UGM Adakan Kajian Kebijakan Pengembangan OT
Tanggal Posting : Kamis, 4 Juni 2020 | 05:10
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 551 Kali
UGM Adakan Kajian Kebijakan Pengembangan OT
UGM mengadakan FGD Virtual dengan tema Kajian Kebijakan Pengembangan Obat Tradisional pada Kamis, 4 Juni 2020.

JamuDigital.Com- MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Direktorat Penelitian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada pagi ini, Kamis- 4 Juni 2020 akan mengadakan "Focus Group Discussion I dengan tema: Kajian Kebijakan Pengembangan Obat Tradisional Indonesia."

Prof. Dr. Mustofa, Apt., M.Kes., Direktur Direktorat Penelitian UGM kepada Redaksi JamuDigital.Com menjelaskan bahwa tujuan FGD ini adalah: 1. Memperoleh informasi dalam merumuskan kajian kebijakan kesehatan khususnya OT, 2. Mendapatkan gambaran hambatan dan tantangan dalam penelitian dan pengembangan OT di Perguruan Tinggi. 

Agenda FGD secara virtual ini: 1. Presentasi Prof. Dr. Laksono Trisnantoro, MSc., PhD, Topik : Riset dan Analisis Kebijakan Obat Tradisional di Indonesia dengan Moderator:  Prof. Dr. Subagus Wahyuono, M.Sc., Apt. 2. Presentasi Dr. Muhammad Dimyati, Topik: Penelitian Obat Tradisional di Perguruan Tinggi: Hambatan dan Tantangan.

Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc., PhD dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM dan Dr. Mohammad Dimyati, Deputi Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristek/Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Berita Terkait: Alternatif OT pada Pengobatan Formal 

Peserta FGD:

Tim Peneliti. a. Prof. Drs. Subagus Wahyuono, Apt., MSc., PhD (Fakultas Farmasi UGM), b. Prof. Dr. Mae Sri Hartati, Apt., MSi. (Fakultas Kedokteran-Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM), c. Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, SpPD(K) (Fakultas Kedokteran-Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM), d. Dr. dr. Setyo Purwono, SpPD., MKes. (Fakultas Kedokteran-Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM), e. Dr.rer.nat. Nanang Fakhrudin, M.Si., Apt. (Fakultas Farmasi UGM), f. dr. Ulfatun Nisa  (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Tawangmangu), g. dr. Widhi Astana (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Tawangmangu), h. Rahmi Ayu Wijayaningsih, MBioMed., DEA,  i. Arko Jatmiko Wicaksono, Apt., MSc.  

Undangan. a. Dekan Fakultas Farmasi UGM, b. Dekan FKKMK,  c. Dekan Fakultas Pertanian, d. Dekan Fakultas Kehutanan, e. Dekan Fakultas Biologi, f. Kepala B2P2TOOT Tawangmangu, g. Direktur RSUP Dr. Sardjito, h. Direktur Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM, i. Direktur Jamu Digital.

Pengembangan OT dari Jamu menjadi Fitofarmaka merupakan proses atau kegiatan yang bersifat interdisiplin yang melibatkan seluruh kepentingan. Semua pihak harus bekerja sebagai sebuah tim dengan perannya masing-masing yang saling melengkapi untuk  mencapai tujuan yang sama.

Kenyataan yang ada dalam pengembangan OT di Indonesia  adalah masing-masing pihak masih bekerja sendiri-sendiri sehingga sulit diintegrasikan. 

Melihat kenyataan ini Tim Peneliti UGM mencoba untuk mencari jawaban atas permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam pengembangan OT di Indonesia. Berbagai  strategi melalui FGD dengan narasumber, penyebaran kuesionair, wawancara dengan stakeholders akan dilakukan untuk mendapatkan gambaran secara utuh permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan OT di Indonesia.

Permasalahan-permasalahan yang berhasil dikumpulkan selanjutnya akan dianalisis untuk dapat dirumuskan jalan keluarnya dan akan dijadikan rekomendasi bagi pengembangan OT ke depan. Demikian dijelaskan oleh Prof. Dr. Mustofa, Apt., M.Kes. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: