Proses Menua dan Herbal untuk Adaptogen
Tanggal Posting : Minggu, 11 Oktober 2020 | 06:58
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 217 Kali
Proses Menua dan Herbal untuk Adaptogen
Seminar Online Strategi Menuju Lansia yang Kuat dan Sehat di Era Adaptasi Kehidupan Baru oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jakarta III.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Beragam teori konsep menua dan sejumlah herbal yang dapat dimanfaatkan untuk adaptogen oleh para lansia agar tetap kuat dan sehat menjalanai usia tua dan proses penuaan.

Demikian antara lain, dikemukakan oleh dr. Richard S.N. Siahaan, M.Si.(Herbs), MARS, Konsultan Herbal Medik di Martha Tilaar Group, dan Sekjen PDHMI pada Seminar Online "Strategi Menuju Lansia yang Kuat dan Sehat di Era Adaptasi Kehidupan Baru" oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jakarta III- pada Sabtu, 10 Oktober 2020.

Menyajikan makalah berjudul "Fisiologi Menua, dan Sediaan Bahan Alam untuk Lansia", Richard Siahaan mengungkapkan bahwa  keberhasilan pembangunan ditandai dengan meningkatnya umur harapan hidup, dan menurunnya tingkat kematian bayi dan ibu melahirkan.

Kemudian dikemukakan tentang peraturan dan perundang-undangan. Yaitu, UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 42: "Setiap warga negara yang  berusia lanjut, cacat fisik dan atau cacat mental berhak memperoleh perawatan, pendidikan, pelatihan dan bantuan khusus atas biaya negara, untuk menjamin kehidupan yang layak sesuai dengan martabat kemanusiaannya, meningkatkan rasa percaya diri, dan kemampuan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara".

UU Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia. Pelayanan kesehatan dimaksudkan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan dan kemampuan lanjut usia, agar kondisi fisik, mental, dan sosialnya dapat berfungsi secara wajar.

PP Nomor 43 Tahun 2004 tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia, Mengatur pelayanan-pelayanan, kemudahan dan perlindungan sosial yang dapat diperoleh oleh Lanjut Usia.

Berita Terkait: Pentingnya Asupan Vitamin D Saat COVID-19 

Usia Tua dan Penuaan

Usia Tua: Lansia dibagi menjadi empat kriteria yaitu usia pertengahan (middle age) dari umur 45-59 tahun, lanjut usia (elderly) dari umur 60-74 tahun, lanjut usia (old) dari umur 75-90 tahun dan usia sangat tua (very old) ialah umur diatas 90 tahun. (WHO, 2018)

Penuaan adalah proses menghilangnya kemampuan jaringan secara perlahanlahan untuk memperbaiki atau mengganti diri dan mempertahankan struktur, serta fungsi normalnya yang mengakibatkan tubuh tidak dapat bertahan terhadap kerusakan atau memperbaiki kerusakan tersebut (Pangkahila, 2007).

Teori Proses Menua. Berbagai macam Teori Proses  Menua. Tidak ada penyebab tunggal (Multi  Faktorial dan Kompleks). Berbagai macam Teori Proses Menua; Saling Melengkapi.

Wear And Tear Theory. Tubuh  diibaratkan seperti mesin, yang kehilangan fungsinya saat bagian-bagiannya aus. Seiring bertambahnya usia, sel, jaringan, dan organ nya rusak oleh stresor internal atau eksternal. Praktik pemeliharaan kesehatan yang baik akan mengurangi tingkat keausan, menghasilkan fungsi tubuh yang lebih lama dan lebih baik.

Neuroendocrine Theory. Teori ini menguraikan keausan dengan berfokus pada sistem neuroendokrin. Sistem ini adalah jaringan biokimia yang rumit yang mengatur pelepasan hormon yang diubah oleh hipotalamus.

Hipotalamus mengontrol berbagai reaksi berantai untuk menginstruksikan organ dan kelenjar lain untuk melepaskan hormon mereka, dll. Hipotalamus juga merespons tingkat hormon tubuh sebagai panduan untuk aktivitas hormonal secara keseluruhan. Sejalan dengan itu, seiring bertambahnya usia, sekresi banyak hormon menurun dan efektivitasnya juga berkurang karena reseptor menurun.

Teori Kontrol Genetika. Teori terfokus pada kode genetik yang ada dalam DNA, meskipun seluruh aspek diwariskan dalam gen tiap individu, waktu jam biologis tergantung pada pola hidup penuaan masing-masing individu. Tiap individu memiliki jam biologis yang telah diatur waktunya.  Berhentinya jam biologis menandakan proses penuaan dan meninggal

Teori Radikal Bebas. Radikal bebas: molekul yang relatif tidak stabil, mempunyai satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan di orbit luarnya. Denham Harman 1956: tubuh mengalami penuaan karena serangan oksidasi dari zat-zat perusak. Proses menua terjadi akibat kekurangefektifan fungsi kerja tubuh: radikal bebas dalam tubuh

Radikal bebas bersifat merusak karena sangat reaktif, sehingga dapat bereaksi dengan DNA, protein, Asam Lemak tidak jenuh: apoptosis sel- menghambat reproduksi sel. Diet, gaya hidup, obat-obatan (misalnya tembakau dan alkohol) dan radiasi

Bahan alam  untuk pemeliharaan kesehatan lansia. Fungsi bahan alam  untuk pemeliharaan kesehatan  lansia berfungsi sebagai adaptogen adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan energi dan kekuatan tubuh,
  • Menurunkan risiko stress,
  • Mempromosi Kesehatan jiwa,
  • Memberikan efek keseimbangan terhadap fungsi-fungsi tubuh.

Adaptogen. Konsep lahir oleh seorang peneliti Rusia Dr. Nikolai Lazarev yang prinsipnya: Menyeimbangkan fungsi organ, Mengoptimalkan fungsi organ, Dalam meningkatkan proses penyembuhan dan perlindungan terhadap stress dan penyakit.

Karakteristis tanaman obat sebagai adaptogen: Harus tidak berhaya bagi manusia, Harus memiliki reaksi nonspesifik, Memiliki kemampuan mengatur dan menormalkan organ dan fungsi dari organ itu sendiri.

Beberapa tanaman bekerja sebagai adaptogen:

Korean Ginseng (Panax ginseng), Kemangi hutan (Lentinus edodes), Pegagan (Centella asiatica L), Mengkudu (Morinda citrifolia L.), Sambiloto (Andrographis paniculata), Brotowali (Tinospora crispa), Kunyit (Curcuma domestica L.), Jambu biji (Psidium guajava L), Seledri (Apium graveolens). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: