10 Tanaman Obat Untuk Cidera Tulang
Tanggal Posting : Kamis, 10 September 2020 | 06:41
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 448 Kali
10 Tanaman Obat Untuk Cidera Tulang
Seminar online Peluang Herbal Asli Indonesia untuk Membantu Pengobatan Sendi Tulang dan Otot oleh RS. Ortopedi Soeharso- Surakarta, Selasa, 8 September 2020.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Ini dia, sepuluh tanaman obat populer yang digunakan untuk cidera tulang- dipaparkan oleh Akhmad Saikhu, Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Kementerian Kesehatan RI.

Hal ini dipaparkan pada seminar online "Peluang Herbal Asli Indonesia untuk Membantu Pengobatan Sendi Tulang dan Otot", oleh RS. Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso- Surakarta pada Selasa, 8 September 2020.

Narasumber lain yang tampil adalah:

  • dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kemenkes RI.
  • Dr. dr. Pamudji Utomo, Sp.OT(K), Direktur Utama RS. Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta.
  • Bambang Yunianto, SKM, M.Kes, Dosen Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta.
  • Sebagai moderator: dr. B. Dwi Yulianto, M.Pd.

Akhmad Saikhu mempresentasikan makalah berjudul "Litbang Jamu Untuk Sendi Tulang dan Otot".  Menurut dia ada: Two Types of Research and Development in Health. Pertama, Health system research:

  • Focus on how to improve health system building block to be a more effective, efficient, and equal of the system
  • Multi-disciplinary approach
  • Client oriented research approach
  • Research methods are varied (quantitative, qualitative, mixedmethods)
  • Newly established methods of intervention- participatory action research, implementation research
  • Translation research results into policy is a crucial issue
  • Innovation = Invention + Utilization Health product oriented research

Kedua, Health product oriented research:

  • Focus on modalities of health products (medicines, vaccines, biosimilar, immune therapy, traditional medicine (herbs), functional foods, etc
  • Should comply with three principles of health product R&D (scientific, ethic, and regulatory)
  • Sequential process (pre-clinical and clinical phases)
  • Methodology: quantitative (experimental)
  • Clinical phase: should comply with GCP (Good Clinical Practices)
  • Translation research results to commercial product is crucial
  • Innovation = Invention + Commercialization

Berita Terkait: Keluhan Utama Pasien Ortopedi 

Berikut ini, sepuluh Tanaman Obat yang populer yang digunakan di Indonesia untuk CIDERA TULANG:

  1. Jahe (51 ramuan). Zingiber officinale Roscoe. Sebaran: 261 etnis di 34 provinsi
  2. Kelapa (49 ramuan). Cocos nucifera. Sebaran: 213 etnis di 31 provinsi
  3. Kunyit (49 ramuan). Curcuma longa. Sebaran: 299 etnis di 32 provinsi
  4. Sere bumbu (44 ramuan). Cymbopogon citratus. Sebaran: 126 etnis di 27 provinsi
  5. Sere minyak (37 ramuan). Cymbopogon nardus. Sebaran: 132 etnis di 28 provinsi
  6. Lily (33 ramuan). Crinum asiaticum. Sebaran: 64 etnis di 23 provinsi
  7. Gandarusa (27 ramuan. Justicia gendarussa. Sebaran: 131 etnis di 29 provinsi
  8. Kemiri (23 ramuan). Aleurites moluccana. Sebaran: 95 etnis di 21 provinsi
  9. Pisang (21 ramuan). Musa × paradisiaca. Sebaran: 176 etnis di 31 provinsi
  10. Jarak (19 ramuan). Jatropha curcas. Sebaran: 217 etnis di 33 provinsi

Saikhu juga menjelaskan "Studi Klinik Formula Jamu Osteoarthritis Genu Dibanding Piroxicam." Latar Belakang. Osteoartritis : penyebab utama gangguan muskulo skeletal di seluruh dunia. Penyebab timbulnya ketidakmampuan fisik terbesar kedua setelah penyakit jantung iskemik usia > 50 tahun belum ada obat yang menyembuhkan OA hingga tuntas. Pengobatan: mengatasi gejala dan memperbaiki aktivitas sehari-hari (symptom modifying effect).

Rekomendasi ahli : Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). sering kali memberikan efek samping yang cukup serius.

PENELITIAN PENDAHULUAN (2011): Formula rimpang temulawak 15 gram, herba meniran 7 gram, rimpang kunyit 15 gram, biji adas 3 gram, daun kumis kucing 5 gram, herba rumput bolong 5 gram. Efektif meringankan gejala klinis OA.

KESIMPULAN HASIL STUDI. Intervensi ramuan jamu osteoarthritis pada subjek penelitian menurunkan skor VAS subjek penelitian pada intervensi selama 28 hari sebanding dengan penurunan skor VAS karena intervensi dengan pembanding Piroxicam.

Intervensi ramuan jamu osteoarthritis pada subjek penelitian mengurangi gejala klinis OA (nyeri, kesulitan bergerak dan ketergantunagn) subjek penelitian pada waktu yang hampir bersamaan dengan menghilangnya gejala klinis akibat intervensi pembanding Piroxicam.

Intervensi ramuan jamu osteoarthritis pada subjek penelitian menaikkan skor kualitas hidup SF36 sebanding dengan kenaikan skor kualitas hidup SF36 akibat intervensi pembanding Piroxicam.

Intervensi ramuan jamu osteoarthritis pada subjek penelitian selama 28 hari tidak ditemukan gejala efek samping jamu yang serius.

Intervensi ramuan jamu osteoarthritis pada subjek penelitian selama 28 hari tidak mengganggu fungsi hati, fungsi ginjal dan darah rutin. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: