![]() |
| Daun murbei dapat dijadikan kandidat obat fitofarmaka dan memiliki potensi sebagai herbal medicine. |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Salah satu dosen Prodi Bioteknologi S1 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Dr. Yasinta Ratna Esti Wulandari, M.Si., menjadi oral presenter pada International Herbal Medicine Conference (IHMC) yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) pada tanggal 5-6 Maret 2024 lalu.
Pada kesempatan itu, Dr. Yasinta Ratna Esti Wulandari, M.Si. membawakan presentasinya yang berjudul "Inhibition of the a-glucosidase enzyme from mulberry (Morus spp.) leaves extract induced by salinity stress."
Hasil penelitiannya pada tanaman murbei yang diperlakuan cekaman abiotik yaitu stres salinitas dapat menginduksi kemampuan inhibisi enzim a-glukosidase yang dihitung dari nilai IC50. Nilai IC50 yang didapat lebih baik daripada kontrol positif yang digunakan yaitu acarbose.
- Berita Terkait: Aplikasi IPTEK Nuklir untuk Sterilisasi Herbal
- Berita Terkait: Kenali Perbedaan Osteoarthritis dan Osteoporosis
- Berita Terkait: Inovasi NOSTEO dan NOKILIR Dikupas di Webinar Nasional ISMAFARSI
Dilansir dari website resmi Unika Atma Jaya, terlihat juga stres salinitas meningkatkan kandungan fenol dan flavonoid total. Pada penelitiannya ini beliau juga melakukan molecular docking, dan diperoleh senyawa resveratrol 4’-O-glucuronide sebagai inhibitor kompetitif terbaik enzim a-glukosidase.
Dengan begitu daun murbei dapat dijadikan kandidat obat fitofarmaka dan memiliki potensi sebagai herbal medicine, khususnya untuk mengatasi penyakit diabetes.
Kegiatan yang dilaksanakan secara hibrid ini dibuka oleh Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso dan juga menghadirkan Menteri Kesehatan RI, Bapak Ir. Budi Sadikin, CHFC, CLU sebagai keynote speaker. Terdapat 11 invited speaker yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, antara lain:
- Prof. Ali Ghufron Mukti, MD, M.Sc., Ph.D. (BPJS Kesehatan),
- Prof. Laksono Trisnantoro, Ph.D. (Staf Khusus Kementerian Kesehatan),
- Prof. Gerard Bodeker, Ph.D. (Oxford University, Inggris),
- Prof. Hiroko Sato, Ph.D. (Gunma University, Japan),
- Inggrid Tania, Ph.D. (Cand) (PDPOTJI),
- Yunia Annisa, MD, FINASIM (Fakultas Kedokteran UMP),
- Dilip Gosh, Ph.D. (NICM Health Research Institute, Western Sydney University, Australia),
- Dr. Prima Maharani Putri, MD, MH. (Fakultas Kedokteran UMP),
- Aye Chan Thu Zar Hlaing, MPH (Medicine University of Traditional Medicine, Myanmar),
- Alvin Lichauco Yalung, MD (Filipina), dan
- Yenni Bahar, M.Si. (Fakultas Kedokteran UMP). Redaksi JamuDigital.Com








