![]() |
| Rotator Cuff adalah sekelompok otot dan tendon yang mengelilingi sendi bahu, bertanggung jawab memelihara kestabilan dan pergerakan bahu. |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Pada pasien dengan cedera rotator cuff kualitas tidur dapat terganggu, hanya 11% pasien dengan cedera rotator cuff yang dapat tidur dengan normal, sedangkan kualitas tidur sangat berpengaruh penting dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan pada manusia.
Apa itu Rotator Cuff?
Rotator Cuff adalah sekelompok otot dan tendon yang mengelilingi sendi bahu, bertanggung jawab memelihara kestabilan dan pergerakan bahu. Ketika struktur yang kompleks ini mengalami cedera, menimbulkan rasa nyeri, ketidaknyamanan, dan dapat menyebabkan berbagai gangguan tidur.
Seperti dikutip melalui laman Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia, sebagian besar pasien dengan cedera rotator cuff memiliki peningkatan kualitas tidur setelah ditangani. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa kualitas tidur dapat dipengaruhi oleh nyeri bahu.
- Berita Terkait: 3 Herbal Ampuh Untuk Pengobatan Patah Tulang
- Berita Terkait: JamuDigital dan NOSTEO NOKILIR Diundang Mengikuti Expo Nasional di Bandung
- Berita Terkait: 5 Aneka Buah Pereda Demam
Maka dari itu, jangan meremehkan nyeri pada bahu, terutama akibat cedera pada rotator cuff. Cedera rotator cuff dapat menyebabkan sebuah efek domino yang dapat memengaruhi kualitas tidur sehingga berdampak kepada kualitas hidup secara keseluruhan.
Meskipun demikian, hubungan jelas antara cedera rotator cuff dan faktor-faktor penyebab gangguan tidur masih diperdebatkan.
Nyeri dan ketidaknyamanan.
Salah satu faktor utama yang dapat memengaruhi kualitas tidur adalah adanya nyeri dan ketidaknyamanan. Kualitas nyeri pada cedera rotator cuff dapat berupa rasa seperti ditusuk-tusuk, dan nyeri tajam sehingga dapat membuat pasien terjaga.
Penyebab nyeri bahu yang meningkat pada malam hari ini belum diketahui secara jelas dan peningkatan produksi sitokin inflamasi diduga memiliki peran dalam peningkatan nyeri.
Pergerakan terbatas dan posisi tidur.
Cedera rotator cuff dapat mengakibatkan terbatasnya pergerakan pada bahu yang cedera. Keterbatasan ini dapat menyebabkan pasien sulit untuk mencari posisi tidur yang nyaman.
Berbaring pada sisi bahu yang cedera secara logis tidak nyaman, dan berbaring pada sisi bahu yang tidak terdampak dapat meregangkan bahu yang cedera, dan menyebabkan ketidaknyamanan akibat mempertahankan posisi yang dipaksakan.
Pasien dengan nyeri bahu cenderung berpindah posisi saat tidur dan kesulitan untuk menemukan posisi tidur yang nyaman. Terlebih lagi, gerakan involunter (tidak disadari) saat tidur juga dapat menambah ketidaknyamanan pada bahu yang cedera dan menyebabkan tidur yang tidak berkualitas.
Bahaya Gangguan Tidur
Gangguan tidur yang diakibatkan oleh nyeri bahu dapat meningkatkan kecemasan dan depresi pada pasien. Gangguan tidur secara kronik dapat mengakibatkan kurang konsentrasi, penurunan fungsi kognitif, dan peningkatan iritabilitas.
Tidur yang cukup memiliki peran penting pada penyembuhan, dan produksi steroid anabolik. Penyembuhan yang terhambat dapat membuat nyeri bertambah sehingga berakhir pada siklus antara peningkatan nyeri bahu dan gangguan tidur yang semakin parah.
Secara garis besar, gangguan tidur dapat secara langsung berpengaruh terhadap kualitas hidup seseorang. Redaksi JamuDigital.Com










