Mengenal Lebih Dalam Penyakit Sendi Bursitis
Tanggal Posting : Senin, 31 Januari 2022 | 08:55
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 2285 Kali
Mengenal Lebih Dalam Penyakit Sendi Bursitis
Bursitis adalah salah satu jenis penyakit sendi berupa peradangan atau pembengkakan dari kantung berisi cairan pelumas yang disebut bursae.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Bursitis adalah salah satu jenis penyakit sendi berupa peradangan atau pembengkakan dari kantung berisi cairan pelumas yang disebut bursae. Bursae biasanya terletak di sekitar bahu, siku, pinggul, lutut, dan kaki.

Bursae berfungsi sebagai bantalan antara tulang dan organ-organ di sekitarnya seperti otot, tendon, dan kulit untuk mempermudah gerakan.

Gangguan muskuloskeletal ini sering terjadi pada sendi yang sering digerakkan. Bursitis dapat muncul kembali setelah pasien menjalani pengobatan, kecuali apabila penyebab dihentikan.

Perawatan biasanya mengistirahatkan sendi yang terkena dan melindunginya dari trauma lebih lanjut. Dalam kebanyakan kasus, rasa sakit akibat bursitis akan hilang dalam beberapa minggu dengan pengobatan yang tepat, tetapi kambuhnya kondisi ini hingga mengganggu fungsi sistem gerak adalah hal umum.

Tanda-tanda dan gejala bursitis

Tanda dan gejala dari masalah kesehatan pada sistem gerak manusia ini sebenarnya cukup sederhana dan mudah dikenali. Gejala khas dari peradangan di kantung bursae ini adalah munculnya rasa sakit dan kemerahan di area sendi yang meradang.

Rasa sakit ini biasanya akan lebih parah apabila Anda bergerak. Selain itu, bursitis juga memunculkan gejala nyeri dan kaku.

Bursitis bisa terjadi di seluruh bagian tubuh. Namun, kondisi ini umumnya terjadi pada sendi yang sering digerakkan, seperti siku, lutut, bahu, dan pinggul.

Kapan harus periksa ke dokter?

Penyakit ini bukan penyakit yang serius. Akan tetapi, jika tidak diobati dengan benar, bursitis dapat menjadi lebih berat. Anda harus segera menghubungi dokter apabila:

  • Rasa sakit berlanjut hingga lebih dari satu minggu tanpa pengurangan.
  • Terlalu bengkak, merah, lebam atau ruam pada area yang terpengaruh.
  • Rasa sakit tiba-tiba, khususnya saat berolahraga.
  • Timbul demam.

Penyebab bursitis

Penyebab paling umum dari bursitis adalah gerakan atau posisi berulang yang memberikan tekanan pada sekitar sendi, misalnya:

  • Melukis.
  • Berkebun.
  • Olahraga seperti tennis dan golf.
  • Jongkok terlalu lama saat menyikat lantai.
  • Postur tubuh yang buruk.
  • Bersandar pada siku untuk waktu yang lama.
  • Melemparkan bola atau mengangkat sesuatu di atas kepala berulang kali.

Tidak hanya itu, kondisi ini juga dapat disebabkan dari luka atau trauma langsung di sendi karena benturan yang terlalu keras. Di samping itu, berbagai jenis peradangan sendi seperti rheumatoid arthritis dan gout atau asam urat, serta infeksi juga bisa menjadi penyebab dari peradangan pada kantung bursae ini.

Apa saja pilihan pengobatan bursitis?

Beberapa pilihan pengobatan yang umum dilakukan untuk bursitis adalah:

1. Penggunaan obat-obatan

Dokter mungkin akan merekomendasikan penggunaan obat pereda rasa sakit atau nyeri seperti acetaminophen atau obat golongan nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID) seperti ibuprofen dan naproksen.

Anda bisa membelinya tanpa resep dokter di apotek terdekat. Namun, jika Anda merasa kondisi tidak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi obat tersebut, dokter mungkin akan memberikan resep untuk jenis obat yang memiliki efek lebih keras.

Bahkan, bisa saja dokter meresepkan kortikosteroid yang diberikan dengan cara disuntikkan ke kantong bursae. Tidak hanya itu, dokter mungkin juga akan meresepkan antibiotik apabila peradangan pada bursae terjadi akibat adanya infeksi.

2. Terapi fisik

Mayo Clinic juga menyarankan agar pasien bursitis menjalani terapi atau latihan fisik yang dapat membantu menguatkan otot di area yang terdampak demi mengurangi rasa sakit dan mencegah bursitis muncul kembali.

Terapi fisik berfungsi untuk meningkatkan kembali kemampuan menggerakkan bagian tubuh yang mengalami bursitis. Saat menjalani terapi fisik, Anda mungkin akan melakukan beberapa hal berikut:

  • Terapi air.
  • Terapi manual untuk jaringan lunak.
  • Program latihan fisik yang disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing pasien.
  • Analisis postur dan cara berjalan.
  • Mempelajari berbagai cara untuk menghindari cedera akibat sendi terlalu banyak digunakan untuk melakukan gerakan yang sama.

3. Penggunaan alat bantu

Saat mengalami bursitis, Anda mungkin akan mengalami kesusahan dalam bergerak. Kondisi ini bergantung pada lokasi terjadinya bursitis. Jika bursitis terjadi pada area kaki, Anda mungkin menjadi kesulitan berjalan.

Sementara itu, jika bursitis terjadi di area siku atau tangan, Anda mungkin kesulitan untuk menggerakkan tangan tersebut. Oleh sebab itu, alat bantu yang bisa digunakan juga disesuaikan dengan area yang terdampak.

Jika Anda mengalami bursitis di area kaki, alat bantu yang bisa digunakan adalah tongkat berjalan, kruk, atau alat apapun yang dapat membantu mengurangi tekanan pada area kaki yang mengalami bursitis.

Apabila kondisi ini terjadi di area siku dan tangan, Anda bisa menggunakan arm sling yang dapat membantu menyokong tangan Anda untuk sementara hingga rasa sakit berkurang.

4. Operasi

Pada tingkatan yang sudah parah, Anda mungkin harus menjalani prosedur operasi. Biasanya, operasi harus dijalankan jika pengobatan untuk mengatasi bursitis tidak memberikan pengaruh setelah enam bulan hingga satu tahun lamanya.

Meski begitu, operasi untuk mengatasi bursitis yang dilakukan dengan cara mengangkat kantong bursa yang mengalami peradangan ini sering kali menjadi pilihan akhir dan masih tergolong jarang dilakukan.

5. Kompres dengan air dingin

Anda juga bisa mengompres area yang terasa sakit dengan handuk yang sudah dibasahi dengan air dingin setidaknya selama 15 menit dan dilakukan selama beberapa kali dalam sehari.

6. Perbanyak istirahat

Jika Anda sudah mengalami bursitis, salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah memperbanyak istirahat. Cobalah untuk menghentikan aktivitas yang berat setidaknya selama dua minggu.

Lakukan kegiatan ringan dan hindari aktivitas yang membuat Anda harus melakukan gerakan berulang, apalagi dengan bagian tubuh yang terdampak.

Pengobatan di rumah untuk bursitis

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin dapat membantu Anda mengatasi peradangan yang menyerang kantung bursae pada persendian ini adalah:

Istirahat dan jangan menggerakkan bagian yang meradang untuk mempercepat penyembuhan.

  • Gunakan es untuk mengurangi pembengkakan.
  • Apabila Anda menderita bursitis pada lutut, taruh bantal di antara kaki saat berbaring di satu sisi untuk mengurangi tekanan pada lutut.
  • Apabila Anda menderita bursitis pada siku, hindari tekanan pada tangan saat sedang bersandar.
  • Gunakan perlengkapan pelindung saat berpartisipasi dalam pertandingan olahraga.
  • Hindari aktivitas yang berulang.

Pencegahan bursitis

Meskipun tidak semua jenis bursitis bisa dicegah, Anda bisa mengurangi risiko dan keparahan kondisi dengan mengubah kebiasaan Anda. Berikut adalah langkah pencegahan bursitis yang bisa Anda lakukan:

  • Gunakan bantalan lutut
  • Angkat benda dengan cara yang benar
  • Dorong beban berat dengan cara yang benar
  • Sering-seringlah beristirahat
  • Pertahankan berat badan ideal
  • Berolahraga secara teratur
  • Pemanasan sebelum aktivitas berat

(Sumber Berita: https://hellosehat.com/muskuloskeletal/tulang-sendi-lainnya/bursitis/). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2024. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: