Mengolah Simplisia dan Hygiene Sanitasi
Tanggal Posting : Sabtu, 29 Agustus 2020 | 07:35
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 693 Kali
Mengolah Simplisia dan Hygiene Sanitasi
Webinar Cara Membuat Simplisia dan Hygiene Sanitasi diadakan oleh Tzu Chi Sinar Mas pada 28 Agustus 2020,

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Webinar "Cara Membuat Simplisia dan Hygiene Sanitasi" diadakan oleh Tzu Chi Sinar Mas pada 28 Agustus 2020, menampilkan pembicara: Erna Setyawati, SE., S.Ag.Kes.- Pimpinan LKP Daun Mas Media Husada, dan dr. Rianti Maharani, M.Si.- Ketua Umum Perkumpulan Paricara Usada Indonesia (PPUIN).

Dipandu moderator: Rudi Suryana- Relawan Tzu Chi Sinar Mas, webinar ini mengingatkan kembali pentingnya proses pembuatan simplisia yang baik, dan hygiene sanitasi salam proses pembuatan dan saat praktisi pengobatan trasisional melakukan praktek.

Erna Setyawati menjelaskankan bahan baku tanaman obat sebagai sumber simplisia nabati dapat berupa: Tumbuhan liar, yaitu tanaman obat yang tumbuh dengan  sendirinya di hutan atau di tempat lain secara liar. Umumnya memiliki mutu yang kurang    baik, karena mutunya tidak tetap atau tidak terstandar

Dapat juga dari Tumbuhan budidaya, yaitu Tanaman obat yang sengaja di tanam dengan tujuan tertentu, misal sebagai tanaman hias, tanaman untuk diambil khasiatnya. Umumnya mutunya baik dan terstandar.

"Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dikatakan lain, berupa bahan yang telah dikeringkan," urai Erna Setyawati.

Ada 3 macam simplisia, lanjutnya, yaitu: Simplisia Nabati (asal dari tumbuh-tumbuhan), Simplisia Hewani (asal dari hewan), Simplisia Pelikan (mineral).

Erna Setyawati

Pembuatan Simplisia: Pengeringan, Fermentasi, Proses khusus (penyulingan, pengentalan, eksudat, pengeringan). Tujuan pengeringan organ tanaman adalah:

  • Untuk mendapatkan simplisia yang awet dan tidak rusak
  • Dapat disimpan dalam jangka waktu relatif lama
  • Untuk menghentikan aktifitas enzim yang merusak simplisia tersebut (reaksi enzimatik tidak dapat berlangsung pada sel organ tertentu dengan kadar air < 10%)
  • Menurunkan kandungan air dapat mengurangi bobot
  • Sebagai alat spesifikasi bahan supaya bahan yang digunakan akan sama terus (misal: berapa%)

Metode Pengeringan. Pengeringan alamiah di udara terbuka: Dengan panas sinar matahari langsung untuk mengeringkan organ keras (kayu, kulit kina, biji dsb), mengandung zat aktif relatif stabil.

Dengan diangin-anginkan dan tidak terkena sinar matahari langsung, untuk mengeringkan organ lunak (bunga, daun, dsb), mengandung zat aktif mudah menguap.

Pengeringan Buatan. Digunakan alat yang dapat diatur suhu (biasanya 40 derajat C, kelembaban, tekanan atau sirkulasi udaranya, untuk penggunaannya pada skala produksi besar, perlu pertimbangan segi ekonomi. Cepat (kurang terpapar panas- kemungkinan hanya sedikit terjadi perubahan kimia)

Pengeringan Vacum. Oven uap panas: pompa digunakan untuk menggantikan udara. Tekanan rendah untuk memastikan pengeringan yang cepat dan lengkap. Metoda yang mahal. Untuk herbal mahal dan yang tidak dapat cukup dikeringkan melalui metode lainnya.

Berita Terkait: Memilih Obat Tradisional yang Rasional

Perlunya Hygiene dan Sanitasi

Rianti Maharani

Sedangkan dr. Rianti Maharani menjelaskan bahwa sanitasi adalah usaha pencegahan penyakit dengan cara menghilangkan atau mengatur faktor-faktor lingkungan yang berkaitan dengan rantai perpindahan penyakit tersebut.

Ada beberapa pengertian sanitasi lainnya: Sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.

"Sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha-usaha kesehatan lingkungan hidup manusia, sedangkan hygiene adalah bagaimana cara orang memelihara dan juga melindungi diri agar tetap sehat," jelasnya.

Sanitasi ditujukan kepada lingkungannya, lanjut dia, sedangkan higiene ditujukan kepada orangnya. Sanitasi: Usaha kesehatan prevenif yang menitikberatkan kegiatan kepada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia.

Higiene : Usaha kesehatan preventif yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha kesehatan individu, maupun usaha kesehatan pribadi hidup manusia. Contoh Higiene Perorangan, meliputi Kebersihan kulit, penyakit menular, alergi serbuk. Kebersihan kuku, Kebersihan dan Penutup rambut, pelindung tubuh sampai sarung tangan dan penutup hidung, Metode mencuci tangan.

Hygienis Pengobat: Kebersihan fisik, Kebersihan mulut, gigi, kuku, kuku dipotong pendek dan bersih. Mengenakan baju kerja, sopan, warna sesuai ketentuan. Model berlengan pendek, tidak mengganggu kerja dan bahan meresap keringat.

Pengobat, asisten atau karyawan lain di klinik yang berhubungan langsung dengan pasien:

  • Harus bebas dari penyakit menular. Dibuktikan dengan surat dokter/sertifihat.
  • Harus memiliki pengetahuan tentang sanitasi dan higiene perorangan.
  • Harus berperilaku positif dalam bidang higienis dan sanitasi. Membuang limbah/sampah pada tempat yang telah ditentukan. Tidak meludah di sembarangan tempat.
  • Harus memberi anjuran, peringatan kepada pasien untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.
  • Dilarang merokok di lingkungan tempat pelayanan

Desinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau  pencemaran oleh jasad renik atau  obat untuk membasmi kuman penyakit. 

Pengertian lain dari disinfektan adalah senyawa kimia yang bersifat toksik dan memiliki kemampuan membunuh mikroorganisme yang terpapar secara langsung oleh disinfektan.

Disinfektan tidak memiliki daya  penetrasi sehingga tidak mampu membunuh mikroorganisme yang terdapat di dalam celah atau cemaran mineral. Desinfektan juga tidak dapat membunuh  spora bakteri sehingga dibutuhkan metode lain seperti sterilisasi dengan autoklaf .

Bahan Pembersih untuk Sanitasi. Deterjen Benzen Sulfonat, alkohol eter sulfonat dan alkohol etoksilat. Pemakaian: baik untuk peralatan, lantai dan alat-alat dari gelas.

Cairan deterjen an-ionik dan jenis Natrium alkilsulfat. Pemakaian: untuk tanki dan wadah yang dipergunakan untuk pembuatan obat tradisional cair.

Sabun atau sabun cair. Pemakaian:  mencuci tangan dan peralatan. Deterjen komersial lainnya. Pemakaian: untuk permukaan tanki, barang-barang kaca, peralatan dari bahan baja tahan karat, wc dan lantai. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: