Imunomodulator Obat Modern Asli Indonesia
Tanggal Posting : Kamis, 18 Februari 2021 | 07:05
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 200 Kali
Imunomodulator Obat Modern Asli Indonesia
Imunomodulator Obat Modern Asli Indonesia- OMAI, yang sudah di uji klinis adalah STIMUNO, selain dipasarkan di Indonesia, juga sudah masuk pasar global.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Imunomodulator Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang sudah melalui uji klinis adalah tanaman Meniran (Phyllanthus niruri)- produknya dikenal luas di pasar Indonesia dan juga di pasar Internasional yaitu STIMUNO.

Dr. Raymond R. Tjandrawinata, Pakar Farmakologi Molekuler, yang juga menjabat sebagai  Director of Business and Scientific Development,  PT. Dexa Medica menjelaskan di Indonesia sudah banyak obat yang dikembangkan dari bahan herbal. Di antaranya, ada yang telah uji klinis sebagai imunomodulator yang dikembangkan dari tanaman Meniran (Phyllanthus niruri).

"Meniran ini ternyata aktif terhadap berbagai macam patogen. Sehingga baik spesific maupun non-spesific immune system, dapat naik menggunakan tanaman dari asli Indonesia ini," urai Dr. Raymond pada Webinar "FNM FARID NILA MOELOEK SOCIETY" bertema "Pemanfaatan Herbal dalam Meningkatkan Imunitas dari Pandemi COVID-19."

Webinar yang diadakan pada Minggu, 14 Februari 2021 dibuka oleh Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM (K), Menteri Kesehatan RI., Periode 2014-2019. Dengan Moderator: Dr. dr. Ina Rosalina, M.Kes, MH.Kes, menampilkan dua pembicara: Prof. Dr. Apt. Keri Lestari, S.Si, M.Si dan Raymond R. Tjandrawinata, Ph.D, MS, MBA.

Tanaman Meniran telah melalui uji klinis untuk berbagai penyakit, salah satunya untuk pasien TBC. Dr. Raymond menambahkan akan dilakukan uji klinis terhadap Meniran untuk virus SARS-COV-2. Disebutkan salah satu artikel dari jurnal Medicine mengenai study protocol clinical trial dari Phyllantus Niruri untuk pengobatan infeksi virus SARS-COV-2 gejala ringan hingga sedang.

"Banyak sekali obat herbal di Indonesia. Penggunaan yang sudah diuji klinis, salah satunya adalah meniran, kenapa kita nggak gunakan itu? Pastinya para petani juga akan sejahtera karena dibeli bahan bakunya. Kita menunggu kejayaan Obat Modern Asli Indonesia," tutur Dr. Raymond.

OMAI Diresepkan Dokter

Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM (K), Menteri Kesehatan RI., Periode 2014-2019 mengungkapkan sangat setuju dengan statements yang dikatakan Prof. Keri dan Pak Raymond. Barangkali memang betul, Kita harus berjuang.

"Bagaimana OMAI dapat dipakai masyarakat Kita, diberikan oleh Tenaga Kesehatan oleh Dokter. Mungkin Kita harus berjuang memasukan OMAI ke dalam Kurikulum Pendidikan Kedokteran," ungkapnya.

Indonesia memiliki biodiversitas tumbuhan ada sekitar 30.000 spesies tumbuhan yang berada di hutan tropis dan ada 9.600 spesies yang diketahui mempunyai khasiat obat. "Yang mana barang kali belum banyak dimanfaatkan," lanjut Menkes Kabinet Kerja Era Presiden Joko Widodo ini.

Prof. Dr. Apt. Keri Lestari, S.Si, M.Si pada saat diskusi mengatakan: "Saya sepakat apa yang Pak Raymond katakan, mari kita manfaatkan obat herbal Indonesia untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita dimasa pandemi COVID-19."

Karena, lanjut Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Apoteker Indonesia ini, dengan menggunakan obat herbal Indonesia, maka kita akan meningktakan kondisi perekonomian di negeri kita. Selain itu juga jika kita menemukan obat herbal dari luar.

"Kita harus tahu, bagaimana data uji pra klinik dan uji kliniknya yang akan menjadi evidence base terhadap obat tersebut sesuai dengan klaim yang dinyatakan," jelasnya.

Dan jangan lupa kalau itu sifatnya sediaan, gunakanlah obat yang sudah terdaftar di BPOM karena itu kan menjadikan jaminan kualitas, kemanan, dan khasiatnya. Dan terkahir dari saya, semoga dengan adanya pandemi COVID-19 ini ada peningkatan dan kemajuan terhadap obat herbal sebagai tuan rumah di negeri sendiri, sebagai menjaga khazanah kekayaan obat herbal Indonesia yang dimanfaatkan langsung oleh masyarakat Indonesia.

Memang kalau memakai OMAI, dosisnya lebih terukur. Efektivitas dan toksisitasnya lebih terukur. BPOM sendiri menempatkan strata dari OMAI ini lebih dekat dengan obat konvensional. Jadi uji pra-klinik dan uji klinik perlakuannya sama seperti uji obat konvensional. Jadi standarisasi uji pra-klinik dan uji kliniknya sudah ada pada OMAI ini. Sementara yang rebusan penggunaanya lebih kepada empiris.

Raymond menambahkan, kenapa orang bicara Panax gingseng dari Korea. India punya Ayurveda dan Aswaganda sebagai molekul nasionalnya India, di China apalagi banyak. Tetapi kita, di Indonesia masih belum memastikan bahwa OMAI ini digunakan di Indonesia oleh para dokter.

Jika ini terjadi, maka Indonesia mempunyai kebanggan tersendiri. Karena peneliti seperti Prof. Keri ini akan bangga kalau hasil penelitiannya digunakan oleh seluruh dokter di Indonesia di Fasilitas Kesehatan. Dan para peneliti di Indonesia masih sangat menunggu hal itu terjadi.

Sampai tahun 2021 pun, belum terjadi. Karena penggunakan OMAI belum merata dan memang ada beberapa dokter kita yang belum terinformasi dengan baik tentang obat herbal, ujar Dr. Raymond. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: