![]() |
| Tetap aman mengolah obat tradsional, dengan mengikuti tips-tips dibawah ini. |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Pandemi COVID-19 belum berakhir, jangan lupa untuk selalu menerapkan pola hidup sehat, menjaga protokol kesehatan, dan selalu memelihara daya tahan tubuh.
Untuk memelihara daya tahan tubuh, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meracik dan mengolah herbal atau obat tradisional sendiri di rumah. Namun perlu diperhatikan beberapa hal ketika akan mengolah obat tradisional sendiri ya.
Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.
Bahan baku obat tradisional adalah semua bahan awal baik yang berkhasiat maupun tidak berkhasiat yang berubah maupun tidak berubah, yang digunakan dalam pengolah obat tradisional. Dilansir dari instagram @jawara_bpom, berikut ini tips aman mengolah obat tradisional:
Pastikan kebenaran identitas bahan baku obat tradisional yang akan digunakan. Pastikan mutu bahan baku obat tradisional yang akan digunakan (tidak tercampur dengan tumbuhan lain, bersih dari tanah atau bahan asing lain serta tidak mengalami kerusakan penyakit tanaman atau serangan hama, tidak terkontaminasi kapang).
Lakukan pengamatan organoleptik: penampilan dan tekstur segar. Tidak ada kerusakan. Ukuran, warna, dan rasa netral/normal. Bau normal. Alat dan tempat, pastikan peralatan yang digunakan dan tempat pengolahan dalam kondisi bersih. Gunakan peralatan dari bahan stainless steel.
- Berita Terkait: Betulkah Obat Tradisional Aman karena Alami
- Berita Terkait: Imunitas Penyintas COVID-19 Tetap Harus Terjaga. STIMUNO Teruji Klinis Meningkatkan Imunitas
- Berita Terkait: Digitalisasi Jamu
Kebersihan diri, gunakan pakaian bersih. Cuci tangan sebelum pengolahan. Bila perlu gunakan masker dan sarung tangan. Sortasi, memisahkan kotoran-kotoran atau bahan-bahan asing lainnya seperti tanah, kerikil, bagian bahan baku obat tradisional yang rusak, bahan baku obat tradisional dari tumbuhan lain yang tercampur.
Pencucian, bahan baku obat tradisional yang tidak banyak tercemar tanah dilakukan beberapa kali pencucian dengan air bersih mengalir. Jika kotoran melekat kuat pada bahan baku obat tradisional, pemisahannya dilakukan dengan penyemprotan air bersih dibantu tangan atau sikat yang lembut.
Penirisan, dilakukan setelah pencucian uuntuk mengurangi atau menghilangkan air sisa pencucian yang ada di permukaan bahan baku obat tradisional. Perajangan, dilakukan untuk memperkecil ukuran dengan cara pemotongan atau pengirisan. Gunakan pisau yang tajam dan terbuat dari logam nirkarat untuk merajang bahan baku obat tradisional.
Perebusan, merebus atau menyeduh bahan dengan air bersih secukupnya menggunakan wadah yang berbahan logam nirkarat atau keramik dengan air mendidih. Lama pendiaman saat merebus/menyeduh disesuaikan dengan bahan baku obat tradisional yang digunakan.
Untuk akar, rimpang, kayu, kulit batang, buah atau biji dapat dilakukan perebusan yang lebih lama untuk menyari zat berkhasiatnya dibandingkan jika yang digunakan bunga dan daun. Bahan baku obat tradisional segar/kering direbus dalam air mendidih suhu 100⁰C selama 15-30 menit tergantung kemudian penyarian. Serbuk kering dapat diseduh dalam satu gelas air mendidih selama 5 menit.
Konsumsi dan Penyimpanan, larutan hasil rebusan yang diperoleh kemudian disaring dan diminum pada kondisi hangat. Simpan dalam wadah yang sesuai, kondisi suhu sejuk dan tidak terlalu lama. Pastikan sebelum dikonsumsi tidak terjadi perubahan organoleptik dari obat tradisional yang disimpan. (Sumber: Infografis Instagram @jawara_bpom). Redaksi JamuDigital.Com









