Forest Pharmacy, Sumberdaya Hutan Biofarmaka. Kapan Kita Optimalkan
Tanggal Posting : Kamis, 10 Juni 2021 | 06:58
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 97 Kali
Forest Pharmacy, Sumberdaya Hutan Biofarmaka. Kapan Kita Optimalkan
Hutan Indonesia telah diciptakan sebagai forest pharmacy, sumber bahan baku obat alami. Saatnya dijadikan daya saing bangsa Indonesia.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Potensi Forest Pharmacy di Indonesia sebagai sumberdaya hutan Biofarmaka sangat dahsyat. Hanya beberapa negara di dunia ini- yang dianugerahi memiliki kekayaan mega biodiversitas. Pertanyaan besarnya: Kapan potensi ini akan dioptimalkan?

Bukankan hal ini akan menjadi peluang untuk kemandirian obat nasional, tidak lagi sangat tergantung dari bahan baku obat kimia yang 90% masih impor! Olala...hutan Indonesia telah diciptakan sebagai forest pharmacy!

Adalah Ervizal A.M.Zuhud, Profesor Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, IPB- yang tekun melakukan riset dan mengamati betapa besarnya potensi hutan di Indonesia sebagai hutan biofarmaka-yang dapat menjadi sumber bahan baku obat alami.

"Ekosistem Hutan Hujan Indonesia, Pabrik Alam Bahan Obat. Hutan Alam Dataran Rendah, Pabrik Alam Bahan Obat. Hutan Pergunungan, Pabrik Alam Bahan Obat. Hutan Musim, Pabrik Alam Bahan Obat. Hutan Savana, Pabrik Alam Bahan Obat. Ekosistem Hutan Pinggir Sungai, Pabrik Alam Bahan Obat. Hutan Pantai, Pabrik Alam Bahan Obat, " demikian ditegaskan Prof. Ervizal.

Potensi Tumbuhan Obat Hutan. Jumlah Spesies Tumbuhan: 29.375. Jumlah Spesies Tumbuhan Obat: 2550. 203 Famili. 7 Formasi Hutan. 7 Macam Habitus. 15 Bagian Tumbuhan yang Digunakan 25 Macam Penyakit.

Hal ini, disampaikan pada saat TropBRC Webinar Series #4, dengan tema "Potensi Sumber Daya Hayati Indonesia sebagai Sumber Biofarmaka" yang diselenggarakan oleh PUI-PT Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB, pada Selasa, 8 Juni 2021.

Ada tiga profesor yang tampil sebagai pembicara, yaitu:

  • Prof. Dr. Ir. Yulin Lestari, Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB;Departemen Biologi Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam IPB. Topik: "Eksplorasi Mikrob sebagai Sumber Biofarmaka"
  • Prof. Dr. Ir. Ervizal AM Zuhud, MS, Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB; Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB. Topik: "Potensi Sumber Daya Hutan sebagai Biofarmaka"
  • Prof. Dr. Ir. Nahrowi Ramli, Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB Topik: "Potensi Fitokimia sebagai Pengganti Antibiotics Growth Promoters dalam Industri Peternakan"

Sebagai moderator: Dr. Trivadila, SSi., MSi, Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB; Departemen Kimia FMIPA IPBdi Biofarmaka Tropika LPPM IPB.

Prof. Ervizal A.M.Zuhud menyebutkan keragaman Hayati Darat sebanyak 30.000 spesies Tumbuhan. Lebih dari 2.039 spesies Tumbuhan Obat. Ratusan ribu spesies, mikroba sebagai endophyt maupun mikroba tanah.

Keragaman Hayati Laut: Algae: 782 spesies. Seagrass: 13 spesies. Mangrove: 38 spesies. Sponge: 850 spesies. Coral: 910 spesies. Ribuan spesies lainnya.

Endophyte microbe of medicinal plant: Anti-bacterial, Anti-fungal, Anti-malarial, Herbicide, Anti-tumor, anti-cancer, Immunostimulant, Anti-rheumatic, Termination of pregnancy, Contraceptive

"Forests Biodiversity and Its Future Value. Potensi Keanekaragaman Tumbuhan Obat hidup tersebar di wilayah Desa NKRI," Prof. Ervizal A.M.Zuhud mengingatkan.

Media Jamu, Nomor Satu

Contoh Kajian Etnofarmasi

Contoh Kasus. Hasil kajian Etnofarmasi. Potensi Tumbuhan Obat, Kabupaten Sintang:469 spesies. Potensi Tumbuhan Obat TN Meru Betiri: Total jenis 291 jenis, 7 macam habitus, yaitu bambu, memanjat,herba, liana, perdu, semak dan pohon. Jenis tumbuhan obat yang termasuk pohon sebanyak 142 jenis dan 47 famili (Zuhud dkk., 2000).

Contoh Tumbuhan Obat Hutan Tropika Indonesia. Sukun (Artocarpus altilis). Daun Sukun. Pelindung Jantung. Daun sukun yang sudah gugur untuk obat penyakit: hati, inflamasi, jantung, ginjal, sakit gigi, dan gatal-gatal. Menurunkan agregasi platelet (penggumpalan trombosit), menurunkan viskositas darah (kekentalan darah) dan menghindari iskemia akut- kurangnya aliran darah pada jantung (LIPI Tjandrawati (2009). Menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Mmampu menghambat akumulasi lemak pada dinding pembuluh darah aorta. Tidak terjadi penimbunan lemak.

Akar kuning (Arcangelesia flava). Masyarakat tradisional Indonesia sudah sejak lama menggunakan untuk mengobati penyakit kuning (liver/hepatitis). Paten. Judul: Ekstrak Akar Kuning (Arcangelesia flava Merr), Proses Pembuatannya dan Penggunaannya sebagai Hepatoprotektor.  Tanggal Penerimaan: 22 Januari 2001. Nomor Paten: ID P0028774. Tanggal Pemberian: 25 Juli 2011. Pemberi Paten: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Terbukti secara ilmiah oleh penelitian IPB: Pelindung Liver.

"Apa strategi pengembangan potensi Biofarmaka Hutan Indonesia untuk Kedaulatan Kesehatan Rakyat? Teliti dan kembangkan potensi Biofarmaka setiap wilayah berbasis potensi lokal dan Etnomedisinnya (cerita rakyat tentang pengobatan penyakit), mandatkan melalui undang-undang- semua perguruan tinggi setempat sebagai pembangun SDM dan IPTEKS-nya sepanjang masa," Prof. Ervizal menegaskan. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: