Dwi Ranny Pertiwi Z., Terpilih Sebagai Ketum GP. Jamu
Tanggal Posting : Selasa, 3 Maret 2020 | 20:03
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 435 Kali
Dwi Ranny Pertiwi Z., Terpilih Sebagai Ketum GP. Jamu
Dwi Ranny Pertiwi Zarman terpilih kembali sebagai Ketua Umum GP. Jamu Periode 2020-2024.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Dwi Ranny Pertiwi Zarman, terplih kembali sebagai Ketua Umum GP. Jamu 2020-2024 pada Munas GP. Jamu VIII, Tahun 2020 pada 21 Februari 2020 di Jakarta, melalui pemilihan dua tahap. Pada tahap 1, terpilih dua nama kandidat calon Ketua Umum: yaitu Nyoto Wardoyo dan Dwi Ranny Pertiwi Zarman.

Namun, Nyoto Wardoyo dari Jawa Tengah tidak bersedia untuk dipilih sebagai Ketua Umum. Dengan demikian, Dwi Ranny Pertiwi Zarman terpilih kembali sebagai Ketua Umum GP. Jamu Periode 2020-2024.

Dwi Ranny mengucapkan terima kasih atas kepercayaan para anggota yang kembali memberikan kepercayaan untuk kembali memimpin GP. Jamu. Kedepan, wilayah-wilayah yang belum ada DPD-nya segera diinventasrisasi. "Sehingga terbentuk DPD di seluruh Indonesia," ujar Dwi Ranny dalam sambutannya seusai terilih kembali sebagai Ketua Umum GP. Jamu.

Untuk program-program selanjutnya akan kami sampaikan pada kesempatan yang akan datang. Sejumlah pengurus sudah diumumkan, antara lain ditetapkan sebagai Wakil Ketua Umum, yaitu: Thomas Hartono, Jony Yuwono, Nyoto Wardoyo, Kunto W. Widarto, Masyhari.

Musyawarah Nasional (Munas) GP. Jamu VIII Tahun 2020 dengan tema: Menjadikan Jamu sebagai Pilihan Utama untuk Menyehatkan Bangsa diharapkan menjadi momentum untuk meneguhkan kerjasama antara kalangan Academic, Business, Government dan Community, demikian pesan Menteri Kesehatan RI., Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad(K) memberikan kata sambutan tertulisnya pada Buku Panduan Munas GP. Jamu VIII yang dilaksanakan pada 20-21 Februari 2020 di Jakarta.

Kepala Badan POM, Penny K. Lukito yang hadir dan membuka Munas GP. Jamu VIII ini, berpesan bahwa pengobatan tradisional dalam sistem kesehatan nasional di Indonesia perlu diintegrasikan, agar Indonesia dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dalam hal pengobatan tradisional dan ramuan pengobatan. "Perlu kebijakan pemanfaatan jamu pada sarana pelayanan kesehatan di Indonesia. Ini masih menjadi tantangan terbesar dalam inovasi obat herbal," ungkap Penny K. Lukito saat memberikan sambutan.

Sambutan lainnya disampaikan oleh: Direktur Jenderal Industri Kimia Hilir Kementerian Perindustrian RI., Taufik Bawazier, dan Dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt, MARS, Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian, Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. yang mewakili Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kemenkes RI., Dra. Engko Sosialine Magdalene, Apt, M.Biomed. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: