Teknologi Nano di Indonesia Unggul di ASEAN. Apa Manfaat untuk Pengembangan Herbal
Tanggal Posting : Senin, 28 Februari 2022 | 06:00
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 534 Kali
Teknologi Nano di Indonesia Unggul di ASEAN. Apa Manfaat untuk Pengembangan Herbal
Pengembangan produk Jamu dan Obat Herbal akan terus mengikuti perkembangan teknologi, agar diperoleh khasiat yang terbaik, dan nano technology dapat menjadi bagian dari upaya tersebut.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Manfaat nano teknologi untuk kehidupan manusia sangat banyak, dan dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan. Bagaimana implementasi untuk menopang pengembangan herbal di Indonesia?

Berikut ini, wawancara khusus Redaksi JamuDigital.Com dengan, Prof. Nurul Taufiqu Rochman, Komisaris Utama PT. Nanotech Indonesia Global (NANO), pada Minggu, 27 Februari 2022.

"Di Kawasan ASEAN, sepanjang yang kami ketahui, kami mungkin adalah pemain utama, kalau tidak dikatakan satu-satunya, yang memproduksi sampai komersialisasi, seperti Jahe, Kunyit dalam bentuk nano partikel, Propolis dan ekstrak lain, ekstrak Tongkat Ali, dan berbagai macam ekstrak versi nano yang dijual di berbagai produk di Indonesia.

Dan sekarang ini, lanjut  Prof. Nurul Taufiqu Rochman, kami sedang bekerjasama dengan nano Malaysia- BUMN di Malaysia untuk membangun pabrik Nano Herbal di Malaysia.

"Di Indonesia kita belum siap ya..., regulatornya, BPOM belum punya pedoman yang kuat untuk memberikan label bahwa produk ini adalah nano. Padahal di Malaysia, bahkan didanai oleh pemerintah untuk nano label. Untuk komersialisasi produk nano di Malysia juga dibantu oleh pemerintah," ungkap Prof. Nurul Taufiqu Rochman.

Di masa depan nano teknologi akan menjadi salah satu bidang industri teknologi sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia.

Manfaat nano teknologi bagi kehidupan manusia yang sangat luas. Bahkan untuk saat ini, sudah banyak contoh penerapannya, di mulai dari bidang kesehatan, herbal, rekayasa material, dan pendidikan.

Nano teknologi merupakan sebuah teknologi yang menggunakan skala nano, atau sepermilyar dengan sifat material ukuran nano atau atom.

Pemanfaatan nano teknologi herbal juga menjadi salah satu bukti bahwa bisa diaplikasikannya teknologi tersebut untuk bidang pangan dan juga kosmetik.

Jika suatu material dibuat dalam ukuran nano, maka akan memungkinkan untuk terciptanya material dengan sifat-sifat baru yang luar biasa.

Herbal dengan dijadikan scala nano dapat menjadi obat alternatif yang fungsi dan reaksinya akan menjadi lebih cepat, dengan begini proses penyembuhan akan menjadi lebih cepat. Tidak dipungkiri herbal menjadi obat tradisional yang sangat minim sekali efek sampingnya.

10 Contoh Manfaat Nano Teknologi untuk Kehidupan Manusia:

  • Mengatasi perubahan iklim
  • Antena dari Karbon Nano tube
  • Kayu Transparan, Material Kaca di Masa Depan
  • Manfaat Nano Teknologi Untuk Transplantasi Organ Tubuh
  • Kemampuan Penyembuhan Diri
  • Pemanfaatan nano herbal
  • Pemanfaatan nano propolis
  • Nano buble untuk meningkatkan ikan tambak dan udang
  • Nano coating untuk bahan pengecetan produk agar anti air
  • Nano material

Produk nano merupakan sebuah Maha Karya yang layak dikemas dengan model dan desain yang lebih modern dan futuristik, menambah kesan produk yang lebih premium. Kualitas dan khasiat produk yang dikembangkan dengan teknologi terkini pun menjadi added value yang menarik konsumen untuk membeli produk dan menggunakannya secara kontinyu.

Memberikan unsur nanotechnology pada manfaat produk yang akan diproduksi dan di gunakan konsumen.

PT. Nanotech Indonesia Global (NANO) adalah Tech Company yang memiliki core business berupa jasa layanan sains dan teknologi berbasis research and development (R&D), rekayasa material, dan nanoteknologi.

NANO hadir untuk menjawab permasalahan, kebutuhan, dan tantangan para akademisi, investor, industri, dunia usaha, dan pemerintah yang hanya bisa direkayasa dengan sains dan teknologi.

Berawal dari kelompok penelitian nanoteknologi yang didirikan di tahun 2005, Prof. Nurul Taufiqu Rochman bersama dengan tim melakukan kolaborasi dengan para ilmuwan dan anak-anak muda visioner untuk membangun ekosistem nanoteknologi di Indonesia.

Berbagai aktivitas penelitian dan pengembangan produk baru berbasis nanoteknologi dilakukan secara aktif selama bertahun-tahun, dibantu oleh ratusan ilmuwan terbaik Indonesia. Berbagai inovasi dan terobosan baru tersebut menjadi titik tolak bagi Prof. Nurul dan tim untuk mendirikan PT Nanotech Indonesia Global di tahun 2019.

PT. Nanotech Indonesia Global (NANO) memiliki 5 lini bisnis utama yang bergerak di bidang material, kesehatan, akuakultur, inspeksi, properti, dan pendidikan. PT Nanotech Indonesia Global (NANO) memiliki misi untuk menjadi pionir dalam menyelesaikan berbagai masalah di industri dan UMKM di Indonesia dengan pendekatan sains dan teknologi terapan.

Nano Herbal Upaya Meningkatkan Efikasi

PT. Nano Herbaltama Internasional atau lebih dikenal dengan brand APIVENT berdiri tahun 2019, merupakan perusahaan maklon (toll manufacturing) untuk obat tradisional dan kosmetik dengan banyak menggunakan bahan bahan nano herbal sebagai bahan aktifnya.

Semua fasilitas produksi apivent sudah sesuai dengan standar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga secara aturan pemerintah Republik Indonesia sudah terjamin keamanannya.

PT. Nano Herbaltama Internasional adalah bagian dari PT Nanotech Indonesia Global (NANO) untuk memberikan pelayanan maklon, atau proses menjadikan nano bahan baku herbalnya. Jadi terbuka bagi perusahaan yang ingin mengimplementasikan teknologi nano.

Prof. Nurul Taufiqu Rochman menjelaskan selama ini produk herbal yang kita konsumsi dalam bentuk sajian hasil olahan yang seduh, ad juga dalam bentuk serbuk yang dimasukan ke dalam kapsul, maka zat aktifnya belum semuanya dapat terambil, sehingga tidak banyak yang dapat terserap dalam tubuh, sehingga efikasinya kurang optimal.

Dengan teknologi nano, zat aktif dalam selulosa di dalam daun atau di batang, dapat keluar dan zat aktifnya dapat keluar secara keseluruhan. Ekstraksi dengan nano, maka dimungkinkan partikel-partikel zat aktif di dalam sellulosa- karena selulosanya hancur, sehingga zak aktif dapat keluar secara keseluruhan.

Ekstraksi dengan nano, juga lebih besar perolehan randemen zak aktifnya lebih banyak, dibandingkan  dengan cara tradisional yang misalnya dipanaskan melebihi suhu tertentu sehingga dimungkinkan zat aktifnya rusak. Tidak demikian dengan teknologi nano, Prof. Nurul Taufiqu Rochman menambahkan.

"Sedehana, simple, dan zak aktifnya dapat dikeluarkan secara optimal dengan teknologi nano. Sehingga produk Jamu atau obat herbal dapat ditingkatkan efikasinya dengan nano teknologi," urai Prof. Nurul Taufiqu Rochman.

Masyarakat luas, khususnya produsen Jamu dan obat herbal dapat memanfaatkan sarana di PT Nanotech Indonesia Global, jika ingin produknya dapat diproses dengan nano technology. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: