Bisnis Inklusif Berdasarkan Kearifan Lokal
Tanggal Posting : Minggu, 20 Desember 2020 | 09:41
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 254 Kali
Bisnis Inklusif Berdasarkan Kearifan Lokal
Dr. (H.C) Martha Tilaar, Founder & Chairwoman Martha Tilaar Group, berbagi cerita mengenai Bisnis Inklusif Martha Tilaar Group Berdasarkan Kearifan Lokal.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Pada Kamis, 10 Desember 2020, Universitas Padjajaran dan Leiden University menggelar seminar internasional secara virtual bertajuk "Indigenous Knowledge for Sustainable Development."

Salah satu pembicaranya adalah Dr. (H.C) Martha Tilaar, Founder & Chairwoman Martha Tilaar Group. Pada kesempatan ini, dia berbagi cerita mengenai Bisnis Inklusif Martha Tilaar Group berdasarkan Kearifan Lokal. 

Seperti yang sudah banyak diketahui, Martha Tilaar Group bermula dari salon kecil di garasi rumah. Martha Griya Salon yang memperkenalkan perawatan tradisional berbasis tanaman herbal kearifan lokal diperkenalkannya kepada publik dan tentu saja inovasi bisnis kecantikan ini membuat sosok Martha dikenal publik secara luas.

Perjuangan dan kerja kerasnya membuahkan sukses bahkan hingga mendunia. Kini, usahanya kian berkembang dengan berdirinya pabrik kosmetik PT Martina Berto, Tbk. Di bawah payung Martha Tilaar Group, perusahaannya kini telah memiliki beberapa anak perusahaan dan mempekerjakan sekitar 6.000 karyawan, yang 70% di antaranya adalah perempuan.

Martha Tilaar Group berkomitmen menerapkan bisnis inklusif. Tujuannya antara lain adalah menciptakan inovasi, berkontribusi untuk membantu memperbaiki kesejahteraan masyarakat, memastikan sustainability dan traceability, menciptakan daya saing pasar, dan memperoleh pendapatan. 

Berita Terkait: Martha Tilaar Spa, Modernisasi Kearifan Lokal
Berita Terkait: Keunggulan Obat Modern Asli Indonesia

Satu kunci sukses bisnis Martha Tilaar, fokus pada satu bidang, yakni kecantikan. Sementara untuk kunci strategi bisnis inklusif, ia fokus pada lima hal:

  • Fokus pada bidang usaha sebagai perusahaan kecantikan dan produk herbal
  • Dream big, start small, and work fast
  • Kreatif dan inovatif dengan berlandaskan pada kearifan lokal
  • Melestarikan dan memanfaatkan keanekaragaman hayati asli Indonesia untuk pasar global
  • Bekerja sama dengan petani untuk memperkuat kemampuan mereka dalam bercocok tanam dan aktivitas pasca panen
  • Pemberdayaan perempuan
  • Membangun kemitraan yang kuat dengan berbagai pemangku kepetingan (multistakeholders)

Implementasi bisnis inklusif tersebut berlandaskan pada 4 pilar perusahaan. Martha Tilaar Group sejak awal berdiri telah memposisikan diri sebagai mitra msyarakat khususnya perempuan Indonesia untuk tumbuh dan berdaya. Tahun 2010, Martha Tilaar Group mencanangkan empat pilar untuk mendukung terwujudnya kegiatan tanggung jawab sosial dari perusahaan sekaligus mengerucutkan program-program sosial yang telah dimiliki. Empat pilar tersebut terdiri atas Beauty Green, Beauty Culture, Beauty  Education, dan Empowering Women.

Melalui keempat pilar tersebut aktivitas maupun program-program yang dilakukan oleh Martha Tilaar Group  menjadi lebih mudah dimonitor dan diukur keberhasilannya.

Kesinambungan program di setiap pilar tidak hanya dilakukan oleh Martha Tilaar Group sendiri, tapi juga melibatkan pihak lain, seperti akademisi, komunitas, perusahaan, dan pemerintah.

Empowering Women. Program Beauty in Women banyak beririsan  dengan program Beauty Education. Pemberdayaan perempuan dilakukan melalui pelatihan keterampilan atau keahlian.

Beauty Green. Menurut Martha Tilaar, kekayaan alam yang telah kita ambil atau manfaatkan wajib dikembalikan. Prinsip tersebut menjadi komitmen Martha Tilaar Group untuk terus berkontribusi melestarikan dan merawat kekayaan alam Indonesia melalui program Sustainability.  

Martha Tilaar Group melakukan beberapa misi hijau, seperti Program Grebeg Air Gajah Wong, penanaman pohon dan pengembangan kawasan hijau, serta pengembangan pendidikan lingkungan.

Beauty Culture. PT Martina Berto, Tbk memproduksi kosmetik dari bahan-bahan khas Indonesia. Identitas kebangsaan ditunjukkan melalui tren warna tahunan yang diusung produk Sariayu sejak tahun 1987, seperti Senja di Sriwedari (1987), Lenggang betawi (1995), Mentari Pagi Bromo (1999), Eksotika Bali (2005), Etnika Nusa Tenggara (2012), Inspirasi Borneo (2014), dan Inspirasi Krakatau (2016).

Martha Tilaar Group menyadari pentingnya lokalitas terkait produk kosmetik dan herbal. Untuk itu Martha Tilaar Group secara konsisten mengembangkan teknik budidaya tanaman kesehatan dan kosmetik untuk menghasilkan kualitas bahan yang baik dan memberikan pelatihan pada para petani.

Konsentrasi pada pelestarian budaya juga terwujud dari terbentuknya Rumah Gombong yang saat ini menjadi sentra kegiatan budaya dari beragam komunitas dan ikon wisata di Gombong.

Beauty Education. Martha Tilaar memiliki perhatian khusus pada pendidikan dan selalu ingin berbagi. Martha Tilaar Group yakin pendidikan kepada perempuan bisa membuat mereka berdaya dan berkontribusi bagi kemajuan negaranya.

Martha Tilaar Training Center dan Puspita Martha Beauty School mendidik para perempuan menjadi ahli di bidang kecantikan, seperti ahli tata rias dan terapi spa. Martha Tilaar Group memiliki harapan agar para perempuan yang ekonominya menengah ke bawah tidak perlu menjadi TKI di luar negeri. Hal ini juga untuk menghindari perdagangan manusia yang masih sering terjadi di daerah-daerah tertinggal.

Program pelatihan dan pendidikan yang diberikan oleh Sustainability Martha Tilaar Group juga bertujuan untuk menjadikan individu maupun suatu kelompok masyarakat menjadi agen perubahan. Artinya, setelah mendapat pelatihan atau pendidikan dan berhasil, mereka akan menjadi pelatih bagi komunitas-komunitas di sekitarnya. Dengan demikian, semakin hari jumlah masyarakat, khususnya perempuan, yang berdaya dan mandiri semakin banyak.

Ini sejalan dengan tujuan Martha Tilaar Group yang tidak sekadar fokus pada profit semata namun pada 2 P (People & Planet) karena Martha Tilaar Group percaya perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar kembali (pay back) kepada masyarakat dan alam. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: