Meramu Strategi Bisnis Saat COVID-19
Tanggal Posting : Jumat, 22 Mei 2020 | 05:54
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 1726 Kali
Meramu Strategi Bisnis Saat COVID-19
Barokah Sri Utami (Emmy), Direktur Utama PT. Phapros, Tbk.:Meramu Strategi Bisnis Saat COVID-19.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Tidak mudah mengelola bisnis saat kondisi ekonomi dan sosial masyarakat berubah drastis, misalnya ketika musim pandemi COVID-19 berlangsung. Perlu kiat tersendiri meramu strategi secara cepat dan tepat.

Hal ini, juga dialami oleh Barokah Sri Utami (Emmy), Direktur Utama PT. Phapros, Tbk. Menurut dia, kendala di supply bahan baku obat- karena negara asal memberlakukan lockdown, kemudian perubahan term of payment dari supplier- salah satu permasalahan yang harus dikelola dengan baik.

"Sampai dengan April 2020 terjadi pertumbuhan penjualan lebih dari 20% dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2019. Produk yang booming saat ini adalah produk multivitamin ," ujarnya kepada Redaksi JamuDigital.Com belum lama ini.

Sebagai apoteker pecinta alam, dan tentunya tanaman obat, Emmy menyebut bahwa obat yang terbaik adalah tanaman yang hidup di sekitar kita sesuai habitatnya. Dalam kondisi pandemi seperti ini, maka kecukupan zat yang meningkatkan imunitas tubuh harus dikonsumsi secara masif, Emmy memberi saran.

Belum lama ini, majalah SWA menulis panjang lebar tentang sosok Barokah Sri Utami, simak ulasannya dibawah ini:

Emmy dan Ganjar

Keterangan Foto: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Barokah Sri Utami (Emmy), Direktur Utama PT. Phapros, Tbk. pada acara Donasi Multivitamin dan Hand Sanitizer PT. Phapros, di Semarang- Jawa Tengah, 23 Maret 2020.

Strategi Bisnis Menjawab Tantangan COVID-19.

Majalah SWA, Edisi 14 Mei-3 Juni 2020 menurunkan Sajian Utama yang mengupas kiprah- Barokah Sri Utami (Emmy), Direktur Utama PT. Phapros, Tbk. Berikut ini artikelnya:

Strategi Pemimpin Bisnis Menjawab Tantangan COVID-19. Pandemi COVID-19 langsung menimbulkan gangguan serius pada sendi-sendi bisnis mulai dari terhambatnya pasokan bahan baku, permintaan produk yang menurun drastis, hingga mandeknya jalur distribusi. Apa langkah para pemimpin bisnis, agar roda bisnis perusahaan terus berputar? Bagaimana pula mereka menyiapkan strategi pasca pandemi corona?

Kawal Pasar dengan Produk Multivitamin

Penulis: Dyah Hasto Palupi dan Vina Anggita.

Kendati industri farmasi ditengarai tergolong sektor aman dan bahkan diuntungkan dari badai pandemi COVID-19. PT Phapros tbk. memilih tidak mengeksploitasinya secara berlebihan. Perusahaan farmasi pelat merah yang beroperasi di Semarang, Jawa Tengah, ini telap menjaga produksi yang ada dalam portofolio perusahaan.

’Kami punya produk obal untuk hipertensi, diabet, dsb. yang tetap dibutuhkan. Meskipun didalam masa COVID sekarang, yang sakit (hipertensi, diabet) juga telap ada," ungkap Barokah Sri Utami, Direktur Utama PT Phapros Tbk, yang secara tersirat menegaskan kebijakan produksinya.

Diakui Emmy, panggilan akrab Barokah Sri Utami, semenjak COVID-19 datang sekitar awal Maret 2020, lanskap peniualan memang bergeser. Di satu sisi, produk unggulan Phapros, Antimo, mengalami penurunan penjualan. Meskipun sebenarnya serial Antimo bermacam-macam, ada tablet untuk dewasa, sirup untuk anak anak, dan Antimo Herbal untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh yang notabene cocok untuk kondisi sekarang, konsumen lebih menandai brand Antimo sebagai obat anti mabuk.

Di sisi lain, permintaan beberapa pilar produk spesifik multivitamin meningkat berkali-kali lipat. "Demand lebih besar dari pada supply nya," ujar Emmy sembari menyebut Becefort yang sekarang jadi primadona.

Menyiasati perkembangan sekaligus dalam upaya memenuhi permintaan pasar, perseroan mengambil keputusan menambah jumlah produksi multivitamin unggulan. yaitu Becefort. "Phapros memproduksi 1 juta boks multivitamin merek Becefort, yang memiliki kombinasi kandungan vitamin C dan vitamin E," kata Emmy. Ini, menurutnya sebagai aksi tanggap darurat yang dijalankan menyusul kenaikan permintaan ditengah pandemi COVID-19.

Dengan demikian, hingga Juni 2020 diperkirakan produksi multivitamin akan mencapai 446.000 boks. Dikatakan Emmy, selama ini produksi Becefort udah pernah mencapai jumlah sebesar itu. Tahun lalu, umpamanya, total produksi Becefort hanya mencapai puluhan ribu boks. Menurutnya, selaln Becefort, perseroan juga akan memproduksi sekitar 90.000 boks obat calcitirol atau vitamin D3 aktif hingga akhir 2020. "Vitamin D3 ini penting bagi pasien yang sudah terkena virus corona. Vitamin D3 tidak cukup didapatkan lewat berjemur. Jadi, akan banyak yang memerlukan obat ini," ungkapnya.

Bahkan rencananya, akhir Mei 2020 nanti Phapros juga akan meluncurkan vitamin C injeksi sebanyak 15.000 ampul, dan akan ditingkatkan sesuai permintaan pasar.

Dengan peningkatan jumlah produksi tersebut, produksi Phapros saat ini sudah mencapai kapasitas penuh, yaitu menjadi tiga shift untuk produksi multivitamin dan tetap hanya sampai 50% untuk produksi non muluvitamin. Emmy bersyukur, perubahan tersebut tidak terlampau mengejutkan karena sejak 2018-2019 perseroan memang telah meningkatkan kapasitas produksi.

"Jadi, kami tinggal atur dari sisi jam kerjanya, sesuai dengan berapa kali shift dilakukan," kata Emmy. Kapasitas produksi Phapros tablet saat ini sekitar 3 miliar tablet per tahun. Sekarang produksi difokuskan untuk pembuatan multivitamin Becefort dan ll. karena permintaan meningkat lebih dari lima kali.

Diakui Emmy, tantangan dalam memproduksi obat-obatan tersebut cukup besar. Pasalnya, kenaikan harga bahan baku impor yang dalam mata uang dolar US semakin membebani perusahaan mengingat nilai tukar USD yang makin menguat atas rupiah. Meski begitu, Phapros telah mengupayakan beberapa langkah untuk survival, sekaligus tetap mempertahankan pertumbuhan omset dan laba di 2020.

Diantaranya, membenahi portofolio merek yang jumlahnya cukup banyak dengan menyeleksi produk mana yang bisa dipersiapkan untuk kondisi sekarang dan produk mana yang potensial untuk masa mendatang. Varian multivitamin, produk herbal, dan desinfektan saat ini mendapat prioritas pengembangan secara intensif.

Mengapa? Karena semua bahan baku untuk herbal tersebut bisa diperoleh secara lokal jika Itu dikembangkan, Emmy yakin, ketergantungannya pada bahan baku impor tidak akan besar- berbeda dengan produk kimia, "Kami upayakan agar produk herbal ini dikembangkan dan dikomunikasikan lebih sering, yang memang tujuannya untuk meningkatkan imunitas tubuh," tekad Emmy.

Dikatakannya, obat herbal dapat menetralkan obat-obat kimia yang dipakai karena COVID, seperti chloroquin dan hydrochloroquin "Kami punya produk yang bisa menetralisir akibat obat-obat kimia tersebut. Produk-produk ini yang akan kami tingkatkan," katanya mantab. Untuk membatu memperbaki fungsi hati akibat pemakaian obat-obat kimia, termasuk obat COVID, Phapros memiliki Hepagard. Sedangkan untuk menjaga daya tahan tubuh, Phapros punya ramuan herbal bernama Antimo Herbal.

Bagi anak usaha PT Kimia Farma Tbk. ini, pandemi COVID-19 justru menjadi titik balik untuk merekonstruksi seluruh kegiatan organisasi, termasuk pola kerja perusahaan. Misalnya, ketergantungan pada orang semakin dikurangi. Mesin-mesin yang relatif baru ditingkatkan agar lebih semi otomatis.

Kemudian, demi keselamatan kegiatan mengunjungi dokter atau customer juga sudah sangat dikurangi. Sebagai gantinya, Phapros mulai menggunakan komunikasi secara virtual. "Itu membawa dampak perubahan perilaku yang luar blasa sehingga mau tidak mau harus go digital lebih cepat. Kami semua dipaksa, dan itu akan terbawa terus sampai pasca-COVID," ungkap Emmy yang diangkat sebagai CEO PT Phapros sejak 2016.

Artinya, bukan hanya manajemen organisasi yang berubah tetapi juga strategi pemasaran. Para duta Phapros yang biasa berkunjung ke rumah sakit memberikan informasi harus memakai strategi baru, yaitu lebih banyak berkomunikasi secara virtual. Selain itu, perusahaanpun harus lebih banyak memberikan pesan khusus yang berisi edukasi.

Perusahaan juga berusaha memperpendek rantai distribusi agar bisa langsung ke end user. Tetap melalui trader, tetapi harus lebih cepat responsnya. Jadi, end user bisa lebih cepat lagi mendapatkan produk Phapros melalui marketplace. Kebetulan, karena Phapros bergabung dengan Kimia Farma yang memiliki 1.300 apotek, konsumen akan lebih mudah mendapatkan produknya di sana.

Emmy yakin, pasti ada hikmah dibalik badai pandemi COVID-19 saat ini. Terutama, bagi Phapros dan anak perusahaan, Dia optimis COVID membawa dampak positif. Setidaknya, demand terhadap produk yang terkait upaya menjaga kesehatan tetap terjaga, bahkan bisa tumbuh lebih besar.

Konsumen pun berubah semakin bijak. Ke depan, konsumen pasti tidak akan terpaku pada brand, melainkan ketersediaan barang dan manfaat yang diperolehnya. "Sebelum ada COVID, konsumen masih melihat-lihat brand apa. Dengan adanya COVID ini, yang penting ada dulu, dan itu tersedia dengan mudah dan terjangkau," kata Emmy. Sehingga, hal ini harus menjadi bagian dan strategi perusahaan untuk memasarkan obat-obat terkait untuk menjaga daya tahan tubuh.

Yang penting bagi Emmy, semua pihak mendapatkan pembelajaran dari situasi yang terjadi saat ini. Sehingga, pasca corona nati, perusahaan dapat mempertahankan hal-hal baik terkait sanitasi, higenitas serta cara kerja yang aman dengan menjaga jarak, memakai masker, menjaga asupan makanan, dan lain-lain.

Yang tak kalah penting, perusahaan didorong memberikan perhatian lebih kepada karyawan. ’Pengeluaran terkait dengan kebutuhan dasar karyawan kami tingkatkan. Kami memberikan multivitamin, masker, meningkatkan makanannya," Emmy menegaskan.

Bagi Phapros, karyawan memang nomor satu "Kami mau berprestasi, dimulai dari karyawan yang happy terlebih dahulu," ujarnya. lni sepeiu logo Phapros yang menggambarkan tiga bola: karyawan, pelanggan, dan pemegang saham, sebagai prioritas layanan yang harus diberikan sesuai dengan misi perusahaan. Dikutip dari Majalah Swa, Edisi 14 Mei-3 Juni 2020.


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: