![]() |
| Menkes, Budi Gunadi Sadikin memberikan apresiasi Program DASS untuk beasiswa mahasiswa yang diberikan oleh Dexa Group. (Virtual Ceremony DASS 2022) |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Tiga Mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Unika Atma Jaya Jakarta, dan Universitas Sebelas Maret berhasil memenangkan Beasiswa Pendidikan S-2 dari Program Dexa Award Science Scholarship (DASS) 2022.
Mereka bertiga patut berbangga dan bahagia, karena berhasil menyisihkan 1.002 saintis muda yang mendaftar untuk mendapatkan beasiswa DASS Tahun 2022.
Proposal penelitian mereka yang mendaftar, hingga fase babak penjurian diseleksi ketat oleh saintis-saintis terbaik Indonesia.
I.Beasiswa Riset S-2 yang Bergengsi
Beasiswa S-2 untuk para saintis muda ini, terbilang bergengsi karena prosesnya sangat ketat, dan dikawal oleh para juri yang sangat ahli di bidangnya, dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Para Juri Program DASS Tahun 2022 ini adalah: 1.Dr. Raymond R. Tjandrawinata (Director of Research and Business Development Dexa Group), 2.Prof. Dr. apt. Heni Rachmawati, M.Si (Guru Besar Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung), 3.Prof. Dr. apt. Keri Lestari, M.Si (Guru Besar Universitas Padjadjaran), 4.Prof. Dr. Ir. Antonius Suwanto, M.Sc (Guru Besar Institut Pertanian Bogor).
Setelah melalui proses penjurian, terpilih tiga pemenang yang berhak memperoleh beasiswa pendidikan S-2 dan penelitian.
Pemenang program beasiswa DASS 2022, yaitu:
1.Faizal Maulana dari Institut Pertanian Bogor dengan topik penelitian tentang: Kajian Metabolomik untuk Penjagaan Mutu Bahan Baku Obat yang Berbasis Bahan Alam.
2.Jovita Aurelia dari Unika Atma Jaya Jakarta dengan topik penelitian tentang: Pengembangan Material Penghantar Obat Bahan Alam untuk Penghantaran Rute Oral.
3.Wahyu Nur Safitriono dari Universitas Sebelas Maret dengan topik penelitian tentang:
Pengumuman pemenang beasiswa DASS 2022, dikemas dalam Virtual Ceremony Dexa Award Science Scholarship (DASS) 2022, ditayangkan di channel YouTube Dexan TV, pada Jumat sore 29 Juli 2022.
Sebelum diumumkan pemenangnya, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin memberikan kata sambutan secara daring.
Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa pemerintah saat ini sedang melakukan transformasi bidang kesehatan.
"Ketahanan kesehatan merupakan salah satu pilar transformasi menjadi fokus kebijakan pemerintah," katanya.
Saat ini, lanjut Menkes, Kementerian Kesehatan sedang fokus dalam mewujudkan ketahanan Kesehatan sebagai salah satu pilar transformasi kesehatan dengan sasaran terpenuhinya kebutuhan sediaan farmasi dan alat kesehatan nasional oleh produksi dalam negeri.
- Berita Terkait: 50 Tahun Dexa Group Melalui Dharma Dexa Cetak Saintis Generasi Muda Indonesia
- Berita Terkait: NOSTEO dan NOKILIR Dukung Pelatihan Bekam Holistik
- Berita Terkait: 5 Buah Ini Dapat Membantu Menurunkan Kolesterol
"Untuk mencapai sasaran ini, dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak termasuk akademisi, industri, pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam menghasilkan ilmuwan, ahli dan praktisi yang berkualitas," Budi Sadikin menambahkan.
Dexa Award Science Scholarship dinilai Menkes sebagai bentuk dukungan masyarakat dan industri terhadap transformasi sistem kesehatan khususnya pada transformasi ketahanan kesehatan.
Transformasi sumber daya manusia di bidang kesehatan melalui beasiswa kepada mahasiswa sejalan dengan upaya peningkatan kualitas SDM
Menkes memberikan apresiasi kepada Dexa Group yang telah memberikan bantuan beasiswa pada ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia dengan program Dexa Award Science Scholarship.
"Saya harap program ini terus berlanjut memberikan inspirasi dan motivasi bagi generasi muda Indonesia dalam pengembangan ilmu dan teknologi, berkarya secara kreatif, berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan manusia Indonesia," ungkap Budi.
II.Mendorong Inovasi Bidang Farmasi
Pimpinan Dexa Group, Ferry Soetikno menjelaskan Dexa Award Science Scholarship untuk mendorong inovasi di bidang farmasi dan kesehatan secara luas, dengan memberikan beasiswa pendidikan S2 dan beasiswa penelitian. (Virtual Ceremony DASS 2022)
Pimpinan Dexa Group, Ferry Soetikno saat memberikan sambutan Virtual Ceremony DASS 2022 mengatakan bahwa Pemerintah Republik Indonesia terus mendorong pertumbuhan industri kesehatan dan membangun kemandirian obat dan bahan baku obat.
Dexa Group sebagai bagian dari industri kesehatan, terus mengerahkan segenap kapasitas dan kapabilitasnya untuk mewujudkan upaya membangun kemandirian di bidang kesehatan.
Melaui Dexa Award Science Scholarship, kami mendorong inovasi di bidang farmasi dan kesehatan secara luas, dengan memberikan beasiswa pendidikan S2 dan beasiswa penelitian, Ferry Soetikno menambahkan.
Riset dan inovasi dilakukan Dexa Group melalui Dexa Laboratories Biomolecular Sciences (DLBS). Menghasilkan bahan baku obat dari bahan alam Indonesia yang selanjutnya dikembangkan menjadi obat-obatan dari bahan alam Indonesia, untuk kategori Obat Herbal Terstandar (OHT), dan Fitofarmaka.
Fitofarmaka yang kemudian dikenal sebagai Obat Modern Asli Indonesia (OMAI), sejalan dengan program pemerintah Indonesia untuk membangun kemandirian bangsa dalam menyediakan bahan baku obat produksi dalam negeri.
Hingga saat ini, Dexa Group telah memberikan lebih dari 3.000 beasiswa mulai dari tingkat pendidikan dasar dan lulusan apoteker hingga beasiswa S2.
"Kami berharap Dexa Award Science Scholarship memberi manfaat bagi para peneliti generasi muda. Selamat kepada para finalis yang berhasil masuk dalam 5 besar, dan secara khusus kepada para pemenang Dexa Award Science Scholarship 2022," Ferry mengakhiri sambutannya (Sumber Berita: https://www.obatnews.com/pharmacy/pr-4464017445/3-mahasiswa-terpilih-mendapat-beasiswa-s-2-program-dass-2022-menkes-apresiasi-dexa-award-science-scholarship?page=4 ). Redaksi JamuDigital.Com








