Mahasiswa UB Teliti Kandungan Tanaman Jarak Cina untuk Terapi Alternatif COVID-19
Tanggal Posting : Senin, 23 Agustus 2021 | 13:27
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 2045 Kali
Mahasiswa UB Teliti Kandungan Tanaman Jarak Cina untuk Terapi Alternatif COVID-19
Kelima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) melakukan riset penelitian terkait obat kumur alami berbahan dasar tanaman jarak cina sebagai terapi alternatif virus COVID-19 melalui rongga mulut.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Dinda Aprilla Salsabila (FKG), Aisyah Fitri Qurrata ‘Ayun (FKG), Annisa Putri (FKG), Dhiky Dwi Kurniawan (FK), dan Fahrunisa Tunjung Malihahsisna (FKG) dibimbing oleh Dr. Muhammad Chair Effendi, drg. SU., Sp.KGA., melakukan riset penelitian terkait obat kumur alami berbahan dasar tanaman jarak cina sebagai terapi alternatif virus COVID-19 melalui rongga mulut.

Senyawa pada tanaman jarak cina diketahui memiliki efek antiseptik yang berpotensi sama baik dengan povidone iodine. “Tanaman jarak cina banyak dikenal sebagai tanaman yodium atau tanaman betadine yang memiliki kandungan senyawa yang serupa dengan povidone iodine yang dapat dijadikan sebagai bahan dasar dari pembuatan obat kumur alami,” ujar salah satu anggota penelitian Dinda.

Penelitian ini telah terbukti melalui simulasi komputer bahwa kandungan senyawa tanaman jarak cina pada obat kumur alami berpotensi sebagai terapi alternatif untuk pengobatan COVID-19 melalui penghambatan protein dari virus tersebut.

“Harapannya, penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan dapat menjadi sebuah solusi baru dalam terapi alternatif dari pengobatan sekaligus penanganan kasus COVID-19 di indonesia,” ujar Dinda

Proses pembuatan obat kumur tanaman jarak cina menggunakan bahan aktif dari ekstrak tanaman jarak cina yang memiliki kandungan metabolit sekunder berpotensi efektif dalam membunuh virus COVID-19.

Zat aktif yang digunakan adalah ekstrak getah tanaman jarak cina, kemudian dilakukan formulasi obat kumur yang dengan eksipien yang digunakan meliputi: Na Benzoat (pengawet), gliserin (pelembab), sorbitol (menstabilkan Ph), peppermint oil (pemberi rasa), dan aquadest (pelarut).

“Sediaan ini diharapkan mendapatkan hasil yang baik untuk digunakan dalam rongga mulut, maka dari itu dilakukan evaluasi sediaan obat kumur yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji viskositas, dan uji Ph, yang mana hasilnya akan dibandingkan dengan persyaratan sediaan mouthwash pada literatur.” kata Dinda.

Kelima mahasiswa tersebut merealisasikan inovasi baru dengan bergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa-Riset Eksakta (PKM-RE). (Sumber Berita: https://prasetya.ub.ac.id/mahasiswa-ub-teliti-kandungan-tanaman-jarak-cina-untuk-terapi-alternatif-covid-19/). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2024. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: