![]() |
| Indonesia memiliki beragam buah yang asli dari Indonesia. Buah-buahan ini, juga memiliki banyak khasiat. Simak yuks... |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Indonesia adalah salah satu negara mega bidoversitas dunia. Puluhan ribu tumbuhan hidup subur di Indonesia. Termasuk aneka tumbuhan yang menghasilkan buah-buahan. Berikut ini, berbagai buah asli Indonesia yang memiliki ciri khas, rasa nikmat, dan bernutrisi tinggi.
Ada banyak buah asli Indonesia yang sudah mulai langka keberadaannya dan jarang diketahui masyarakat. Berikut ragam buah asli Indonesia yang dilansir oleh Infografis Instagram @gnfi:
Bisbul. Bisbul memiliki nama ilmiah Diospyros philippensis dan disebut juga sebagai buah mentega atau buah lemak. Buah bisbul memiliki rasa yang manis, ditambah dengan aroma yang khas menjadikan buah berbulu ini mirip dengan buah kesemek.
Jika dilihat dari bagian kayu, pohon bisbul memiliki warna coklat kemerahan hingga kehitaman, dan memiliki bentuk yang lurus serta bertekstur halus. Kayu pohon bisbul dapat dijadikan sebagai bahan kerajinan untuk peralatan rumah tangga seperti gagang pisau, sisir dan peralatan lainnya.
Pada bagian daun, tanaman bisbul memiliki ukuran yang panjang, lebar dan memiliki warna hijau gelap, seperti daun tanaman hias pada umumnya. Buah ini biasa tumbuh di daerah Bogor dan dapat dipetik antara bulan Maret-Mei. Ketika sudah matang, buah ini berwarna merah tua campur kekuningan, berukuran besar, bulat dan agak pipih.
Gandaria. Memiliki nama lokal Jatake, buah gandaria tumbuh di beberapa daerah tropis di Indonesia, seperti Jawa, Sumatra, Papua, Sulawesi, dan Kalimantan.
Buah gandaria memiliki ciri berwarna hijau saat masih muda, dan sering dikonsumsi sebagai rujak atau campuran sambal gandaria. Buah gandaria yang matang biasanya berwarna kuning, memiliki rasa masam dan manis.
Tidak hanya buahnya, daun dan batang dari gandaria pun dapat dimanfaatkan. Daunnya dapat dikonsumsi sebagai lalap dan batangnya dapat digunakan sebagai papan. Gandaria yang memiliki bentuk menyerupai mangga bulat kecil ini biasa tumbuh pada bulan September-Desember.
Kemang. Apa yang Anda pikirkan saat mendengar nama ‘Kemang’? Sebuah daerah di Jakarta atau Bekasi? Tentu bukan. Kemang merupakan nama buah yang dibudidayakan di Kalimantan Timur dan Jawa Barat.
Buah sejenis mangga yang juga dikenal dengan nama Palong ini memiliki nama latin Mangifera Caesia dengan ciri mempunyai aroma buah yang harum, rasa manis sedikit masam, dan mengandung banyak air.
Kemang juga biasa dijadikan campuran es dan bahan rujak. Tidak hanya buahnya, biji kemang juga dapat dikonsumsi dalam keadaan segar dengan diiris-iris dan dimakan setelah dibumbui, serta ditambah kecap.
Daun kemang yang masih muda pun dapat digunakan untuk lalap dan kerap dihidangkan di rumah makan Sunda.
Lai. Sekilas dari tampilan, buah asal Kutai, Kalimantan Timur, bernama lai ini memang mirip dengan buah durian. Bagaimana tidak? Ternyata buah lai adalah kerabat dari buah durian dengan memiliki banyak sebutan, seperti durian tinggang, durian kuning, durian pulu, sekawi, dan lainnya.
Hal tersebut dapat dilihat dari bentuk buah lai yang berduri. Bedanya lai dengan durian ialah warna dagingnya yang berwarna kuning sangat cerah, berbeda dengan durian yang berwarna kuning pucat.
Selain itu, ukuran buah ini hanya satu sampai dua kilogram dan tidak memiliki aroma yang menyengat seperti durian. Di Kalimantan, buah lai biasa tumbuh pada bulan Januari sampai Februari.
Matoa. Matoa adalah buah khas Indonesia Timur, Papua, yang memiliki aroma sedap seperti durian dan tekstur seperti kelengkeng dengan rasa yang sangat manis.
Umumnya, buah matoa berbuah satu kali dalam setahun, biasanya pada bulan Juli sampai Oktober. Di Papua, ada dua jenis matoa, yaitu matoa kelapa dan matoa papeda.
Ciri yang membedakan keduanya adalah terdapat pada tekstur buah, matoa kelapa dicirikan dengan daging buah yang kenyal seperti rambutan aceh, sedangkan matoa papeda dicirikan dengan daging buahnya yang agak lembek dan lengket.
- Berita Terkait: Rahasia Sains Islam Tumbuhan Obat
- Berita Terkait: STIMUNO Tingkatkan Imunitas, Sebelum dan Sesudah Vaksinasi
- Berita Terkait: Potensi Jamu Indonesia
Menteng. Memiliki nama yang sama seperti kawasan elite di Jakarta, buah menteng kini sudah mulai langka ditemukan. Buah menteng mempunyai nama lain, seperti kemundung dan kepundung.
Menteng juga dikenal dengan beberapa nama lokal, seperti kisip di Sumatera, moho liok di Kalimantan, engkuni, longkuno, dan asam Tambun.
Sekilas buah ini memang seperti buah duku. Namun, menteng memiliki ciri berkulit lebih mengkilap dan memiliki rasa masam manis. Buah menteng dapat Kawan temukan di sekitar Pulau Jawa, seperti Jakarta dan Bogor.
Mundu. Mundu memiliki nama latin Garcinia dulcis dan biasa disebut sebagai apel Jawa. Buahnya dapat dimakan langsung atau diolah menjadi selai.
Mundu dipercaya sebagai tanaman buah asli Indonesia yang hanya tumbuh di Jawa dan sebagian Kalimantan. Mempunyai bentuk bulat seperti bola pingpong yang bila sudah matang, buahnya akan berwarna kuning, halus, dan tipis bagian kulitnya.
Daging buahnya berwarna kuning, berair, dan rasanya manis-manis masam dengan jumlah biji satu sampai empat butir.
Tumbuhan yang musim pada bulan Juli hingga November ini dianggap memiliki nilai ekonomi yang rendah dan tidak terlalu disukai oleh masyarakat Indonesia. Meski begitu, ternyata mundu memiliki banyak khasiat, seperti untuk mengatasi penyakit gondok, mengobati sariawan dan bau mulut, anti malaria, dan menyembuhkan luka.
Rukam. Bagi Anda yang merupakan anak tahun 90-an mungkin tidak asing dengan buah satu ini, rukam. Buah yang menjadi primadona di kalangan anak 90-an ini kini sudah mulai jarang ditemukan. Biasanya, buah rukam banyak ditemukan di Jawa dan Kalimantan.
Buah rukam atau dibaca dengan “Rukem” merupakan buah yang berwarna merah tua yang cara makannya harus dipijit dan dipencet terlebih dahulu hingga lunak, agar saat dimakan terasa lebih manis masam.
Selain dimakan langsung, buah rukam biasanya diolah menjadi selai, jelly, manisan, dijadikan tambahan dalam salad, dan makanan sampingan. Buah rukam muda mengandung tannin yang dapat dijadikan sebagai obat tradisional untuk mengobati penyakit diare dan disentri.
Tak hanya buahnya, daunnya pun dapat dijadikan jus sebagai obat untuk pelupuk mata yang meradang. Akarnya untuk dijadikan jamu dan dikonsumsi oleh wanita setelah melahirkan.
Buni. Buah buni yang dalam bahasa latin disebut bacca merupakan salah satu buah asli Indonesia yang sudah mulai langka keberadaannya. Buah ini memiliki sebutan yang berbeda di beberapa daerah, seperti di Sunda disebut buah Huni dan di Jawa disebut buah Wuni.
Buah berbentuk bulat kecil ini memiliki cita rasa yang manis, dan sedikit asam jika berwarna kemerahan. Buah buni juga bisa difermentasikan menjadi minuman beralkohol di luar negeri dan bisa diolah menjadi selai.
Daun dari tanaman buni juga dapat dijadikan sebagai lalapan dan olahan sayuran. Menariknya lagi, daun buah buni juga dapat dimanfaatkan sebagai olahan jamu.
Tidak hanya baik untuk dikonsumsi, buni juga memiliki beberapa khasiat, seperti untuk menjaga kesehatan mata, memperlancar saluran pencernaan, peremajaan kulit, mencegah hipertensi, dan mengobati bisul.
Keledang. Keledang merupakan buah langka yang berasal dari Kalimantan dengan termasuk suku buah nangka-nangkaan. Jika Kawan mencicipi buah keledang, pasti akan teringat buah nangka atau cempedak.
Sensasi rasanya merupakan campuran antara nangka dan manggis, serta daging buahnya terpisah dari bijinya, seperti nangka. Warna kulit keledang jingga kemerahan dan bentuk buahnya seperti cempedak.
Tidak hanya buahnya, keledang juga dikenal sebagai salah satu penghasil kayu yang penting. Kayunya yang berat dengan densitas pada kadar air 15 persen antara 510 – 855 kg/meter kubik dimanfaatkan untuk konstruksi berat, furnitur, pembuatan perahu, perkakas rumah tangga, peti mati, dan lain-lain.
Kelubi. Kelubi adalah buah yang hidup liar di hutan serta rawa-rawa. Buah ini mirip dengan salak. Tumbuhan kelubi tersebar di Lampung, Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Timur.
Meskipun mirip dengan salak, buah kelubi lebih kecil daripada salak. Diameter kelubi 3-5 cm dengan satu tandan besar berisi 300 sampai 400 buah. Tandan besar tersusun dari tandan-tandan kecil yang berisi sekitar 25 sampai 40 buah.
Kulit kelubi bersisik dengan warna kuning gading dan berubah cokelat saat sudah matang. Rasa buah ini asam dan sepat, berbeda dengan salak yang rasanya manis.
Kepayang. Buah satu ini memiliki banyak sebutan di beberapa daerah. Orang Sunda menyebutnya picung atau pucung, orang Jawa menyebutnya pucung, kluwak, atau kluwek, dan di Toraja disebut pamarrasan.
Bagi sebagian Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan buah satu ini. Biasanya, biji kepayang dipakai sebagai bumbu dapur untuk membuat rawon atau coto makasar yang berkuah hitam.
Tidak hanya itu, ternyata jika Kawan memakan daging biji buah kepayang dapat membuat kita menjadi pusing atau mabuk. Hal tersebut dikarenakan mengandung asam sianida dengan kadar yang cukup tinggi.
Untuk itu, sebelum dikonsumsi, biji kepayang harus diperam, direbus selama satu jam lalu dikubur dalam abu atau tanah selama 50 hari.
Kepel. Buah kepel merupakan buah yang digemari oleh puteri keraton di Jawa karena dipercaya menyebabkan keringat dapat beraroma wangi, dan membuat air seni tidak berbau tajam.
Kepel adalah nama sebuah pohon berbuah yang dipercaya memiliki makna istimewa bagi Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga digunakan sebagai identitas. Pohon kepel juga disebut sebagai lambang kesatuan dan keutuhan mental dan fisik.
Di beberapa daerah, pohon kepel mempunyai beberapa sebutan, di antaranya pohon kecindul, cindul, simpol, burahol, dan turalak. Buahnya yang matang dapat dimakan dalam keadaan segar. Daging buah kepal berwarna jingga dan mengandung sari buah dengan memberikan aroma seperti bunga mawar bercampur buah sawo.
Lobi-lobi. Memiliki nama latin Flacourtia inermis, buah lobi-lobi merupakan buah yang dapat tumbuh di wilayah tropis. Buah yang memiliki bentuk bulat dan berwarna merah tua ini mempunyai berbagai manfaat untuk tubuh. Di antaranya sebagai sumber antioksidan, dapat menurunkan kolestrol dan tekanan darah, serta dapat menjaga kesehatan usus.
Kulit buah ini lunak dengan permukaan licin. Memiliki warna merah tua hingga kehitaman, lobi-lobi mempunyai rasa yang masam hingga sangat masam, bahkan terkadang manis atau sepat. Lobi-lobi bisa dijadikan untuk rujak, selai, manisan, atau diminum sebagai sirup dengan ditambah sedikit gula agar lebih manis.
Manau. Manau adalah buah yang tumbuh dari pohon rotan dengan memiliki rasa yang masam dan manis. Buah manau banyak terdapat di daerah Kepulauan Bangka, Kepulauan Belitung, Pulau Sumatra, hingga Kalimantan.
Sekilas buah manau mirip dengan salak karena bersisik, tapi ukuran manau lebih kecil dan berbentuk oval. Nama latin dari buah manau adalah Calamus manan Miq. Buah manau dapat diolah menjadi asinan.
Wanyi. Buah wanyi adalah salah satu buah yang tergolong langka di Kalimantan. Pada tahun 80 sampai 90-an, buah ini sering dijumpai di beberapa pasar. Namun seiring berkembangnya zaman, buah wanyi saat ini sudah jarang ditemui.
Karakteristik dari buah wanyi ialah berbentuk lonjong, dagingnya mirip mangga, aromanya seperti nangka, rasa buahnya manis dan masam, serta memiliki daging berwarna putih dengan kulit berwarna hijau.
Itulah beberapa buah asli Indonesia yang sudah mulai jarang untuk ditemukan. (Sumber: Infografis Instagram @gnfi). Redaksi JamuDigital.Com









