Bude Jamu Tampil di Pameran Pembangunan Kesehatan HKN 2019
Tanggal Posting : Sabtu, 9 November 2019 | 05:53
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 219 Kali
Bude Jamu Tampil di Pameran Pembangunan Kesehatan HKN 2019
Miss Earth Indonesia 2019, Chintia Kusuma Rani dan Founder Jamu Digital, Karyanto menikmati segarnya Jamu Gendong racikan Mba Lasmi di Pameran Pembangunan Kesehatan HKN 2019.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Bude Jamu tampil di Pameran Pembangunan Kesehatan HKN 2019 yang diadakan di ICE BSD, Tangerang pada 7-9 November 2019.

Bude Jamu adalah Gerakan Nasional Bugar dengan Jamu (Bude Jamu) yang diluncurkan Kemenkes RI. pada 14 November 2014.

Pameran Pembangunan Kesehatan dalam rangka Peringatan HKN ke-55 Tahun 2019 yang bertema: Generasi Sehat, Indonesia Unggul, diikuti oleh 296 booth. Salah satu booth tersebut adalah Bude Jamu yang menyajikan aneka Jamu Gendong, dan Nasi Pecel.

Para pengunjung dapat menikmati aneka Jamu Gendong dan nasi pecel di stand Bude Jamu- selama pameran berlangsung. Tampak Hadir Miss Earth Indonesia 2019, Chintia Kusuma Rani dan Founder Jamu Digital, Karyanto yang ikut menikmati segarnya Jamu Gendong yang disuguhkan Mba Lasmi-dari Komunitas Jamu Gendong Jakarta.

Sejumlah industri farmasi ikut pameran ini, antara lain: Dexa Group, Kalbe Farma, Phapros, Biofarma. Dari Industri Obat Tradisional (IOT) dan UKOT (Usaha Kecil Obat Tradisional): PT. Industri Jamu Borobudur, PT. Industri Djamu dan Farmasi Tjap Djago, PT. Royal Medicalink, PT. Sido Muncul, PT. Sinde Budi Sentosa, PT. Ultra Prima Abadi, PT. Ultra Sakti, PT. Phytochemindo Reksa, CV. Vermindo Internasional, PT. Dami Sariwana.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI., Engko Sosialine Magdalene dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan pameran ini adalah untuk menyampaikan informasi, edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat, mensosialisasikan program dan kebijakan Kementerian Kesehatan secara langsung, sekaligus sebagai ajang menampilkan kegiatan dan keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan.

"Pameran ini juga mengenalkan produk dalam negeri yang memiliki daya saing, dan meningkatkan penggunaan produk dalam negeri oleh masyarakat untuk menuju kemandirian sediaan farmasi dan alat kesehatan di Indonesia," kata Engko Sosialine.

Menurut Pengrajin Jamu Gendong, Lasmi Lestari dari Komunitas Jamu Gendong Jakarta yang mendapat tugas menyediakan aneka Jamu Gendong pada Pameran Pembangunan Kesehatan HKN 2019 ini, setiap harinya dia menyediakan 100 botol Jamu Gendong yang dapat diminum para pengunjung yang mampir di stand Bude Jamu.

"Saya bertugas selama tiga hari, selama pameran. Jam 5 pagi saya sudah berangkat menuju lokasi pameran biar tidak telat melayani minum Jamu untuk para pengunjung," ujar Lasmi yang tinggal di kawasan Jakarta Selatan, saat berbincang dengan Redaksi JamuDigital.Com disela-sela melayani pengunjung pameran minum Jamu Gendong yang diraciknya.

Agusdini

Keterangan Foto: Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kemenkes RI, Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt, MARS (paling kanan) foto bersama dengan Miss Earth Indonesia 2019, Chintia Kusuma Rani di Stand Pameran Bude Jamu.

Sekilas Bude Jamu
Gerakan Nasional Bugar dengan Jamu (Bude Jamu) diluncurkan oleh Kemenkes RI. pada 14 November 2014.

Latar Belakang: 1. Usaha Jamu Racikan (UJR) dan Usaha Jamu Gendong (UJG) merupakan usaha rakyat yang mendukung upaya kesehatan dan mempunyai nilai ekonomi dan sosial budaya. 2. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 006 tahun 2012, pembinaan terhadap industri dan usaha obat tradisional dilaksanakan secara berjenjang oleh Direktur Jenderal, Dinkes Provinsi dan Dinkes Kab/Kota. Pembinaan terhadap UJG dan UJR dilaksanakan oleh Dinkes Provinsi dan Dinkes Kab/Kota.

Tujuan: Menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk melestarikan Budaya Minum Jamu. Visi: Menjadikan Jamu sebagai Pilihan Pertama untuk Menjaga Kesehatan Keluarga.

Misi: 1. Melestarikan budaya minum jamu untuk mendukung Indonesia Sehat sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat. 2. Menjamin jamu yang aman, bermutu dan bermanfaat.

Kekuatan yang dimiliki dalam mengembangkan UJG UJR : 1. Sumber Daya Alam, 2. Sumber Daya Manusia, 3. Budaya, 4. Angaran, 5. Kelembagaan

Target yang ingin dicapai: 1. Jamu aman, bermutu, bermanfaat, 2. Budaya minum jamu, 3. Nilai tambah dan daya saing, 4. Kesejahteraan Pelaku Usaha dan Masyarakat.

Strategi 6 Optimalisasi

Strategi 1: Optimalisasi Penguatan SDM. Penguatan SDM pembina ditingkat Kabupaten/Kota merupakan hal yang mendasar bagi pelaksanaan pembinaan terhadap UJG UJR. Penguatan SDM dilaksanakan dengan meningkatkan pemahaman dan ketrampilan pembina serta menyiapkan bahan-bahan pendukung pembinaan.

Strategi 2: Optimalisasi Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian. Pembinaan, pengawasan dan pengendalian untuk memastikan UJG dan UJR dapat menghasilkan jamu yang aman, bermutu dan bermanfaat.

Strategi 3: Optimalisasi Promosi. Promosi untuk meningkatkan citra jamu dan mengembalikan kecintaan masyarakat terhadap jamu, dengan Gerakan Nasional Bugar Dengan Jamu "GERNAS BUDE JAMU".

Strategi 4: Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat. Pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap jamu dan edukasi terhadap pemilihan dan penggunaan jamu yang aman, bermutu dan bermanfaat.

Strategi 5: Optimalisasi Pembiayaan. Pemanfaatan potensi anggaran baik dari pemerintah, swasta maupun swadaya masyarakat.

Strategi 6: Optimalisasi Penguatan Jejaring dan Program Terpadu. Peningkatan koordinasi lintas program, lintas sektor, Asosiasi, Perguruan Tinggi dan swasta. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2019. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: