Kisaran Harga Vaksin COVID-19, Maksimum Rp.200.000
Tanggal Posting : Rabu, 14 Oktober 2020 | 07:03
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 101 Kali
Kisaran Harga Vaksin COVID-19, Maksimum Rp.200.000
Indonesia membutuhkan 340 juta dosis vaksin COVID-19. Rencananya, satu orang akan mendapatkan dua dosis vaksin dan dilakukan terhadap 170 juta masyarakat.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Direktur Utama  PT. Bio Farma (Persero), Honesti Basyir menuturkan bahwa harga vaksin COVID-19 Sinovac akan dijual sekitar Rp. 200.000 per dosis. Harga ini lebih besar dibandingkan perkiraan sebelumnya yang hanya Rp75.000 - Rp145.000.

Perkembangan vaksin Sinovac kian menggembirakan. Kemungkinan, pemerintah meminta izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), agar pemberian vaksin dapat dimulai pada Februari 2021. BPOM telah meminta hasil uji vaksin untuk diukur tingkat kemanjurannya.

Apabila vaksin terealisasi untuk dipasarkan, Indonesia membutuhkan 340 juta dosis vaksin COVID-19. Rencananya, satu orang akan mendapatkan dua dosis vaksin dan dilakukan terhadap 170 juta masyarakat. Jumlah tersebut sesuai arahan WHO, 70% dari total penduduk.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Honesti Basyir menuturkan, harga vaksin COVID-19 Sinovac akan dijual sekitar Rp. 200.000 per dosis. Angka ini lebih besar dibandingkan perkiraan sebelumnya yang hanya Rp75.000-Rp145.000.

"Harga tersebut masih bisa berubah. Sesuai apa yang akan dilakukan selama masa produksi vaksin. Jadi kami hanya menyiapkan anggaran aproksimasi. Kami berharap dengan Sinovac didapatkan maksimum Rp200.000 untuk satu dosis. Jadi kalau dua dosis Rp400.000," ujarnya, seperti dimuat Tribunnews, pada Selasa, 06 Oktober 2020.

Berita Terkait: Uji Coba Vaksin COVID-19 di Puskesmas Badung 

Selain itu, harga vaksin juga akan ditentukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hal tersebut akan diseimbangkan dengan budget yang ada. Nantinya, ada pembicaraan dengan Kemenkes agar harga produksi bisa disesuaikan.

"Kemenkes menugaskan ke kami. Kemungkinan Kemenkes dapat akses langsung. Jadi, berapanya [harga], nanti akan dilihat usai RAB di Kemenkeu," katanya. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: