![]() |
| Dr.Djoko Santosa,M.Si., Dosen Departemen Biologi Farmasi, Fakultas Farmasi UGM |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Untuk memastikan jenis tumbuhan obat yang digunakan sebagai bahan baku obat herbal (Jamu, OHT, Fitofarmaka) yang tepat, perlu adanya autentikasi Botani, sehingga produk obat herbal tersebut dapat dipastikan standar mutunya.
Kajian menarik ini, disampaikan oleh Dr. Djoko Santosa, M.Si., Dosen Departemen Biologi Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada.
Pada saat menjadi pembicara pada webinar Webinar BINCANG RISET "Standarisasi Bahan Baku Obat Tradisional" yang diselenggarakan oleh Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional, BRIN pada 27 September 2022.
Memaparkan makalah berjudu "Autentikasi Botani Sebagai Langkah Standardisasi Produk Herbal," Djoko Santosa menjelaskan tentang sejumlah istilah yang menjadi kata kunci, yaitu:
- Autentikasi: satu metode untuk melakukan konfirmasi
- Botani: Cabang Biologi yang mempelajari struktur dan perkembangan tumbuhan yang mencakup spektrum kajian sitologi, histologi, anatomi, morfologi, fisiologi, taksonomi, ekologi, budidaya dan metabolit di dalam tumbuhan baik primer maupun sekunder (fitokimia)
- Standardisasi: penyesuaian bentuk (ukuran, kualitas, dan sebagainya) dengan pedoman (standar) yang ditetapkan; pembakuan.
Djoko Santosa memberikan alasan tentang perlunya autentikasi. Disebutkannya, bahwa ada 7 alasan, mengapa perlu adanya autentikasi, yaitu:
1. Keragaman hayati Indonesia
2. Hasil Riset Tumbuhan Obat dan Jamu. Konservasi: melindungi, melestarikan dan memanfaatkan
3. Tumbuhan hidup bersama dalam lingkungan kompleks
4. Kendala kemiripan habitus
5. Kendala kemiripan nama daerah. Contoh: Sidagori, Selagori Turnera subulata (Passifloraceae) mirip dengan Sidagori, Sidaguri Sida rhombifolia (Malvaceae)
6. Kendala pemalsuan (Adulterasi). Misal: Orthosiphon aristatus diganti dengan Chromolaena riparia, Purwoceng Pimpinella alpina (Apiaceae) diganti dengan Ki saat Artemisia lactiflora (Asteraceae). Pegagan: Centella asiatica (Apiaceae) diganti dengan Puser bumi Hydrocotyle umbellata (Araliaceae)
7. Kendala persepsi kemudian berlanjut pemalsuan. Kencur hitam atau Kaempferia parviflora rentan dipalsukan dengan jenis Curcuma caesia (kunyit hitam) dan Zingiber ottensii (bangle hitam).
- Berita Terkait: 6 Ramuan Daya Tahan Tubuh, Rekomendasi Kemenkes
- Berita Terkait: Inovasi NOSTEO dan NOKILIR Dikupas di Webinar Nasional ISMAFARSI
- Berita Terkait: Perilaku Manusia Sebabkan Populasi Nyamuk DBD Meningkat
Manfaat dari autentikasi, lanjut Djoko Santosa, menjadi sangat penting, yaitu sebagai berikut:
- Menjamin betulnya jenis tumbuhan secara saintifik
- Menjamin betulnya bagian tumbuhan yang digunakan
- Menjamin asal-usul tumbuhan (liar/budidaya) dengan betul
- Menjamin informasi lingkungan/habitat dengan betul
- Menjamin umur fisiologis tumbuhan dengan betul
Bagaimana cara melakukan autentikasi jenis tumbuhan. Berikut ini, penjelasan Djoko Santosa:
- Mencocokkan sampel dengan specimen herbarium yang telah divalidasi kebenarannya, misal Herbarium Bogoriense, Herbarium B2P2TOOT, Herbarium di Perguruan Tinggi
- Menanyakan kepada pakar atau orang yang memiliki kompetensi dalam sistematika tumbuhan
- Menegakkan diagnosis ciri dan sifat sampel dengan kunci identifikasi tumbuhan, misal Flora of Java, Flora Malesiana, Flora of China
- Mencocokkan dengan monografi seperti Vademekum Tumbuhan Obat untuk Saintifikasi Jamu, Materia Medika Indonesia, Farmakope Herbal Indoensia (termasuk identifikasi berdasarkan makroskopi dan mikroskopi fragmen serbuk simplisia).
"Autentikasi Botani memegang peran penting dalam upaya standardisasi produk herbal Standardisasi merupakan suatu sistem sehingga semua input, proses dan output produk herbal harus terbakukan," Djoko Santosa menyampaikan kesimpulannya. (Sumber Berita: https://www.obatnews.com/herb/pr-4464945836/perlunya-autentikasi-botani-untuk-memastikan-mutu-dan-standar-bahan-baku-obat-herbal?page=2 )








