Perlu Dukungan Para Dokter agar Menggunakan Fitofarmaka di Yankes
Tanggal Posting : Selasa, 31 Mei 2022 | 08:38
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 76 Kali
Perlu Dukungan Para Dokter agar Menggunakan Fitofarmaka di Yankes
Proses memasukkan Fitofarmaka ke dalam pelayanan kesehatan memerlukan effort yang tidak mudah.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Proses memasukkan Fitofarmaka ke dalam pelayanan kesehatan memerlukan effort yang tidak mudah. Para ahli-telah berupaya bertahun-tahun untuk menyusun regulasi, panduan agar kemanfaatan Fitofarmaka di dalam pelayanan kesehatan (Yankes) konvensional dapat dilakukan dengan baik dan benar.

Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Dr. Dra. Lucia Rizka Andalusia, Apt, M.Pharm, MARS, saat membuka Simposium Peningkatan Pemanfaatan Fitofarmaka, di Jakarta, pada 30 Mei 2022.

"Saya katakan baik dan benar, sekali kita memakai- memasukkan Fitofarmaka ke dalam pengobatan konvensional, kita harus mengawal penggunaannya secara rasional," ungkap Rizka Andalusia.

Selanjutnya Rizka Andalusia berharap dokter-dokter berkenan menggunakan produk Fitofarmaka yang telah dikembangkan oleh peneliti Indonesia, diproduksi di Indonesia, menggunakan bahan baku dari petani-petani yang ada di Indonesia, dan terus kita tingkatkan kemanfaatnya dan mudah-mudahan nanti menembus pasar ekspor.

1.Penggunaan Secara Rasional

Saya memiliki pengalaman bekerja di rumah sakit bertahun-tahun, kata-kata penggunaan obat rasional itu selalu dijaga, dipagari dengan berbagai regulasi, Rizka Andalusia menambahkan.

Bagaimana, ketika nanti Fitofarmaka ini masuk dalam pelayanan kesehatan- kita juga mempunyai regulasi-regulasi yang mengaturnya, Rizka Andalusia menambahkan.

Supaya apa? Supaya penggunaan Fitofarmaka ini sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah kita tetapkan.

Untuk itu, kita terus melakukan pembahasan, evlauasi, dan monitoring terkait dengan pengggunaan Fitofarmaka.

Tentunya karena Fitofarmaka evidence based-nya sudah terbukti melalui uji klinis fase 1 hingga fase 3, maka kita dapat menempatkan Fitofarmaka ini dalam pelayanan kesehatan dengan skema-skema pengadaan yang sudah diatur oleh pemerintah.

Sekali lagi, untuk menjaga penggunaan Fitofarmaka digunakan secara baik dan benar, untuk menjunjung kerasionalan penggunaan Fitofarmaka maka perlu disusun Formularium Fitofarmaka.

Fitofarmaka yang akan masuk dalam Formualrium adalah Fitofarmaka yang telah mengikuti kaidah-kaidah pengembangan Fitofarmaka, dan telah mendapat ijin edar dari BPOM, dan sekali lagi menggunakan produk bahan baku dalam negeri.

Kenapa kegiatan ini kita gabungkan dalam kegiatan afirmasi Bangga Buatan Indonesia, karena kita tahu di pasaran juga banyak Fitofarmaka- produksi dari luar, yang diimpor, ataupun yang masih parsial menggunakan bahan baku dari produk impor.

Tentu ini, kita tidak ingin, karena nanati tujuan utama  dari peningkatan penggunaan Fitofarmaka ini tidak tercapai.

Jadi saatnya, kita untuk memulai menempatkan produk asli Indonesia, menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Untuk gerakan program Bangga Buatan Indonesia- sesuai instruksi Bapak Presiden. Demikian Rizka Andalusia menegaskan.

2.Dukungan Para Dokter Menggunakan Fitofarmaka

Kita berharap dokter-dokter mau menggunakan produk Fitofarmaka yang telah dikembangkan oleh peneliti Indonesia, diproduksi di Indonesia, menggunakan bahan baku dari petani-petani yang ada di Indonesia, dan terus kita tingkatkan kemanfaatnya dan mudah-mudahan nanti menembus pasar ekspor.

Rizka Andalusia mengingatkan apabila orang Indonesia sendiri sudah konfiden menggunakan Fitofarmaka, dan dokter-dokter Indonesia sendiri sudah konfiden menggunakan Fitofarmaka produk asli Indonesia, maka penggunaan Fitofarmaka akana terus berkembang.

3.Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan

Dalam rangka transformasi sistem kesehatan nasional, khususnya pilar transformasi sistem ketahanan kesehatan, Kementerian Kesehatan melakukan upaya untuk meningkatkan resiliensi sektor kefarmasian.

Terdapat 4 pilar sediaan farmasi yang didorong untuk ditingkatkan produksinya di tanah air, yaitu active pharmaceutical ingredients (API) kimia, vaksin, biopharmaceuticals, dan natural.

Fitofarmaka merupakan produk berbasis bahan alam yang telah teruji klinis dan bahan baku yang digunakan maupun produk yang dihasilkan sudah terstandarisasi.

Pengembangan Fitofarmaka bertujuan untuk dapat meningkatkan penggunaan obat tradisional melalui pendekatan evidence-base medicine agar dapat meningkatkan keberterimaan klinisi dan masyarakat.

Saat ini terdapat 24 Fitofarmaka dari 6 terapeutik area (immunomodulator, tukak lambung, antidiabetes, antihipertensi, pelancar sirkulasi darah, dan meningkatkan kadar albumin) dan akan terus ditingkatkan pengembangannya.

4.Mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia

Upaya meningkatkan pengembangan Fitofarmaka membutuhkan peran dan dukungan semua pihak terkait, sejak dari proses persiapan bahan baku, pengembangan produk, uji klinik dan produksinya untuk menghasilkan produk fitofarmaka yang aman, berkhasiat, dan bermutu, sampai dengan penggunaannya di fasilitas pelayanan kesehatan.

Kegiatan pengembangan Fitofarmaka atau obat tradisional pada umumnya diharapkan juga dapat membawa dampak positif tidak hanya bagi pelayanan kesehatan dengan tersedianya produk Fitofarmaka yang aman, berkhasiat, dan bermutu tetapi juga bagi perekonomian. 

Untuk menjamin keberlangsungan pengembangan Fitofarmaka di Indonesia, pemerintah mendorong penggunaan Fitofarmaka khususnya dengan pemanfaatan dana alokasi khusus dan dana kapitasi.

Sebagaimana diatur dalam Permenkes No. 3/2022 tentang Petunjuk Operasional Penggunaan Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Kesehatan TA 2022 dan Permenkes No. 21/2016 tentang Penggunaan Dana Kapitasi JKN untuk Jasa Pelayanan Kesehatan dan Dukungan Biaya Operasional pada FKTP Milik Pemerintah Daerah.

Kemudian untuk mendukung upaya tersebut, pada kesempatan ini saya juga menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan bersama stakeholder terkait telah menyusun suatu acuan dalam bentuk formularium yang saat ini memuat 5 item Fitofarmaka dengan komposisi generik yang sama, diperuntukkan bagi sarana pelayanan dalam melakukan pemilihan dan penggunaan fitofarmaka dengan memanfaatkan DAK dan dana kapitasi tersebut.

Saat ini pemerintah juga gencar mengkampanyekan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk mencintai dan menggunakan karya anak bangsa melalui Inpres No. 2 Tahun 2022 tentang Percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan produk usaha mikro, usaha kecil, dan koperasi dalam rangka menyukseskan BBI pada pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. (Sumber Berita: https://www.obatnews.com/omai/pr-4463497625/penggunaan-fitofarmaka-di-yankes-perlu-dukungan-para-dokter?page=4 ). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: