Daun Apu-Apu Tanaman Air Pereda Demam
Tanggal Posting : Jumat, 30 Juli 2021 | 06:19
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 305 Kali
Daun Apu-Apu Tanaman Air Pereda Demam
Berikut ini cara memanfaatkan Daun Apu-Apu untuk meredakan demam.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Daun Apu-Apu atau yang sering disebut dengan Pistia stratiotes L. merupakan tanaman hias air yang memiliki khasiat untuk meredakan demam.

Dibeberapa daerah Daun Apu-Apu dikenal dengan empieng (Aceh), gaambang, sarme-sarme, sirambon (Batak), apu-apu, kapu-kapu (Jakarta), ki apu (Sunda), apon-apon, kajeng apu, kayu apu (Jawa), peyape (Madura), kapu-kapu (Bali), ki ambang, pengambang (Kalimantan Barat).

Daun Apu-Apu merupakan tanaman air yang dapat ditemukan pada ketinggian 5-800 mdpl. Terna semusim ini terapung di air dan memiliki tinggi 5-10 cm. Daun tunggal, membentuk roset akar. Helaian daun tebal berongga seperti spon, dengan ujung membulat dan berlekuk.

Pertulangan sejajar, kedua permukaan berambut, berwarna hijau cerah, panjang 1,3-10 cm, dan lebar 1,5-6 cm. akar serabut berwarna putih kotor. Daun Apu-Apu ternyata juga dapat dijadikan makanan ternak atau pupuk.

Rasa dari herba Apu-Apu pedas dan sejuk. Adapun Daun Apu-Apu berkhasiat antirematik, antiradang, peluruh keringat (diaforetik), dan peluruh kencing (diuretik). Daun Apu-Apu memiliki kandungan kimia flavonoid, tannin dan polifenol.

Bagian yang dapat digunakan dari Daun Apu-Apu adalah daunnya tanpa akar, dapat digunakan segar atau yang sudah dikeringkan. Sebagai catatan wanita hamil dilarang meminum rebusan Apu-Apu. Untuk diminum gunakan bagian daun, sedangkan bagian akarnya dibuang karena memiliki toksik.

Indikasi herba Apu-Apu digunakan untuk pengobatan: flu, demam, batuk rejan, pegal linu, bengkak terbentur, kencing nanah, gatal alergi, gatal-gatal, rash campak yang keluarnya sedikit, disentri, penyakit kulit seperti bisul dan eksim.

Cara Pemakaian: Cuci Daun Apu-Apu segar (15 lembar), lalu rebus dengan tiga gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan bagi untuk dua kali minum, pagi dan sore. (Sumber: Buku “Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 4”, dr. Setiawan Dalimartha, Jakarta: Puspa Swara, 2006, Halaman 7-8). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: