Launching Inovatif Pelayanan Publik 2020 di Banyumas
Tanggal Posting : Minggu, 9 Februari 2020 | 09:48
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 446 Kali
Launching Inovatif Pelayanan Publik 2020 di Banyumas
Kepala Loka POM Kabupaten Banyumas, Suliyanto (Baju Putih) dan Ketua PPJAI Wilayah Barlingmascakeb, Mukit Hendrayatno (sebelah kanannya)

JamuDigital.Com. PIONER MEDIA ONLINE & MARKET PLACE JAMU INDONESIA. Loka POM Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah melaunching pelayanan inovatif dalam rangka untuk mempercepat proses ijin obat tradional agar UMKM di daerah ini terus berkembang di masa mendatang.

Kegiatan yang dilakukan pada Ju’mat, 7 Februari 2020 ini, dihadiri oleh Kepala Loka POM Kabupaten Banyumas -Jawa Tengah, Suliyanto, SH, MH dalam rangka untuk memberikan penghargaan kepada UMKM yang sudah memenuhi peraturan dalam melakukan kegiatan usahanya.

Selain itu, juga untuk mendorong pelaku usaha yang lain, agar selalu mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan pemerintah dalam melakukan produksi dan distribusi obat dan makanan yang aman. Dalam hal pengurusan ijin, maka Loka POM Kabupaten Banyumas selalu membantu dan memberikan kemudahan, sehingga pelaku usaha diharapkan tidak perlu takut lagi mengurus ijin ke BPOM.

Tampak hadir segenap Pengurus PPJAI, antara lain: Mukit Hendrayatno, ST., Ketua PPJAI (Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia) Wilayah Kerja Barlingmascakeb- Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen, Budi Pratomo, Apt., Sekretaris PJAI, Nur Cholis, Bendahara PPJAI.

Nur Cholis menjelaskan kepada Redaksi JamuDigital.Com bahwa manfaat dengan dibukanya pelayanan LOKAPOM Banyumas di Mal Pelayanan Publik memudahkan UMKM Jamu baik anggota PPJAI dan yang bukan anggota di wilayah Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara dapat lebih dekat untuk melakukan konsultasi dan pelatihan tentang Jamu.

"Juga mengangkat image Jamu di wilayah ini dengan komunikasi yang baik antara pengusaha, pemerintah dan akademisi. Harapan kami, dari PPJAI untuk perkembangan Jamu tradisional dapat lebih berkembang dengan inovasi pengolahan Jamu yang baik (CPOTB) serta sediaan yang bervariasi dan diterima oleh masyarakat umum serta kaum milenial," urai Nur Cholis.

Selain itu, lanjut Nur Cholis, juga untuk mendorong UMKM Jamu yang baru saja merintis atau yang sudah lama untuk dapat saling mendukung dengan sering berkomunikasi lintas sektoral, dan memperjuangkan Jamu sebagai warisan budaya dunia non benda.

Penghargaan dari BPOM untuk PPJAI dan Anggota

Pada acara ini, sejumlah pelaku usaha mendapat penghargaan dari BPOM yang diserahkan Bupati Kabupaten Banyumas dan Kepala LokaPOM Banyumas, yaitu:

  • PPJAI sebagai: Organisasi Pelopor Obat Tradisional tanpa Bahan Kimia Obat, diterima oleh Ketua PPJAI, Mukit Hendrayatno
  • CV GP Mandiri sebagai: Pelaku Usaha Obat Tradisional yang Inovatif, diterima oleh Direktur GP Mandiri, Nur Cholis.
  • PT Lestari Jaya sebaga:i Pelaku Usaha Obat Tradisional Teraktif, diterima oleh Direktur Lestari Jaya, Halimah.

PPJAI Award

Keterangan Foto: Para Penerima Penghargaan dari BPOM foto bersama, semoga para pengusaha Jamu di wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dan sekitarnya semakin sukses di masa datang.

Mochamad Subechan, Ketua Umum PPUIN, Ketua PPKESTRAJAMNAS, dan Griya Sehat Nektaria Honey menjelaskan bahwa pihaknya sebagai Paricara Usada yang menggunakan ramuan obat tradisonal, maka dengan adanya kemudahan perijinan satu pintu ini akan mempermudah akses Paricara Usada untuk mendapatkan produk-produk ramuan/jamu bermutu yang diperlukan saat akan memberikan ramuan kepada klien. "Sehingga ada jaminan keamanan dan manfaat dari jamu/ramuan yang diberikan kepada klien," ungkapnya.

Kemudahan akses untuk mendapatkan ijin produk dari BPOM, menjadi salah satu stimulus untuk peningkatan pengembangan produksi Jamu di berbagai daerah, dan masyarakat mendapat produk yang legal, aman dan berkhasiat. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: