Membangun Kampung Biodiversitas Ramah Keluarga dan Anak
Tanggal Posting : Senin, 2 Agustus 2021 | 06:38
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 2575 Kali
Membangun Kampung Biodiversitas Ramah Keluarga dan Anak
Kampung biodiversitas yang ramah keluarga menjadikan keluarga sebagai unit sosial terkecil akan mampu berkontribusi pada lingkungan.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Potensi biodiversitas Indonesia dapat terus ditingkatkan pemanfaatannya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sebagai sumber pangan dan obat herbal alami. Keberpihakan untuk pemberdayaan biodiversitas secara nasional sangat diperlukan.

Dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) dan Hari Anak Nasional (HAN) 2021, Penggiat Keluarga Indonesia bekerja sama dengan Koalisi Nasional Pembangunan Keluarga Indonesia dan Asosiasi Profesor Indonesia mengadakan webinar "Mewujudkan Kampung Ramah Keluarga dan Anak", pada Sabtu, 3 Juli 2021.

Salah satu pembicara yang tampil adalah Prof. Dr. Ir. Ervizal A.M. Zuhud (AMZU), MS., Divisi Bioprospeksi dan Pemanfaatan Biodiversitas Tropika, Dep. KSHE., Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, IPB University, dengen makalah "Implementasi Tata Kelola Sumberdaya Alam Bagi Kesejahteraan Keluarga dan Anak dalam KRKA."

Prof. AMZU mengusulkan agar negara sepatutnya memandatkan dengan Undang-Undang kepada semua Perguruan Tinggi dari Sabang sampai Merauke dibagi habis per kluster wilayah untuk memberdayakan dan menghasilkan Manusia Berkualitas dan IPTEKS yang tepat guna dan unggul untuk bekerja kesehariannya di desa secara sinergi berbasis sumber daya spesifik lokal, secara bersama mendampingi dan mengedukasi Masyarakat Lokal-nya

"Menjadikan semua sekolah dan universitas di masing-masing wilayah NKRI menjadi unggulan untuk menghasilkan Manusia Berkualitas dan IPTEKS untuk mengelola dan membangun SDA spesifik lokal, sehingga masyarakat berdaulat pangan dan obat sehingga sehat sejahtera," ungkap Prof. AMZU.

Media Jamu, Nomor Satu

Potensi SDA spesifik lokal sebagai sumber pangan karbohidrat protein, vitamin dan mineral di Indonesia di berbagai Kampung NKRI. Trend apa yang akan terjadi ke depan pasca Pandemi COVID-19? Globalisasi Versus COVID-19, De-Globalisasi masing-masing Negara di Dunia secara drastis mengurangi impor dan ekspor barang. Lapangan kerja di perkotaan menurun drastic. Dulu urbanisasi, sekarang ruralisasi. Maka lapangan kerja di desa harus dibuka Luas, saran Prof. AMZU.

Tantangan dan peluang besar Indonesia ke depan, Indonesia bangkit memanfaatkan dan mengembangkan Biodiversitas Spesifik Lokal dengan dukungan IPTEKS. Lokal-Modern yang dikembangkan secara mandiri dan berkelanjutan, terutama untuk dijadikan bahan pangan dan bahan obat yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan imun tubuh Anak Bangsa di setiap kampung.

Wilayah teritori kampung desa NKRI belum terkawal dan terkelola baik, oleh manusia hebat. Indonesia negara kaya biodiversitas dan barang tambang. Luas Indonesia= ± 5.180.053 Km2 (Darat = 1.922.570 km2, Laut = 3.257.483 km2). Ada 18.491 pulau: 83.931 desa (BPS, 2019): 61,7 Km2/Desa > 500.000 kampung; Penduduk ± 267 juta (BPS, 2019) ; 1.340 etnis (BPS, 2010): 34 provinsi, 414 kabupaten dan 92 kota (BPS, 2014).

Medan perjuangan API (Asosiasi Profesor Indonesia) pasca pandemi COVID-19 turun ke desa bersama mahasiswa dan masyarakat membangun Kampung Konservasi dan Pemanfaatan Biodiversitas Pangan Lokal secara Berkelanjutan di seluruh wilayah NKRI berbasis SDM dan SDA Lokal.

Apa peran API? Peran API (Asosiasi Profesor Indonesia) untuk pengembangan Kampung Ramah Keluarga dan Anak di seluruh wilayah desa NKRI Membangun kerjasama Universitas sebagai implementasi Kampus Merdeka dengan Pemda setempat sepanjang masa.

Besarnya jumlah, potensi, dan keragaman keluarga Indonesia serta masalah dan ancaman yang dihadapi keluarga Indonesia, sehingga penting untuk menguatkan ketahanan keluarga dan mewujudkan pembangunan wilayah (kampung) ramah keluarga dan anak di Indonesia. Kewilayahan kampung ramah anak dan keluarga menekankan pada dimensi ruang dan wilayah dalam meningkatkan kualitas kehidupan anak, keluarga dan kualitas lingkungan.

Pembangunan kampung yang ramah keluarga akan menjadikan keluarga sebagai unit sosial terkecil yang tidak hanya dipengaruhi tetapi juga mempengaruhi dan berkontribusi dalam lingkungan yang lebih besar.  Mengingat besarnya jumlah dan luasnya kerentanan keluarga Indonesia, maka semakin dirasakan pentingnya menyediakan dukungan percepatan perwujuduan kampung ramah anak dan keluarga, melalui optimalisasi sumberdaya pembangunan ketahanan keluarga dan membangun jejaring kerja dan komunikasi antar stakeholder pembangunan ketahanan keluarga.

Pembangunan keluarga diutamakan bersifat hulu dengan meningkatkan keterampilan hidup keluarga agar keluarga berfungsi, mampu mencegah dan meminimalisasi kerentanan dan resiko sepanjang tahap perkembangan keluarga, mencegaj berbagai masalah sosial, dan mencegah penyimpangan, kekerasan, dan kejahatan seksual. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2024. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: