Kibar Merah Putih: Membangun Ekosistem Pengembangan Jamu Indonesia
Tanggal Posting : Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:21
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 3013 Kali
Kibar Merah Putih: Membangun Ekosistem Pengembangan Jamu Indonesia
Catatan Ringkas dua peristiwa nasional hari ini, bersama Dewan Jamu Indonesia di Graha Mustika Ratu, Jakarta- 16-08-2022.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Inilah catatan ringkas saya, sehari menjelang HUT ke- 77 Indonesia merdeka, Selasa, 16 Agustus 2022. Dua peristiwa penting- di Jakarta, yang menurut saya, dapat saling menguatkan, saling memaknai dalam aura kebanggaan yang membuncah- perasaan yang haru biru- menerawang jauh di era ketika KITA BANGSA INDONESIA MERDEKA PADA 17 AGUSTUS 1945! 

Spirit heroik dua peristiwa hari ini- terekam dalam ingatan saya, menjadi pertanda bahwa kita yang sekarang menikmati Indonesia yang semakin maju ini, adalah karena perjuangan para leluhur kita- yang telah mengorbankan jiwa dan raga mereka!

Lantas, terlintas dalam benak hati sanubari...LEGASI APA yang AKAN KITA BERIKAN untuk INDONESIA?

Goresan catatan ringkas saat mengikuti rapat Dewan Jamu Indonesia hari ini, dan sambil sesekali menengok siaran dari Gedung Parlemen, Senanyan ini, semoga memberi makna untuk IndonesiaKu, tentunya bersama semua para sahabat Dewan Jamu Indonesia...!

Semoga perjuangan kita yang tidak ada seujung jari ini, jika dibandingkan gagah perkasanya para pejuang kemerdekaan Indonesia- dapat memberikan legasi dalam fase-fase pengembangan Jamu Indonesia -yang telah diwariskan leluhur bangsa Indonesia.

Tidak semua bangsa, diwariskan berupa peninggalan metode hidup sehat dengan kandungan local wisdom yang adi luhung seperti Jamu Indonesia.  

Saya mau memulai ’catatan’ ringkas saya, mohon dimaafkan jika mungkin ada paparan yang terlewat- karena saya sesungguhnya tidak benar-benar mencatat..! Lebih tepatnya, saya ingin menulis ingatan saya- yang saya ’catat’ di otak.

Dan juga menukil beberapa point penting dari isi pidato Presiden Jokowi pagi hari ini. Monggo.....!

Hari ini- dalam rangka menyambut 77 Tahun Indonesia merdeka, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-77 Republik Indonesia di Gedung Parlemen, Jakarta pada Selasa pagi, 16 Agustus 2022.

Pada waktu yang hampir bersamaan, Dewan Jamu Indonsia menggelar rapat- yang diikuti para Tokoh Jamu Nasional- untuk mencari solusi pengembangan Jamu Indonesia di tengah disrupsi era digital, dan pandemi di Graha Mustika Ratu- yang tidak terlalu jauh dari Gedung Parlemen di Kawasan Jakarta.

Rapat pada 16 Agustus 2022, dimulai pukul 10.30 WIB, dipimpin Ketua Dewan Jamu Indonesia, Mayor Jenderal TNI (Purn.), dr. Daniel Tjen, Sp.N.

Para tokoh Jamu Nasional lintas sektor yang hadir adalah: Hj. Dwi Ranny Pertiwi Zarman, SE., MH., dr. Hardhi Pranata, Sp.S., Thomas Hartono, Dipl.Ing., Prof. Dr. Ir. Bernard T. Widjaja, M.M, Dr. (C) Drs. Budiman Gunawan, Apt., MARS, Drs. Karyanto, MM, Dr.rer.nat., Apt. Chaidir Amin, Kusuma Ida Anjani, M.Bus., M.AppFin, Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander Kaliaga Ginting S., Sp.P., MARS, Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, DFM, SH, M.Si, SpF(K), Dr. Drs. Agung Eru Wibowo, Apt. M.Si, apt. Fajar Prasetya, S.Farm., M.Si., Ph.D, Apt. Kusuma Westri S.Si, Victor S. Ringoringo.

Jaya Suprana- karena berhalangan hadir menitipkan pesan heroiknya kepada Ketua GP. Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman, kemudian disampaikan kepada semua yang hadir.

Di dua tempat yang berbeda, dalam waktu yang bersamaan- ada dua peristiwa nasional yang perlu saya sampaikan. Kedua peristiwa tersebut memiliki keterkaitan, satu dengan yang lainnya.

Pertama, di Gedung Senayan tentu memiliki makna yang sangat penting bagi Bangsa Indonesia, karena besok 17 Agustus 2022- Indonesia merayakan HUT Kemerdekaan ke-77,

Kedua, di Graha Mustika Ratu, Jakarta para tokoh Jamu Nasional lintas sektoral mencoba merajut potensi-potensi pengembangan Jamu Indonesia, dengan gagasan segar untuk memulai membangun ekosistem Jamu yang terintegrasi.

Presiden Joko Widodo Menyampaikan 5 Agenda Besar Nasional

Presdien Joko Widodo di DPR 16 Agustus 2022

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-77 Republik Indonesia Tahun 2022 di Gedung Parlemen, Jakarta. Foto: Dok. Setneg.

Pidato disampaikan di depan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) serta Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Presiden Jokowi melanjutkan tradisi penggunaan busana khas daerah dalam pidatonya. Kali ini, Kepala Negara mengenakan busana adat dari Provinsi Bangka Belitung.

Mengawali pidatonya, Presiden Jokowi mengatakan, "Tantangan yang kita hadapi sangat berat. Sangat sulit. Tidak mudah. Semua negara di seluruh dunia sedang menghadapi ujian yang sama. Krisis kesehatan pandemi COVID-19 belum sepenuhnya pulih.

Perekonomian dunia juga belum sepenuhnya bangkit. Tiba-tiba meletus perang di Ukraina, sehingga krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan tidak terhindarkan lagi," jelasnya seperti dikutip di laman web setneg.go.id

Kita tahu 107 negara terdampak krisis, dan sebagian di antaranya diperkirakan akan jatuh bangkrut. Diperkirakan 553 juta jiwa terancam kemiskinan ekstrem, dan 345 juta jiwa terancam kekurangan pangan dan kelaparan.

Ujian ini tidak mudah bagi dunia dan juga tidak mudah bagi Indonesia. Semua ini harus kita hadapi dengan kehati-hatian, dengan kewaspadaan. Namun, di tengah tantangan yang berat, kita patut bersyukur, Indonesia termasuk negara yang mampu menghadapi krisis global ini.

Negara kita Indonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan pandemi COVID-19, termasuk lima besar negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia, yaitu 432 juta dosis vaksin yang telah kita suntikkan.

Inflasi juga berhasil dikendalikan di kisaran 4,9 persen. Angka ini jauh di bawah rata-rata inflasi ASEAN yang berada di sekitar 7 persen. Jauh di bawah inflasi negara-negara maju yang berada di sekitar 9 persen. Bahkan, sampai pertengahan tahun 2022 ini, APBN juga surplus Rp. 106 triliun.

Oleh karena itu, pemerintah mampu memberikan subsidi BBM, subsidi LPG, dan subsidi listrik, sebesar Rp. 502 triliun di tahun 2022 ini, agar harga BBM di masyarakat tidak melambung tinggi.

Selain itu, ekonomi berhasil tumbuh positif di 5,44 persen pada kuartal II tahun 2022. Neraca perdagangan juga surplus selama 27 bulan berturut-turut, dan di semester I tahun 2022 ini surplusnya sekitar Rp. 364 triliun.

Capaian tersebut patut kita syukuri. Fundamental ekonomi Indonesia tetap sangat baik di tengah ekonomi dunia yang sedang bergolak. Di satu sisi, kita memang harus tetap waspada dan harus tetap hati-hati. Namun di sisi lain, agenda-agenda besar bangsa harus terus kita lanjutkan untuk meraih Indonesia Maju.

Kita mempunyai kesempatan besar untuk membangun Indonesia yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan: Pertama: hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam harus terus dilakukan. Hilirisasi nikel, misalnya, telah meningkatkan ekspor besi baja 18 kali lipat. Saya ingat di tahun 2014, hanya sekitar Rp. 16 triliun, tapi di tahun 2021 kemarin meningkat menjadi Rp. 306 triliun karena sudah diekspor dalam bentuk barang setengah jadi atau barang jadi.

Kedua: sumber daya alam yang melimpah. Wilayah yang luas dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia pasti menjadi kekuatan besar Indonesia jika kita kelola secara bijak dan berkelanjutan. Ketiga: bonus demografi.

Jumlah penduduk yang sangat besar, dan didominasi oleh anak-anak muda usia produktif, serta daya beli masyarakat yang terus meningkat, akan menjadi motor penggerak ekonomi nasional dalam menghadapi kompetisi global. Kempat: kepercayaan internasional yang meningkat tajam. Indonesia diterima oleh Rusia dan juga diterima Ukraina sebagai jembatan perdamaian.  

Dengan kekuatan dan peluang besar tersebut, kita mempunyai kesempatan besar untuk membangun Indonesia yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan:

  • Pertama, hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam harus terus dilakukan.
  • Kedua, optimalisasi sumber energi bersih dan ekonomi hijau harus terus kita tingkatkan.
  • Ketiga, perlindungan hukum, sosial, politik, dan ekonomi untuk rakyat harus terus diperkuat.
  • Keempat, UMKM harus terus didukung agar bisa segera naik kelas.
  • Kelima, pembangunan Ibu Kota Nusantara harus dijaga keberlanjutannya.

"Marilah kita bersatu padu untuk Indonesia maju. Indonesia pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat. Dirgahayu Republik Indonesia," demikian Presiden Jokowi mengakhiri pidatonya.

Kibar Merah Putih: Membangun Ekosistem Pengembangan Jamu

Keterangan Foto: Rapat Dewan Jamu Indonesia, di Graha Mustika Ratu, Jakarta pada Selasa, 16 Agustus 2022.

Ketua Dewan Jamu Indonesia, Mayor Jenderal TNI (Purn.), dr. Daniel Tjen, Sp.N. mengawali memimpin rapat dengan menjelaskan potensi Jamu Indonesia yang sangat besar. Keterlibatan dari para stakeholders Jamu perlu disinergikan.

"Hari ini, terima kasih sudah berkumpul para tokoh-tokoh Jamu dari berbagai sektor. Kita ingin memetakan permasalahan yang ada, kemudian mencari solusinya. Jadi mencari solusi itu yang hari ini- akan kita bahas dengan meminta rekan-rekan semua yang hadir dapat menyampaikan pendapat dan masukkannya," dr. Daniel Tjen menegaskan.

Secara bergiliran peserta rapat menyampaikan masukan, pandangan dan usulan. Diskusi hangat berlangsung dan saling melengkapi.

10 Pokok bahasan selama diskusi adalah antara lain:

1.Tentang perlunya dukungan regulasi yang berpihak untuk penguatan pengembangan Jamu, 2.Perluasan Akses ke pasar global yang potensinya besar sekali, 3.Positioning Jamu sebagaimana histori makna Jamu yang mengandung  filosofi Djampi dan Oesodo- Jamu bukan sekedar produk- tetapi juga memiliki muatan budaya bangsa (ada aspek tangible dan aspek intangible),

4. Pemanfaatan hasil penelitian/riset khasiat tanaman obat dari berbagai lembaga riset di Indonesia untuk dapat dihilirisasi berkolaborasi dengan pengusaha Jamu. 5. Dukungan para stakeholders Jamu Indonesia untuk terus diperkuat dan disinergikan, 6. Penguatan brand Jamu- seiring dengan proses penetapan Jamu- yang saat ini sedang berlangsung- Budaya Sehat Jamu, Warisan Budaya Tak Benda Indonesia ke UNESCO,

7. Mengoptimalkan gotong royong multi pihak- Hexa Helix sebagai daya dorong pengembangan Jamu yang lebih optimal. 8. Membangun ekosistem Jamu yang terintegrasi. 9. Membawa Jamu untuk hadir dalam berbagai aspek kehdiupan berbangsa seiring dengan dinamika zaman, 10. Dewan Jamu Indonesia menjadi wadah untuk menyiapkan dan memberikan masukan macro strategic yang dapat diimplementasikan oleh para stakeholders Jamu.

Dirgahayu Tanah Air Kita Tercinta....Indonesia. Jamu Indonesia, Budaya Hidup Sehat Warisan Bangsa Indonesia, Menyehatkan Masyarakat Dunia!

Graha Mustika Ratu, Jakarta (Selasa pagi-siang, 16 Agustus 2022)

 

Salam Sehat Indonesia, Sehatnya Minum Jamu!

Karyanto- Founder JamuDigital (Tiada Jemu, Mewartakan Jamu)

Berita Terkait: Wawancara Ketum Dewan Jamu Indonesia: Jamu Mendukung Kesehatan Masyarakat dan Kemandirian Kesehatan 

Rapat Dewan Jamu Indonesia di Mustika Ratu


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2024. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: