Strategi Jitu Penyusunan Planning Bisnis UMKM di Era Disrupsi
Tanggal Posting : Rabu, 9 Maret 2022 | 10:47
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 301 Kali
Strategi Jitu Penyusunan Planning Bisnis UMKM di Era Disrupsi
Suasana kegiatan Kontak Tani Nelayan Andalan-KTNA Kecamatan Cilodong, Kota Depok dikemas dalam NGOBRAS-Ngobrol Bareng Santai, untuk meningkatkan kompetensi UMKM.

JamuDigital.Com- Media Jamu, Nomor Satu. Dalam praktek bisnis UMKM, juga sangat diperlukan penyusunan perencanaan (planning) bisnis yang baik dan juga bagaimana strategi brandingnya, agar bisnis UMKM dapat kompetitif menghadapi persaingan yang semakin ketat di era disrupsi.

Demikian disampaikan Drs. Karyanto, MM, Direktur PT. Global Jamu Indonesia, alumni Farmasi UGM-yang memproduksi obat Herbal Kapsul NOSTEO dan minyak boreh NOKILIR- saat menjadi  mentor kegiatan silaturrahim dan meningkatkan potensi POKTAN & KWT Kecamatan Cilodong, Depok, Jawa Barat.

Kegiatan yang diadakan oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Cilodong ini dikemas dalam NGOBRAS (Ngobrol Bareng Santai) dengan tema "Peluang & Tantangan Usaha Tanaman Obat Keluarga (TOGA)."

Diadakan pada Kamis, 9 Desember 2021, pukul 09.30 - 11.30 WIB, di Kedai Kebun BBM, Depok, Cilodong dihadiri oleh Camat Cilodong, Kota Depok, Supomo, dan dibuka oleh Ketua KTNA Kota Depok, Tanti Guntari.

Bisnis UMKM saat ini didera oleh tiga disrupstion sekaligus, yaitu: Perubahan Iklim, Digitalisasi, dan Pandemi COVID-19. Ketiga disrupsi itu membawa perubahan gaya hidup yang mendasar, sehingga bisnis UMKM juga harus dapat beradaptasi dengan cepat.

"Bisnis era disrupsi saat ini, pemanfaatan platform digital menjadi sebuah keharusan jika ingin bertahan dan dapat bersaing. Dan yang juga harus disadari bahwa economy sharing juga menjadi pola bisnis era disrupsi. Bukan eranya bisnis pada saat ini dan masa datang melakukannya sendiri-sendiri. Kita harus kolaborasi agar lebih efisien dan efektif," Karyanto, Founder JamuDigital ini mengingatkan.

Para pebisnis UMKM juga harus tahu makro strategi, karena pengaruhnya juga sangat kuat dalam bisnis UMKM. Karena, lanjut Karyanto, UMKM dalam praktek bisnisnya tidak terpisahkan dari kondisi makro ekonomi.

Penguatan Mikro Strategi Bisnis UMKM

Karyanto menyarankan, pelaku UMKM harus memperkuat mikro strategi agar bisnis dapat survive dan terus berkembang. "Walau ini ilmu manajemen umum, namun sering kali disepelekan oleh pengusaha UMKM. Sehingga saat memutuskan untuk bisnis, tidak melakukan tahapan-tahapan yang runtut, sehingga begitu berjalan harus melakukan koreksi yang seharusnya tidak perlu, jika tahapan bisnis dilakukan dengan seksama.

Misalnya, konsep manajemen POAC yang merupakan prinsip manajemen organisasi yang pertama kali diperkenalkan oleh George R. Kelly, terdiri dari: Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Secara rinci, Karyanto menjabarkan sebagai berikut:

  • PLAN: Perencanaan dari seluruh business process. Perencanaan Produksi: Bahan Baku, Kualitas, Sertifikasi, Perijinan, SDM Profesional. Perencanaan Positioning Produk: Kategori apa produk diposisikan. Perencanaan Distribusi: Melalui apa, Kerjasama dengan siapa, Perencanaan Marketing: Targetnya siapa, promosinya seperti apa, product brandingnya menggunakan apa. Perencanaan Struktur Harga: Setting harga, Skema distributor, Skema profit. 
  • ORGANIZING: Mengkoordinasikan semua elemen untuk melaksanakan Planning
  • ACTUATING: Implementasi dari Planning
  • CONTROLLING: Memastikan alur dari Planning, Actuating dan Controlling berjalan sesuai target

Faktor-Faktor yang mempengaruhi dalam penyusunan Perencanaan, meliputi: SMART: Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Time Line. 

Penyusunan POAC, harus memperhatikan kondisi makro strategis dan pengaruh dari era disrupsi yang tidak dapat kita hindari.

"Kelihatannya sederhana, namun saya amati tidak sedikit para pengusaha UMKM yang tidak menerapkan konsep manajemen dasar ini, sehingga kurang terarah dalam pengembangan produk dan jasa yang dipasarkan," urai Karyanto.

Saya sering mendengar, Karyanto mengisahkan, bahwa pelaku bisnis UMKM bilang begini: "Kan ini usaha kecil-kecilan, tidak perlu ribet menerapkan manajemen yang ruwet seperti itu.."

"Pendapat seperti ini sangat keliru, sekecil apapun usaha kita, pasti mengeluarkan modal, tenaga, pikirin dan waktu. Jadi sudah seharusnya direncanakan dengan baik...," Karyanto mengingatkan.

Yuks, cek ulang apakah bisnis kita sudah memperhatikan faktor makro strategis dan juga sangat mendalam ketika menyusun mikro strategis. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: