![]() |
| Pasak Bumi merupakan habitus berupa pohon kecil atau semak yang memiliki khasiat mengobati kanker. |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Pasak Bumi telah sejak lama dipercaya sebagai salah satu bahan obat kuat herbal. Namun tahukah Anda, tanaman yang memiliki nama latin Eurycomae Longifoliae ini ternyata punya khasiat lain untuk kesehatan, salah satunya mengobati kanker.
Dibeberapa daerah Pasak Bumi dikenal dengan babi kurus (Batak), pasak bumi, bidara laut, bidara pahit, kebel, mempoleh (Bangka), tongke ali (Minangkabau), pasak bumi (Kalimantan). Pasak Bumi merupakan habitus berupa pohon kecil atau semak, tinggi hingga 10 m.
Cabang tegak, dengan daun majemuk pada cabang-cabangnya, panjang cabang daun hingga 100 cm, terdiri dari 30-40 helai daun. Helai daun berhadap-hadapan atau subopposite, lanset sampai bundartelur, 5-20 x 1,5-6 cm, dengan tepi halus.
Bunga kecil, kemerahan, berkelamin ganda dan tersusun padat. Kelopak bunga lanset sampai bundar telur atau oblong, 4,5-5,5 mm x 2-3 mm. Buah 10-17 mm x 5-12 mm. Biji buah bulat telur, berkerut, 1-2 x 0,5-1,2 cm dan berubah menjadi coklat gelap kemerahan saat masak.
- Berita Terkait: Rahasia Sains Islam Tumbuhan Obat
- Berita Terkait: Cegah Diabetes dengan Daun Salam
- Berita Terkait: Potensi Jamu Indonesia
Pasak Bumi merupakan simplisia tidak berbau, mula-mula tidak berasa, lama kelamaan agak pahit. Akar utuh atau berupa potongan tidak beraturan, berbentuk silindrik, diameter 2-7 cm atau lebih besar, panjang 10-30 cm atau lebih, bagian kulit tipis.
Permukaan luar berwarna kelabu kekuningan sampai agak kehitaman, bagian kayu umumnya berwarna kuning pucat, kadang-kadang berwarna kelabu sampai coklat muda, keras dan sukar dipatahkan.
Pasak Bumi tumbuh secara liar di hutan Malaysia, Cina dan Indonesia pada ketinggian 1000-1500 mdpl, suhu 18°-23°C. Dapat tumbuh pada ketinggian 0-2000 mdpl tapi yang terbaik adalah pada ketinggian 500-1500 mdpl.
Kandungan kimia akar Pasak Bumi yang telah diisolasi mengandung berbagai kuasinoid: laurikolakton A, eurikomalakton, 3,4 dehidroeurikomalakton, 5,6-dehidroeurikomalakton, eurikomanon, eurikumanol dan alkaloid io-hidroksisantin-6-on.
Eurikolakton A, eurikolakton B, eurikolakton C eurikolakton D, eurikolakton E, dan eurikolakton F, laurikolakton B, 2,3-dehidro-i-(4’-hidroksi-3’-metoksifenil)-propan-i-on, skopolin, 2,3-dehidro-4a-hidroksilongilakton.
Penyiapan dan Dosis: Dosis harian: 300 mg/hari, diminum dua kali sehari. Dosis maksimum: 1 g /hari. (Sumber: Buku “Acuan Sediaan Herbal Volume Keenam Edisi Pertama”, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI., Tahun 2011, Halaman: 87-88). Redaksi JamuDigital.Com








