Ketahui Penyebab dan Gejala CVS
Tanggal Posting : Jumat, 16 Oktober 2020 | 10:25
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 226 Kali
Ketahui Penyebab dan Gejala CVS
Gejala paling umum CVS atau kelelahan mata digital adalah ketegangan mata, sakit kepala, penglihatan kabur, mata kering, serta nyeri leher dan bahu.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Penggunaan komputer dan gawai jadi lebih tinggi selama pandemi. Pasalnya, kebijakan PSBB mendorong orang untuk bekerja dari rumah atau sekolah dari rumah bagi anak-anak. Mishel, misalnya, siswa kelas 2 SD di sekolah swasta di Depok.

Karena aktivitas belajar mengajar dilakukan secara daring, ia sudah siap di depan laptop sejak pukul 07.20 hingga 12.00 WIB. Hal ini sudah dilakukan sejak April 2020. Selama belajar secara daring, para guru memberikan jeda berkali-kali untuk memberikan istirahat pada anak didik guna menghindari computer vision syndrome (CVS).

Asosiasi Optometrik Amerika dalam laman aoa.org menyebutkan sindrom penglihatan komputer, juga disebut sebagai ketegangan mata digital, menggambarkan sekelompok masalah terkait mata dan penglihatan yang diakibatkan oleh penggunaan komputer, tablet, e-reader, dan ponsel yang berkepanjangan.

Banyak orang mengalami ketidaknyamanan mata dan masalah penglihatan saat melihat layar digital dalam waktu lama. Melihat komputer atau layar digital seringkali membuat mata bekerja lebih keras. Melihat komputer atau layar digital berbeda dengan membaca halaman cetak.

Seringkali huruf-huruf pada komputer atau perangkat genggam tidak jelas terlihat, tingkat kontras layar yang terlalu kuat atau adanya silau dan pantulan pada layar dapat membuat tampilan menjadi sulit. Jarak pandang dan sudut pandang bekerja dengan komputer dan gawai juga tentu berbeda dengan membaca atau menulis di buku fisik.

Akibatnya, fokus mata dan kebutuhan gerakan mata untuk tampilan layar digital dapat menambah tuntutan pada sistem visual. Dalam banyak kasus, gejala CVS terjadi karena tuntutan visual dari tugas melebihi kemampuan visual individu untuk melakukannya dengan nyaman.

Berita Terkait: Badan POM Inspeksi Pabrik Vaksin COVID-19 di Tiongkok

Berita Terkait: Wujudkan Kemandirian Industri, Kemenperin Serius Kembangkan OMAI


Risiko terbesar untuk CVS adalah orang-orang yang menghabiskan dua jam atau lebih terus menerus di depan computer atau menggunakan perangkat layar digital setiap hari.

Gejala paling umum CVS atau kelelahan mata digital adalah ketegangan mata, sakit kepala, penglihatan kabur, mata kering, serta nyeri leher dan bahu. Gejala ini mungkin disebabkan oleh pencahayaan buruk, silau di layar digital, jarak pandang yang tidak tepat, postur duduk yang buruk, masalah penglihatan yang tidak diperbaiki, dan kombinasi dari faktor-faktor ini.

Selain posisi tubuh yang tepat untuk penggunaan komputer, perlu juga memerhatikan kaitan kerja dengan komputer yang meliputi kondisi pencahayaan, kenyamanan kursi, lokasi bahan acuan, posisi monitor, dan penggunaan jeda istirahat.

Meminimalkan Terjadinya CVS:

Posisi layar komputer

Banyak orang merasa lebih nyaman melihat komputer saat mata melihat ke bawah. Secara optimal, layar komputer harus berada 15 hingga 20 derajat di bawah mata 10 sentimeter yang diukur dari tengah layar dan 50-70 sentimeter dari mata.

Bahan referensi harus ditempatkan di atas keyboard dan di bawah monitor. Jika ini tidak memungkinkan, dudukan dokumen dapat digunakan di samping monitor.

Pencahayaan

Posisikan layarkomputer untuk menghindari silau, terutama dari pencahayaan di atas kepala atau jendela. Gunakan tirai atau gorden pada jendela dan ganti bola lampu di lampu meja dengan lampu dengan daya lebih rendah.

Layar anti-silau

Jika tidak ada cara untuk meminimalkan silau, dapat menggunakan filter untuk mengurangi jumlah cahaya yang dipantulkan dari layar.

Posisi duduk

Kursi harus memiliki bantalan yang nyaman dan sesuai dengan tubuh. Ketinggian kursi harus disesuaikan agar kaki bersandar rata di lantai. Lengan harus disesuaikan untuk memberikan dukungan saat mengetik dan pergelangan tangan tidak boleh bertumpu pada keyboard saat mengetik.

Istirahat

Untuk mencegah kelelahan mata, cobalah mengistirahatkan mata saat menggunakan computer dalam waktu lama. Istirahatkan mata selama 15 menit setelah dua jam penggunaan komputer terus menerus. Selain itu, untuk setiap 20 menit melihat komputer, lihat ke kejauhan selama 20 detik agar mata memiliki kesempatan untuk kembali fokus.

Berkedip

Untuk meminimalkan kemungkinan munculnya mata kering saat menggunakan komputer, cobalah sering-sering berkedip untuk menjaga permukaan mata tetap lembap. (Sumber: Dikutip dari Majalah Mediakom Kemenkes RI., Edisi 121/ Agustus 2020, halaman 10-11). Redaksi JamuDigital.Com.

 


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: