Potensi Herbal Mengatasi Pandemi dan Masuk JKN-BPJS
Tanggal Posting : Rabu, 23 Juni 2021 | 09:02
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 429 Kali
Potensi Herbal Mengatasi Pandemi dan Masuk JKN-BPJS
Bahan alam bekerja tidak instan, tetapi bertahap menyeimbangkan dengan minimal efek samping.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Kalangan dokter yang memiliki atensi terhadap pengembangan herbal mendorong agar Obat Tradisional dapat dipakai dalam ranah pencegahan maupun terapi COVID-19, dan masuk JKN (dicover BPJS Kesehatan), seperti halnya di Jepang, Cina, dan negara lainnya.

Hal diatas ditegaskan oleh Dr. (Cand.) dr.Inggrid Tania, M.Si. Ketua Umum PDPOTJI (Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia) pada saat tampil di webinar ’Potensi Herbal/ Jamu Dalam Mengatasi Pandemi COVID-19,’ yang diselenggarakan oleh SGU- Swiss German University, pada Selasa, 22 Juni 2021.

Tentang kiprah dokter di bidang obat tradisional, dr. Inggrid Tania menjelaskan bahwa sejak awal peradaban manusia, manusia bergantung pada alam untuk penyehatan maupun penyembuhan. Dari bahan alam inilah kemudian dihasilkan obat.  

Indonesia adalah negara megabiodiversitas, dimana nenek moyang kita juga mendayagunakan (bukan mengeksploitasi) sumber daya alam untuk penyehatan dan penyembuhan, urainya.

Karakter Obat Tradisional/Bahan Alam

dr. Inggrid Tania menegaskan bahwa bahan alam bekerja tidak instan, tetapi bertahap menyeimbangkan dengan minimal efek samping.

Bahan alam adalah pilihan yang sangat baik untuk memelihara Kesehatan, kecantikan, kebugaran dan mencegah penyakit. Bahan alam adalah pilihan yang sangat baik untuk meningkatkan imunitas.

Bahan alam adalah pilihan yang sangat baik untuk menyeimbangkan/ menstabilkan semua system dalam tubuh.

Bahan alam adalah pilihan yang sangat baik dalam mengatasi gangguan Kesehatan ringan.  Bahan alam punya potensi yang sangat baik dalam manajemen penyakit metabolic kronik dan penyakit degenerative. Bahan alam punya potensi yang sangat baik dalam pengobatan penyakit infeksi

Potensi Jamu pada pengobatan COVID-19 sebagai imunomodulator dan anti-inflamasi, dapat langsung dibuktikan melalui uji klinik pada pasien COVID-19 dengan menilai keamanan dan efikasinya sebagai terapi simptomatik dan terapi ajuvan. Dengan uji klinik lebih realistis.

Sedangkan potensi Jamu pada pengobatan COVID-19 sebagai Anti-Virus SARS-CoV-2, masih perlu uji in-vitro dan in-vivo pada hewan coba terhadap virus SARS-CoV-2. Kemudian dilanjutkan dengan uji klinik, jelas dr. Inggrid Tania.

Mengenai lembaga yang dipimpinnya, dipaparkan tujuan PDPOTJI, adalah: Pengembangan (Edukasi Masyarakat) dan Penelitian Obat Tradisional agar memiliki Scientific and Clinical Evidence. Hilirisasi dengan Pemakaian pada Pelayanan Kesehatan, terutama oleh Dokter. Advokasi untuk Regulasi yang memberikan Legalitas Dokter Praktik Integratif dan Pendidikannya. Redaksi JamuDigital.Com

Swiss German University


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: