Urgensi Standardisasi Pengembangan Obat Herbal Indonesia
Tanggal Posting : Kamis, 25 Maret 2021 | 09:25
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 149 Kali
Urgensi Standardisasi Pengembangan Obat Herbal Indonesia
Webinar diadakan oleh PERHIPBA bekerjasama: PUI-PT Pusat Studi Biofarmaka Tropika (TropBRC), PUI PT Nutrasetikal-Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi ITB.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Webinar "Kekayaan Sumber Hayati Obat Indonesia" yang diadakan pada Rabu 17 Maret 2021, antara lain dibahas pentingnya "Langkah standarisasi pada saat pengembanan obat herbal."

Webinar yang diadakan oleh Perhimpunan Peneliti Bahan Alami (PERHIPBA) bekerjasama dengan PUI-PT Pusat Studi Biofarmaka Tropika (TropBRC) LPPM IPB dan PUI PT Nutrasetikal-Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi ITB, menampilkan pembicara:

  • Prof. Dr. I. Sahidin, S.Pd., M.Si, Departemen Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Haluoleo Kendari, Topik: Prospek tanaman Etlingera (Zingiberaceae) Sulawesi sebagai Sumber Bahan Kimia Obat Herbal
  • Dr. Ir. Neviaty Putri Zamani, MSc., PI-PT Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB University & Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB University, Topik: Potensi dan Tantangan Sumberdayahayati Laut sebagai Bahan Baku Biofarmaka
  • Dr. apt. Elfahmi, Sekolah Farmasi ITB & PUI PT Nutrasetikal-Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi ITB, Topik: Urgensi Standardisasi dalam Pengembangan Obat Herbal Indonesia 
  • Moderator: Dr. rer.nat Chaidir Amin, Apt, Pusat Teknologi Farmasi dan Medika Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Elfahmi menjelaskan bahwa pengembangan Obat Bahan Alam merupakan proses yang panjang mulai dari proses penyediaan bahan baku, studi etnofarmakologi, pembuktian khasiat dan keamanan, teknologi ekstraksi, proses produksi (manufacturing), hingga produk sampai ke tangan pasien.

Kontrol Kualitas Obat Herbal (Standardisasi):

  • Organoleptik: Bentuk, Warna, ukuran serbuk, bau, tekstur dan lain-lain
  • Biologi: Toksisitas Efek Farmakologi (khasiat), Kontaminasi Mikroba Bahan organik asing
  • Kimia: Kandungan Kimia Logam Berat, Sari larut air dan etanol, Cemaran aflatoksin, Residu pestisida, dan lain-lain
  • Fisik: Kadar Abu, susut penegerimgan, Kadar air, dan lain-lain
  • Botani: Kebenaran botani bahan baku (Morfologi, Makroskopik, Mikroskopik)

Standardisasi: Terkait dengan senyawa berkhasiat atau marker

  • Senyawa aktif sesuai dengan yang diklaim
  • Senyawa aktif, walau tidak untuk aktivitas yang diklaim
  • Senyawa marker (identitas)
  • Gologan senyawa: flavonoid total, alkaloid total dan lain-lain
  • Profil kandungan senyawa (KLT, HPLC, dan lan-lain)

Dalam hal penanganan Herbal Medicines, yang mempengaruhi Kandungan Kimia:

  • Ketinggian tempat tumbuh, Panen dan pasca panen, Keaneka ragaman genetic, Lingkungan tempat tumbuh, Faktor biotik, Tanah dan nutrisi, Air, Temperatur, Kualitas, Intensitas, Lama pencahayaan
  • Kontaminan: Mikroba Atau Toksinnya, Pestisida dan Fumigan, Logam Berat, Senyawa Sintetis, Produk Binatang
  • Proses: Pemanasan, Pelarut, Sisa Pelarut, Penandaan, Penyimpanan. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: