Jenis-Jenis Masker untuk Virus Corona
Tanggal Posting : Senin, 6 April 2020 | 13:06
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 2090 Kali
Jenis-Jenis Masker untuk Virus Corona
Berbagai macam jenis masker.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Akhir-akhir ini, masyarakat kian sibuk mencari masker untuk melindungi diri dari Virus Corona. Namun, banyaknya pilihan masker di pasaran bisa membuat Anda bingung. Untuk memilih masker, Anda perlu mengerti fungsi masing-masing masker terlebih dahulu. Simak artikel berikut ini untuk penjelasannya.

Saat ini, menggunakan masker disarankan bagi orang yang bepergian untuk mengantisipasi penularan Virus Corona. Virus ini terdapat pada percikan air liur orang yang sakit ketika ia bersin, batuk, atau bahkan saat berbicara. Penularan terjadi ketika percikan air liur terhirup orang lain yang ada di sekitar.

Berita Terkait: Tips Menggunakan Masker Agar Terhindar dari Virus Corona

Jenis masker sangat beragam. Beberapa di antaranya hanya berguna untuk menangkal polusi tapi tidak bisa menangkal penularan Virus Corona. Hingga saat ini, ada 3 jenis masker untuk Virus Corona yang disarankan kepada masyarakat:

Masker N95
Masker N95 juga disarankan untuk mencegah penularan Virus Corona. Masker yang cenderung lebih mahal dari masker bedah ini tidak hanya mampu menghalau percikan air liur saja, tapi juga partikel kecil di udara yang mungkin mengandung virus.

Dibanding masker bedah, masker N95 terasa lebih ketat pada wajah karena telah didesain secara pas untuk menutupi hidung dan mulut orang dewasa. Pada anak-anak, penggunaan masker ini tidak disarankan karena ukuran masker bisa terlalu besar sehingga tidak dapat memberikan perlindungan yang cukup.

Walaupun daya lindungnya lebih baik, masker N95 tidak disarankan untuk penggunaan sehari-hari. Hal ini disebabkan desainnya yang membuat orang yang memakai bisa sulit bernapas, gerah, dan tidak betah memakainya dalam jangka waktu yang agak lama.

Masker Bedah
Masker bedah atau surgical mask merupakan jenis masker sekali pakai yang mudah dijumpai dan sering digunakan tenaga medis saat bertugas. Masker bedah dapat dijadikan pilihan untuk mencegah penyebaran Virus Corona karena memiliki lapisan yang mampu menghalau percikan air liur.

Meski begitu, masker ini lebih efektif bila dikenakan oleh orang yang sedang sakit untuk mencegah penularan kuman ke orang lain, ketimbang oleh orang yang sehat untuk melindungi diri dari penyakit. Kebanyakan masker bedah terdiri dari 3 lapisan yang memiliki fungsi berbeda, yaitu:

  • Lapisan luar, yang antiair
  • Lapisan tengah, yang berfungsi sebagai filter kuman
  • Lapisan dalam, yang berguna untuk menyerap cairan yang keluar dari mulut.

Anda tidak disarankan menggunakan masker tanpa ketiga fungsi tersebut karena tidak efektif dalam mencegah penyakit menular, seperti infeksi Virus Corona. Masker bedah bisa didapatkan dengan harga yang murah. Ditambah lagi, masker ini juga biasa dimanfaatkan untuk penggunaan sehari-hari, baik orang dewasa maupun anak-anak. Namun, masker ini agak sedikit longgar ketika digunakan, sehingga memungkinkan partikel kecil atau udara masuk melalui sisi tepi masker.

Masker Kain
Orang sehat kini dianjurkan menggunakan masker kain. Dokter ahli paru mengatakan ini lebih baik dari pada tidak menggunakan masker sama sekali. Berikut ini kelebihan dan kekurangan masker kain:

Kelebihan: Dapat menahan droplet, Dapat dipakai berulang, Bisa dicuci dengan detergen, Bisa dipakai ditempat umum namun tetap lakukan physical distancing, harga lebih terjangkau.

Kekurangannya: Filterasinya tak seefektif masker bedah walau bisa menahan droplet, tak dianjurkan untuk keperluan medis, Dianjurkan hanya digunakan 3 jam. (Sumber Berita: https://www.alodokter.com/inilah-pilihan-masker-untuk-virus-corona). Redaksi JamuDigital.Com.

 


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: