Optimasi Ekstraksi Bahan Minuman Tradisional Indonesia
Tanggal Posting : Kamis, 27 Februari 2020 | 07:26
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 626 Kali
Optimasi Ekstraksi Bahan Minuman Tradisional Indonesia
Prof. Dr. C. Hanny Wijaya (ketiga dari kanan), saat mengikuti Konferensi The International Society for Nutraceuticals and Functional Food (ISNFF-Icoff) 2019 di Kobe- Jepang.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Indonesia memiliki potensi pangan fungsional berupa minuman-minuman tradisional, yang dibuat dari ekstraksi bahan alami, seperti rimpang Jahe, Temulawak, daun Kumis kucing, dan Kayu secang. Kemampuan bioaktif minuman, salah satunya dipengaruhi oleh efektivitas ekstraksi komponen fitokimia dari bahan-bahan minuman tersebut.

Adalah Yunita Siti Mardhiyyaha (Departemen Teknologi Industri Pertanian, Universitas Internasional Semen Indonesia, Gresik), dan Budi Nurtama, C. Hanny Wijaya (Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Institut Pertanian Bogor) yang melakukan berjudul: "Optimasi Proses Ekstraksi Bahan-Bahan Minuman Tradisional Indonesia."

Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan proses ekstraksi yang optimal dari bahan-bahan minuman tradisional Indonesia, yaitu kumis kucing, secang, jahe dan temulawak.

Prof. Dr. C. Hanny Wijaya adalah Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor (IPB), pada 2018 terpilih menjadi Anggota kehormatan IAFoST (International Academy of Food Science and Technology).

Berikut ini, ringkasan riset "Optimasi Proses Ekstraksi Bahan-Bahan Minuman Tradisional Indonesia", semoga dapat menjadi bahan informasi dan pengetahuan yang bermanfaat:

ABSTRAK. Optimasi waktu ekstraksi daun tanaman kumis kucing dan kayu secang dikembangkan menggunakan Response Surface Methodology dengan software Design Expert 7,0. Proses ekstraksi optimum dari daun tanaman kumis kucing dan kayu secang didapatkan selama 30 menit pemanasan dalam air dengan perbandingan bahan dan air 1:25. Persamaan matematika dapat digunakan untuk memprediksi total fenol dan aktivitas antioksidan ekstrak. Peningkatan skala menyebabkan penurunan aktivitas antioksidan dan total fenol pada ekstrak daun tanaman kumis kucing dan kayu secang.

Pada skala pilot plant nilai aktivitas antioksidan 2508,9 ppm AEAC dan total fenol 926,6 ppm GAE untuk ekstrak kumis kucing dan nilai aktivitas antioksidan 1601,7 ppm AEAC dan total fenol 1319,9 ppm GAE untuk ekstrak kayu secang. Efisiensi dan efektivitas proses ekstraksi jahe diperoleh melalui pemblansiran dengan direndam air panas (90-95 derajat C) selama 3 menit, sedangkan temulawak tidak perlu dilakukan pemblansiran.

Ekstraksi jahe dengan cara tersebut mampu memberikan total fenol 2294,6 ppm GAE dan rendemen 61,1%. Prosedur ekstraksi optimum pada temulawak memberikan total fenol ekstrak 5621,8 ppm GAE dan rendemen 46,9%. Ekstrak optimum yang didapatkan dapat digunakan untuk formulasi minuman fungsional dengan berbagai manfaat bagi kesehatan.

Tentang Pangan Fungsional

Tren pangan fungsional atau pangan yang bermanfaat bagi kesehatan saat ini semakin marak di masyarakat Indonesia. Isu back to nature dan kesadaran akan local wisdom menyebabkan semakin banyak produk berklaim pangan fungsionaldikembangkan dan diproduksi yang berasal dari bahan lokal. Indonesia dikenal akan kearifan lokal yang tinggi memiliki potensi pangan fungsional berupa minuman-minuman tradisional.

Minuman tradisional di Indonesia sangat beragam dan hampir setiap daerah memiliki jenis minuman tradisional. Contoh produk minuman tradisional seperti wedang jahe, bajigur, sinom, kunyit asem,wedang pokak dan lain-lain (Septiana et al. 2017). Produk minuman tradisional ini dibuat dari ekstraksi bahan-bahan alami seperti rimpang (jahe, temulawak, kunir, dll), daun (kumis kucing, sambiloto, dll), batang (secang, kayu manis, dll) dan juga dari buah (lemon, jeruk nipis, jeruk limau, dll).

Tingginya antusiasme konsumen Indonesia terhadap minuman yang memiliki manfaat kesehatan atau minuman fungsional, mendorong peneliti mengembangkan berbagai jenis minuman fungsional baru yang berbasis bahan alami khas Indonesia. Wijaya et al. (2011) mengembang minuman fungsional berbasisdaun tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus BI. Miq) yang memiliki aktivitas antioksidan dan  antihiperglikemik. Septiana et al. (2017) bahkan mengembangkan berbagai minuman tradisional Indonesia dengan penambahan rempah-rempah lainnya.

Minuman fungsional yang dikembangkan peneliti untuk memberikan manfaat kesehatan berupa kemampuan atioksidan (Defang et al. 2015, Suratno et al. 2014), antihiperglikemik (Rekasih 2016), dan lain-lain. Di antara berbagai jenis rempah dan tanaman yang berkhasiat kesehatan, daun tanaman kumis kucing, kulit kayu secang, rimpang jahe dan rimpang temulawak dipilih dalam penelitian ini karena banyak digunakan dalam beberapa minuman tradisional Indonesia dan formulasi minuman fungsional serta memiliki manfaat kesehatan.

Efektivitas manfaat kesehatan dari minuman fungsional akan optimal jika komponen bioaktif yang berperan dapat terekstrak dengan baik dari bahan baku atau rempah yang digunakan. Selain kualitas bahan baku, proses ekstraksi yang tepat menjadi faktor yang sangat mempengaruhi mutu produk minuman yang dihasilkan.Kemampuan bioaktif minuman dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu efektivitas ekstraksi komponen fitokimia dari bahan-bahan minuman, proses pengolahan minuman (pemanasan dan pasteurisasi) serta kondisi penyimpanan. Veljovic et al. (2015) menyatakan bahwa waktu ekstraksi dan suhu sangat berpengaruh terhadap komponen bioaktif yang terkestrak.

Proses ekstraksi komponen bioaktif dari bahan baku minuman atau rempah dilakukan melalui berbagai cara. Secara konvensional, metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dan dengan pelarut (ditambah dengan pemberian panas). Adapun metode lain yang telah banyak digunakan untuk ekstraksi dengan gelombang ultrasonic, gelombang microwave, pulsed electric field serta supercritical fluida (Hidalgo and Almajano 2017). Walaupun metode maserasi dan ekstraksi pelarut memiliki banyak kekurangan karena membutuhkan waktu yang lama ataupun rendemen komponen bioaktifnya yang rendah, tetapi metode tersebut paling umum digunakan dalam proses pembuatan minuman fungsional dalam skala kecil/tradisional.

Secara umum dan sederhana pembuatan minuman tradisional berbasis rempah dilakukan dengan perebusan semua bahan menjadi satu dalam panci besar, kemudian dilakukan proses penyaringan dan pengemasan. Proses pengolahan bahan panganharus mudah diterapkan, efisien dan efektif. Cara ini tergolong cepat namun kurang efektif dalam mengkekstrak komponen bioaktif dari bahan baku.Agar didapatkan ekstrak dengan kandungan komponen bioaktif yang optimum dari masing-masing bahan, maka perlu dilakukan proses ekstraksi secara terpisah. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan proses ekstraksi yang optimal dari bahan-bahan minuman tradisional Indonesia, yaitu kumis kucing, secang, jahe dan temulawak.

KESIMPULAN. Penentuan waktu ekstraksi dan tahapan ekstraksi bahan minuman tradisional Indonesia dipilih berdasarkan rendemen serta aktivitas antioksidan dan total fenol tertinggi. Hasil optimasi proses ekstraksi pada masing-masing bahan minuman didapatkan:

  1. Ekstraksi daun tanaman kumis kucing optimum pada kondisi pemanasan air pada suhu ±95 derajat C selama 30 menit dan didapatkan nilai aktivitas antioksidan 2508,9 ppm AEAC dan total fenol 926,6 ppm GAE
  2. Ekstraksi kayu secang optimum pada kondisi pemanasan air pada suhu ±95oC selama 30 menit dan didapatkan nilaiaktivitas antioksidan 1601,7 ppm AEAC dan total fenol 1319,9 ppm GAE.
  3. Ekstraksi jahe optimum diperoleh melalui pemblansiran jahe dengan disiram dan direndam air panas (90-95 derajat C) selama 3 menit sebelum diparut dan diperasserta didapatkan total fenol 2294,6 ppm GAE dan rendemen ekstraksi sebesar 61,1%
  4. Ekstraksi temulawak optimum tanpa pemblansiran, langsung diparut dan diperas serta didapatkan total fenol ekstrak sejumlah 5621,8 ppm GAE dan rendemen sebesar 46,9%. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: