Kita Mampu Membawa Jamu Menjadi Produk Global
Tanggal Posting : Kamis, 15 Oktober 2020 | 06:28
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 191 Kali
Kita Mampu Membawa Jamu Menjadi Produk Global
DR. Martha Tilaar, Founder of Martha Tilaar Group, pada Webinar Jamu Modern, Kosmetik Indonesia, Penelitian dan Pasar Negara ASEAN, Rusia dan Eropa Timur, pada Rabu, 14 Oktober 2020.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Kita- bangsa Indonesia pasti mampu meningkatkan mutu, keamanan dan ketepatan manfaat Jamu, agar diterima menjadi produk global. Momentum disaat pandemi ini, untuk membuktikan bahwa Jamu dapat meningkatkan imunitas dan membentengi diri dari berbagai penyakit.

Demikian ditegaskan oleh DR. Martha Tilaar, Ketua Dewan Kehormatan GP Jamu & Founder of Martha Tilaar Group, pada Webinar Krista dengan GP Jamu: "Jamu Modern & Kosmetik Indonesia, Penelitian dan Pasar Negara ASEAN, Rusia & Eropa Timur", pada Rabu, 14 Oktober 2020.

Ikut pula memberikan sambutan: Prof. Bambang Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D., Menteri Riset dan Teknologi Indonesia/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Indonesia.

Para pembicara yang tampil adalah:

  • Agung Cahaya Sumirat, Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia
  • Jose Antonio Tavares, Calon Duta Besar Indonesia untuk Rusia & Belarus
  • Dr. Ir. Hammam Riza, M. Sc. IPU, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Topik: Penelitian BPPT Soal Rempah-Rempah Indonesia untuk Jamu Modern
  • Vidjongtius, Direktur Utama PT. Kalbe Farma
  • Brian D. E. Tilaar, President Director of PT. Martina Berto, Tbk., Topik: Jamu Modern & Kosmetik Indonesia Martha Tilaar Terobos Pasar Ekspor
  • Dra. Hj. Nanik R. Sunarso, MM, PT. Jamu Dami Sariwarna

Dwi Ranny

Ketua Umum GP. Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman.

"Jamu yang merupakan upaya untuk melestarikan pemanfaatan Jamu sebagai warisan budaya Indonesia untuk perawatan kesehatan dan kecantikan," ungkap Martha Tilaar lebih lanjut.

Di era kemajuan teknologi ini, lanjut dia, kami bangga atas kearifan leluhur yang telah terbukti mewariskan ramuan bahan alam yang tersedia berlimpah.  Dimasa pandemi COVID-19 ini, dimana belum terdapat obat dan vaksin yang efektif, pemanfaatan Jamu terbukti dapat melindungi 260 juta rakyat Indonesia.

Dimana berbagai ramuan Jamu sederhana, dari minuman Jamu kebugaran seperti Kunyit asem, Jahe, Teh daun Kelor. Serta membalur minyak Kayu putih dan boreh. Gerakan kamu milenial yang mempopulerkan minuman Jamu serta gencarnya ibu-ibu membuat ramuan Jamu bagi keluarganya merupakan suatu perkembangan yang luar biasa.

Tantangan terberat adalah melakukan penelitian dan pengembangan produk Jamu berbasis ilmiah, agar para dokter dan pasar global dapat menerima dengan baik. Standarisasi bahan baku Jamu dan ramuannya serta jaminan mutu bebas kuman dan jamur masih merupakan kendala besar.

Peran serta pemerintah masih sangat diharapkan. Termasuk asosiasi terkait- khususnya, GP. Jamu untuk memajukan Jamu agar dapat bersaing di pasar lokal dan global. Melalui berbagai inovasi serta riset yang berkesinambungan. Sinergi yang harmonis antara pemangku kepentingan merupakan kunci keberhasilan.

"Kita sebagai bangsa Indonesia pasti mampu meningkatkan mutu keamanan dan ketepatan manfaat dari Jamu, agar produk Jamu kita dapat diterima menjadi produk global. Marilah kita memanfaatkan momentum disaat pandemik ini untuk membuktikan bahwa dengan Jamu kita dapat meningkatkan imunitas dan membentengi diri dari berbagai penyakit," tegasnya.

Berita Terkait: Jamu Tamu Terhormat di Negara Lain 

Bersama GP. Jamu kita harus terus tetap bersatu kompak berjuang bersama membangun industri Jamu yang solid dan kokoh di bumi nusantara untuk Indonesia sehat, cantik, dan sejahtera. 

Sementra itu, Ketua Umum GP. Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman dalam sambutan singkatnya mengajak untuk semuanya agar minum jamu, suplemen dan menjaga kesehatan selama pandemi COVID-19 ini. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: