Khasiat Pegagan Obati Tumor
Tanggal Posting : Minggu, 9 Mei 2021 | 08:22
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 268 Kali
Khasiat Pegagan Obati Tumor
Pegagan memiliki aksi sitotoksik sehingga dapat menurunkan perkembangan sel asites tumor manusia.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Pegagan merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki bergam khasiat untuk mengobati berbagai masalah kesehatan salah satunya mengobati tumor.

Pegagan yang memiliki nama latin Centella asiatica L. merupakan tema atau herba tahunan tanpa batang tetapi dengan rimpang pendek dan stolon-stolon yang melata, panjang 10 cm- 80 cm. Daun tunggal, tersusun dalam roset yang terdiri dari 2-10 daun, kadang-kadang agak berambut.

Tangkai daun panjang sampai 50 mm, helai daun berbentuk ginjal, lebar dan bundar dengan garis tengah 1 cm - 7 cm, pinggir daun beringgit sampai bergerigi terutama kearah pangkal daun. Bunga umumnya 3, yang ditengah duduk, yang disamping bergagang pendek.

Buah pipih, lebih kurang 7 mm dan tinggi lebih kurang 3 mm, berlekuk dua, jelas berusuk, berwarna kuning kecoklatan, berdinding agak tebal. Pegagan tumbuh liar di seluruh Indonesia serta daerah-daerah beriklim tropis di dataran rendah hingga ketinggian 2500 m diatas permukaan laut.

Pegagan juga dapat tumbuh di tempat yang terbuka atau sedikit kenaungan. Pada tanah yang lembab dan subur seperti tegalan, padang rumput, tepi parit, diantara batu-batu, di tepi jalan atau tembok.

Kandungan kimia dari komponen utama herba pegagan adalah triterpen: termasuk asam asiatik dan asam madekasik (6-hidroksi asam asiatik), asam terminolik, serta derivat ester triteipen glikosida: termasuk asiatikosida, asiatikosida A, asiatikosida B dan madekassosida.

Efek farmakologi sari segar herba Pegagan mempunyai aksi sitotoksik pada sel asites tumor manusia. Efek sitotoksik dan antitumor dari herba Centella asiatica ini disebabkan oleh aksi langsung pada sintesis DNA, sehingga dapat menurunkan perkembangan sel asites tumor manusia.

Penyiapan dan dosis: Dosis harian: 0,6 gram serbuk kering atau infusa 3 kali sehari. Dosis tunggal normal: 0,33 - 0,68 gram. (Sumber: Buku “Acuan Sediaan Herbal Volume Ketiga Edisi Pertama”, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI., Tahun 2006, Halaman: 76-77). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: