Martha Tilaar Spa, Modernisasi Kearifan Lokal
Tanggal Posting : Rabu, 16 Desember 2020 | 07:11
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 343 Kali
Martha Tilaar Spa, Modernisasi Kearifan Lokal
Martha Tilaar Salon & Day Spa mengembangkan Empat Ethnowellness menjadi Empat Jenis perawatan spa modern.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Pemanfaatan kekayaan alam berupa rempah-tanaman obat dan kearifan lokal yang dimodernisasi  dijadikan Martha Tilaar sebagai keunggulan daya saing dalam mengusung bisnis Martha Tilaar Spa.

Ini selaras dengan prinsip utama pengembangan bisnis Martha Tilaar, yaitu Power Five: Indonesian Concept, Innovative and Creative, Tradition to Modern Lifestyle, Empowering Women, dan Local Wisdom Go Global.

Terkait dengan bisnis Spa, tentunya lekat dengan Empowering Women yang merupakan upaya mensejahterakan wanita lokal Indonesia, dengan memberikan peluang berkarya dan bahkan terjun berbisnis spa melalui program beasiswa di Martha Tilaar Training Center.

Sebagaimana diungkapkan oleh Ita Utamiwati, General Manager Martha Tilaar Spa- yang menjadi pembicara pada webinar "Investasi Industri dan Kebangkitan kembali Pariwisata dan Ekspor Indonesia dengan Dukungan dari Jamu, Suplemen Kesehatan, Rempah-rempah, Kosmetik, Spa dan Aromaterapi Indonesia," pada 10 Desember 2020.

Membawakan topik berjudul "Martha Tilaar Spa, Kearifan Lokal yang Mendunia," Ita Utamiwati memaparkan bahwa Indonesia adalah salah satu negara kepulauan terbesar di Indonesia dunia, dengan lebih dari 17.000 pulau, 400 gunung berapi dan dari sebagian besar hutan tropis di dunia, 10%nya berada di Indonesia.

Terdapat 14-29 jenis ekosistem alami juga sekitar 30.000 spesies tumbuhan dan 7.000 di antaranya diduga memiliki khasiat sebagai obat. Sekitar 90% dari tanaman obat di Asia banyak tumbuh di Indonesia. Dari 940 spesies yang dieksploitasi oleh masyarakat, hanya 120 spesies yang terdaftar Materia Medika Indonesia

Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang berlimpah. Terdiri dari ratusan suku bangsa menjadikan Indonesia negara yang kaya akan nilai kebudayaan dan adat istiadat. Uniknya, dari ratusan kebudayaan, setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing, tiap-tiap daerah memiliki rangkaian ritual yang berbeda menurut kepercayaan mereka. 

Sejak abad ke-9, Indonesia telah mengenal spa, terbukti dari ditemukannya tempat pemandian Jalatunda yang dibangun oleh Raja Erlangga sebagai tempat berendam untuk membersihkan diri dan meningkatkan keseimbangan jiwa dan raga. Bukti lainnya juga terdapat pada pahatan Candi Borobudur yang menggambarkan kehidupan masyarakat saat itu, Ratu Maya sedang dipijat oleh dayang-dayangnya.

Berita Terkait: Martha Tilaar Group Berdayakan Perempuan 

Berita Terkait: Keunggulan Obat Modern Asli Indonesia

9 Ethnowellness Indonesia

Seiring berjalannya waktu, lanjut Ita Utamiwati, tradisi tersebut masih terus dilanjutkan namun dikemas dengan gaya yang modern untuk mengikuti perkembangan jaman. Kementrian Pariwisata Indonesia telah menetapkan ada 9 Ethnowellness Indonesia, berasal dari berbagai daerah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. "Ethno" berarti "etnik/budaya" dan "wellness" berarti "penyembuhan".

"Maka ethnowellness secara etimologis dapat berarti ritual penyembuhan dengan ciri khas budaya. Ethnowellness merupakan rangkaian spa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia," jelas Ita Utamiwati.

Kesembilan Ethnowellness tersebut adalah: Lulur dari Jawa, Boreh dari Bali, Bakera dari Minahasa, Batimung dari Banjar, Oukup dari Batak, Batangeh dari Minangkabau, Bedda Lotong dari Bugis, So’oso dari Madura, dan Tangas dari Jakarta.

Dengan maksud melestarikan budaya dan menarik manfaat kearifan lokal, Martha Tilaar Salon & Day Spa mengembangkan 4 macam ethnowellness menjadi 4 jenis perawatan spa modern.

1.Lulur. Bersumber dari buku catatan di Keraton Surakarta, kegiatan luluran dan berendam dalam air sudah dilakukan sejak lama di Langenharjo, pemandian keluarga kerajaan dengan mata air suci untuk memurnikan jiwa dan raga. Untuk mewujudkan kesehatan dan kecantikan yang seimbang, tradisi Jawa mengandalkan rempah-rempah berupa kunyit yang dikenal dengan lulur, beragam bunga seperti mawar, melati dan kenanga.

Masyarakat Jawa percaya akan ramuan lulur Malih Warni yang berarti mengubah warna dengan khasiat mencerahkan dari kandungan kunyit, akar wangi, kayu cendana, dan biji pinang.

2. Boreh: Kehangatan herbal Bali. Bali dikenal dengan berbagai resep pengobatan tradisional yang menggunakan bahan-bahan alam. Perawatan khas Bali dikenal dengan boreh, yang diturunkan dari nenek moyang orang Bali.

Istilah boreh mengacu kepada ramuan rempah-rempah seperti jahe, kelapa, pala, cengkeh, dan cendana yang "diborehkan" atau dioleskan pada tubuh hingga mengering. Boreh diandalkan sebagai pengobatan alternatif untuk mengatasi rasa pegal pada tubuh maupun bagian tubuh yang sakit, seperti perut, dahi, wajah, kaki, dan ubun-ubun. 

3.Bakera: Detoks cara Minahasa. Masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara, percaya bahwa ada unsur ’panas dan dingin’ dalam tubuh manusia. Jika salah satu unsur tersebut hilang, maka dapat mengambil unsur ’panas dan dingin’ dari alam sekitar. Konsep inilah yang menjadi konsep kesehatan tubuh yang bertajuk bakera.

Awalnya, perawatan bakera merupakan ritual kesehatan untuk wanita pasca melahirkan, berkhasiat untuk mengencangkan organ intim kaum wanita dan memperlancar peredaran darah. Namun seiring berjalannya waktu, bakera dapat dinikmati siapa saja tanpa batasan gender. Bahan yang digunakan ialah daun puring, daun balaci, daun cengkeh, dan daun kayu manis untuk antibakteri tubuh. 

4. Batimung: Relaksasi pijat Banjar. Tradisi asal Kalimantan Selatan ini mengandalkan tiga teknik gerakan memijat, dikenal dengan batimung. Gerakan pijat tersebut berfungsi untuk melancarkan metabolisme tubuh, membuang kotoran dan keringat, serta relaksasi otot dan sendi tubuh. Memanfaatkan rempah-rempah seperti pulesari, pucuk ganti, serta mesoyi, yang berperan untuk mengangkat sel kulit mati dan merangsang regenerasi kulit agar kulit tampak sehat. Batimung dilakukan oleh pria dan wanita yang akan melangkah ke jenjang pernikahan, dan dilakukan turun temurun.

Martha Tilaar Spa selalu melakukan inovasi setiap tahunnya. Dan pada tahun ini, Martha Tilaar Spa berkomitmen untuk mengembangkan Ethnowellness terbaru. Sembilan ethnowellness yang dimiliki Indonesia tentu saja merupakan eksotisme spa Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain. Terlebih lagi, spa Indonesia memiliki kearifan lokal yang diwariskan turun temurun. 

Sebagai bagian dari Martha Tilaar Group, Martha Tilaar Spa yang berada di bawah payung PT Cantika Puspa Pesona juga turut menerapkan Empowering Women dan Beauty Education. Melalui Martha Tilaar Training Center dan Puspita Martha Beauty School sejak 2005, Martha Tilaar Group telah memberikan beasiswa bagi banyak perempuan dari keluarga ekonomi lemah. Mereka dididik sebagai terapis kecantikan untuk salon dan spa.

Hingga saat ini sudah ada 6000 alumnus yang terlatih dan memiliki keahlian sehingga terhindar dari perdagangan perempuan dan mampu meningkatkan perekonomian keluarga. Pelatihan untuk calon terapis tersebut dilakukan di Martha Tilaar Training Center (sebelumnya bernama Balisari) yang berlokasi di Kampoeng Djamoe Organik Cikarang, Jawa Barat. Training center ini didirikan atas dasar pemikiran Dr. (HC) Martha Tilaar yang berusaha keras agar para perempuan dapat diberdayakan karena keterampilan yang dimiliki.

Tersebar di seluruh wilayah di tanah air, Martha Tilaar Spa kini memiliki 46 outlet di Indonesia dan 2 outlet di Brunei Darussalam yang terdiri atas 41 Martha Tilaar Salon & Day Spa, 4 Martha Tilaar Express, dan 1 Sariayu Halal Beauty Center. Redaksi JamuDigital.Com

 


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: