Memilih Obat Tradisional yang Rasional
Tanggal Posting : Selasa, 18 Agustus 2020 | 11:24
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 566 Kali
Memilih Obat Tradisional yang Rasional
Webinar Kesiapan Tenaga Teknis Kefarmasian dalam Pelayanan dan Edukasi Obat Alternatif dan Komplementer diselenggarakan oleh PD PAFI Bengkulu, Sabtu 15 Agustus 2020.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Obat Herbal-Tradisional memiliki beberapa kelebihan dibanding Obat Kimia, namun juga harus rasional dalam pemanfaatannya untuk kesehatan. Bagaimana cara memilih obat tradisional yang rasional?

Hal tersebut mengemuka pada Webinar dengan tema: "Kesiapan Tenaga Teknis Kefarmasian dalam Pelayanan dan Edukasi Obat Alternatif dan Komplementer" yang diadakan oleh PD PAFI Bengkulu, pada Sabtu 15 Agustus 2020.

Ada dua pembicara yang tampil yaitu: Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati, Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Yogyakarta, dan apt. Bambang Priyambodo, GM Manufacture PT. Air Mancur.

Bambang P

Bambang Priyambodo menyebutkan sejumlah kelebihan obat tradisional dibandingkan obat kimia, yaitu antara lain:

  • Efek samping yang relative lebih kecil jika digunakan secara tepat;
  • Komponen dalam satu bahan memiliki efek saling mendukung;
  • Pada satu tanaman obat dapat memiliki beberapa efek farmakologis;
  • Untuk pengobatan penyakit-penyakit degenerative, maka penggunaan Obat Herbal lebih cocok, karena untuk pemakaian jangka panjang dengan efek samping lebih minimal.

Jika akan "meracik" Obat Herbal sendiri, lanjut Bambang Priyambodo, perhatikan hal-hal sebagai berikut :

  • TEPAT TAKARAN. Seledri (Celery) maximum 400 gram, jika berlebihan tekanan darah drop. GAMBIR, Jika berlebihan (> 1 ibu jari) menyebabkan konstipasi. MINYAK JARAK, Jika berlebihan menyebabkan iritasi saluran pencernaan dan kehilangan cairan tubuh. MENIRAN, Jika berlebihan (> 1 genggam) dan jangka panjang menyebabkan iritasi pada ginjal
  • TEPAT WAKTU PENGGUNAAN
  • TEPAT CARA PENGGUNAAN. Daun Kecubung, secara tradisional daun segar dilumatkan untuk ditempelkan pada pipi untuk meredakan sakit gigi. Secara tradisional dirajang, dikeringkan seperti tembakau untuk rokok, dihisap, melegakan saluranpernapasan. Jika diseduh atau direbus dan diminum akan keracunan dengan tanda midriasis, paralisis dan bisa menyebabkan kematian
  • JANGAN SALAH MEMILIH BAHAN (SIMPLISIA)
  • JANGAN GUNAKAN BAHAN-BAHAN YANG DILARANG!

TIPS SEBELUM MEMILIH & MENGKONSUMSI. Bacalah petunjuk penggunaan dan semua keterangan yang ada sebelum mengkonsumsi suatu produk herbal. Periksalah kemasan produk herbal apakah tidak rusak; bau, warna dan rasa isinya harus normal, tidak berjamur. Jika berbentuk serbuk apakah tidak basah dan menggumpal.

Apabila anda sedang menggunakan suatu obat kimia dari dokter, berikan tenggang waktu 3 sampai 4 jam sebelum mengkonsumsi suatu produk herbal. Segera hentikan penggunaan suatu produk herbal apabila terjadi efek yang tidak diinginkan dan hubungi dokter atau ahli medis.

Periksalah kesehatan anda secara berkala untuk memastikan efek yang diinginkan dari penggunaan suatu produk herbal. Demikian Bambang Priyambodo menjelaskan.

Berita Terkait: Penggunaan OMAI di Fasilitas Kesehatan 

Zullies

Sedangkan Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati pada kesempatan ini menyajikan makalah berjudul "Pelayanan Informasi Obat Tentang Obat Alternatif dan Komplementer". Dia menyampaikan aga bijak memilih Obat Herbal dan Suplemen, yaitu dengan menggunakan obat-obat herbal yang telah terdaftar di BPOM.

Jika ada produk yang mengaku telah terdaftar di BPOM dan mestinya mendapat nomor izin edar, maka itu harus dikonfirmasi terlebih dahulu melalui situs web BPOM (https://cekbpom.pom.go.id/) atau melalui aplikasi BPOM yang tersedia.

Dapat juga menanyakan kepada Layanan Halo BPOM. Jika produk diregister sebagai pangan, maka produk tersebut tidak dapat memiliki izin edar sebagai suplemen kesehatan atau bahkan obat pada saat yang sama, ini harus dicek.

"Jadi jika ada produk pangan yang diklaim memiliki efek pengobatan, maka itu perlu dipertanyakan," ungkap Prof Zullies.

Jika ada produk yang klaimnya terlalu bombastis dan mekanismenya tidak jelas, bersikaplah skeptis, dan tanyakan kepada ahli-ahli obat, misalnya kepada Apoteker di Apotek/RS atau di institusi Pendidikan Farmasi.

Jika menjumpai promosi obat atau produk herbal yang tidak jelas kandungannya, sebaiknya berhati-hati, karena bisa jadi ada kandungan dalam produk tersebut yang dikontraindikasikan (harus dihindarkan) pada penyakit tertentu yang diidap.

"Testimoni tentang efek suatu obat bukan merupakan bukti klinis yang dapat diterima secara ilmiah. Tanyakan kepapada Apoteker dan minta saran produk yang lebih terjamin keamanannya. Pastikan bahwa produk obat yang Anda konsumsi itu jelas kandungannya dan aman," Prof Zullies menyarankan.

Pada kesempatan webinar ini, Prof. Zullies mengakhir presentasinya dengan penutup sebagai berikut:

  • Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) memiliki peran penting dalam pelayanan kefarmasian
  • TTK dapat memberikan informasi terkait obat dan penggunaannya, terutama untuk obat bebas dan bebas terbatas, suplemen (vitamin dan mineral), serta obat-obat alternatif/komplementer seperti obat herbal
  • TTK perlu berkonsultasi kepada Apoteker terkait informasi obat-obat keras, obat dengan teknik penggunaan khusus, dan adanya drug-related problem
  • TTK perlu selalu meng-update pengetahuan dan memperkaya pengalaman, sebagai rujukan dalam memberikan pelayanan informasi yang benar. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: