gejala-gejala yang mungkin muncul bila ada gangguan fungsi hati, antara lain: mual, muntah, nafsu makan berkurang, mata dan kulit menjadi kuning, BAK seperti teh, BAB pucat (warna dempul), perut terasa sebah, mudah capek dan pusing.

Komposisi ramuan jamu gangguan fungsi hati untuk penggunaan satu hari, terdiri dari bahan kering:

  • Daun Jombang 12 gram
  • Rimpang Temulawak 28 gram
  • Rimpang Kunyit 6 gram

Ramuan Jamu Saintifik Hati


Cara Penyiapan:

  • Untuk memudahkan dalam penyiapan, ramuan dapat dikemas dalam kantung plastik setiap satu hari pemakaian.
  • Rebus 1 liter (5 gelas belimbing) air dalam panci stainless/kendil bertutup, hingga mendidih
  • Setelah mendidih, satu kemasan ramuan Jamu dimasukan ke dalam panci/kendil, kemudian perebusan dilanjutkan selama 15 menit menggunakan api kecil.
  • • Panci/kendil diangkat dan didiamkan hingga dingin (suhu ruang) dilanjutkan dengan penyaringan mengunakan saringan teh.

Aturan Minum:

  • Air rebusan diperoleh dibagi menjadi 3 bagian, untuk diminum 3 kali pada hari yang sama yaitu pagi, siang dan malam.

Peringatan penggunaan:

  • Ramuan jamu ini bisa menyebabkan sering buang air kecil. Hati-hati bila mengkonsumsi jamu bersamaan dengan obat yang bersifat diuretik.
  • Jombang menurunkan efektifitas antibiotik jenis kuinolon, hati-hati penggunan ramuan bersamaan dengan antibiotik jenis kuinolon.
  • Penggunaan pada ibu hamil tidak dianjurkan dan menyusui tidak dianjurkan. Hati-hati mengkonsumsi jamu bila memiliki gangguan fungsi ginjal yang berat.
  • Penggunaan ramuan yang melebihi takaran dapat menyebabkan timbulnya efek yang tidak diinginkan seperti meningkatnya asam lambung.
  • Hentikan minum ramuan jamu bila terdapat tanda-tanda alergi, ruam kulit dan kencing berlebihan.

(Sumber: Buku "Tujuh Ramuan Jamu Saintifik Pemanfaatan Mandiri Oleh Masyarakat", Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta: 2016, hal. 16). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: